
"Kita mundurr.. Lari lebih jauhhh!!". Teriak Liena Sue membuat Kaisar dan Rong Bai terlihat kebingungan.
"Kenapa Kita Lari?". Tanya Kaisar Bai.
"Yang Mulia, anda akan tahu nantinya. Sebisa mungkin kita harus menjauhh sebelum terinjak olehnya". Ucap Liena Sue kemudian naik ke punggung Baihu diikuti Kaisar Bai dan Rong Bai.
"Baihu Bawa kami ke depan Benteng". Perintah Liena Sue.
Benar adanya, ketika kepulan asap dari lubang itu menghilang terlihatlah Sosok menyeramkan yang sepuluh kali lipat lebih besar dari orang Biasa atau tepatnya adalah Raksasa..Para Prajurit yang melihatnya segera berlari tunggang langgang menjauh sejauh mungkin menuju tempat aman.
Bian Sue mengeluarkan Binatang Rohnya berupa Elang putih sehingga ia berhasil lari dengan cepat saat menungganginya.
"Adikkk, kenapa bisa seperti itu??". Teriak Bian Sue saat menjajari Rubah Baihu Liena Sue.
"Aku juga tidak tahu". Jawab Liena Sue asal.
Duarrr.. Ledakan kembali terjadi saat Raksasa itu keluar dari lubang.
Mereka yang berhasil lari sampai dekat gerbang Istana kini memegang erat senjata masing masing .
"Kalian tidak akan bisa mengalahkanku dengan kekuatan Kecil itu!!". Ucap Makhluk itu dengan suara menggelegar.
"Itu adalah Raksasa Siwang". Ucap Liena Sue.
"Raksasa Siwang adalah Raksasa Legendaris yang di bangkitkan dari Jiwa Manusia penuh dendam. Dia sulit untuk di lukai, semakin banyak dia dilukai maka akan semakin banyak korban yang berjatuhan. Karena setiap serangan akan kembali kepada si penyerang". Sambung Liena Sue.
"Hentikan Serangan , Jangan menyerangnya atau kalian yang akan mati!!". Teriak Kaisar Bai.
Para Prajurit yang tersisa segera berlarian menuju ke tempat Kaisar Bai.
"Pinjam pedangmu". Ucap Liena Sue kepada Prajurit di dekatnya.
Liena Sue kemudian menggores sedikit tangannya kemudian mengoleskannya di pedang Prajurit itu kemudian menyerahkan Kembali kepada sang pemilik.
"Sekarang serang bagian matanya". Perintah Liena Sue.
prajurit itupun berlari menuju Raksasa itu kemudian melompat dan berhasil mengenai Matanya tanpa ia terluka sedikitpun.
"Itu berhasil". Teriak Prajurit lainnya.
"Na'er kenapa bisa?". Tanya Liena Sue.
"Karena hanya dengan Darah Murni Raksasa itu bisa di lukai". Jawab Liena Sue.
"Tidak, tidak bisa. Jika kau kehilangan banyak darah kau akan dalam bahaya". Ucap Rong Bai.
__ADS_1
"Tenang saja, hanya butuh semangkuk darah untuk semua prajurit".
"Baiklah, berjanjilah hanya semangkuk ".
"Iya Ah Rong".
Liena Sue menggores lebih dalam tangannya sehingga mengeluarkan cukup banyak darah dan di masukkan ke mangkuk yang di sediakan. Setelah selesai ia memberikan kepada Prajurit di dekatnya terlebih dahulu sebelum di serahkan ke seluruh prajurit.
Setelah beberapa prajurit telah mendapatkan darah Liena Sue mereka langsung menyerang Raksasa itu tanpa rasa takut, Sedangkan sisanya bergantian mengambil darah Liena Sue.
Liena Sue terlihat terhuyung huyung setelah mengeluarkan satu mangkuk darahnya, Rong Bai memapah ke benteng untuk mengantarkan Liena Sue istirahat.
Sedangkan Ayah dan yang lainnya kini telah menyerang Raksasa Siwang di deoan Benteng kerajaan Gu.
"Carikan Tabib kerajaan". Teriak Rong Bai.
"Kenapa dia jadi seperti ini Rong Bai ?". Tanya Yu Yin.
"Dia habis mengeluarkan banyak darah untuk membantu melawan Raksasa itu, Tolong jaga dia sampai pulih . Aku akan kembali ke medan perang, Ingat dia harus pulih sebelum membantu Kami". Ucap Rong Bai.
"Baiklah, kau tenang saja aku akan menjaganya. Bawalah Pangeran Silas bersamamu, untuk yang di sini kami bisa mengatasinya". Sahut Yu Yin.
"Tentu aku akan ikut turun ke medan Perang, Ku harap kalian berhati hati". Ucap Silas.
Setelah mereka berdua pergi, Tabib kerajaan pun mendatangi Yu Yin dan Liena.
"Tabib, disini". Ucap Yu Yin.
"Baiklah saya akan memeriksanya Nona".
Tabib itupun segera memeriksa dengan menekan denyut nadinya, setelah ia mendapatkan masalah dari dalam tubuh Liena Sue kini ia menjelaskannya kepada Yu Yin.
"Nona ini hanya kehilangan beberapa darah saja Nona, minum kan Pil Sumsum ini maka dia akan segera membaik". Jelas Tabib itu.
"Terimakasih Tuan Tabib, ini sedikit koin untuk biaya medis".
"Terimakasih Nona". Ucap Tabib kemudian ia pergi meninggalkan dua gadis tersebut.
Yu Yin meminumkan Pil Sumsum ke Liena Sue karena Liena kini sedang pingsan ia membantunya dengan menggunakan sedikit kekuatan Internalnya sehingga pil itu bisa masuk ke dalam tubuhnya.
Tak lama kemudian Liena Sue yang terbaring di ranjang darurat itu kini batuk dan perlahan membuka matanya, Yu Yin yang mendengarnya segera menghampiri Liena Sue yang sudah sadar itu.
"Kau baik baik saja Liena?". Tanya Yu Yin.
"Lebih baik, terimakasih sudah menjagaku". Jawab Liena dengan suara parau.
__ADS_1
"Janganlah sungkan seperti itu, kita adalah teman". Jawab Yu Yin dengan tulus .
"Yinyin, aku akan dek Ruang Dimensi dan berendam di sana beberapa saat untuk memulihkan diri. Tolong bilang Rong Bai, Jika ingin menghancurkan Raksasa itu mereka harus mencari Tubuh yang mengorbankan jiwanya untuk menghidupkan Raksasa itu. Jika sudah ketemu, Bakar saja dia maka Raksasa itu juga akan ikut terbakar". Jelas Liena Sue.
"Baik aku akan mengatakannya".
"Satu lagi, Berikan Surat itu ke kakak Bian Sue katakan dia harus memutuskan Formasi Boneka yang sudah ku gambar di surat itu". Sambung Liena Sue.
"Tentu, sekarang pergilah dan cepatlah. Kami pasti masih perlu Bantuan mu". Sahut Yu Yin.
"Tentu, Terimakasih Yinyin".
"Simpan kata terimakasih mu, aku sudah menerimanya terlalu banyak. Takutnya kau kehabisan kata hahahah".
"Huhh dasar, Kalau begitu aku pergi".
"Tentu".
Liena Sue pun memasuki Ruang Dimensi dari Giok Surgawi, Setelah memasukinya betapa terkejutnya setelah terakir kali ia memasuki Ruangan tersebut yang hanya ada Kolam suci dan beberapa Pohon saja serta padang rumput yang Luas. Kini berubah menjadi banyak sekali pohon dengan beraneka ragam buah, di dekat kolam Surgawi terdapat Bangunan nan megah tiga tingkat dengan taman yang begitu indah. Bak di negeri dongeng, ada Sungai Kecil di samping bangunan. Dan ada beberapa Pohon berwarna perak dan emas .
"Wahhh, Kenapa jadi sangat berbeda". Gumam Liena Sue .
Tanpa mau berpikir lama, Liena menanggalkan Pakaiannya kemudian. memasuki Kolam Suci untuk berendam memulihkan dirinya.
"Masterr... Master".
Terdengar suara Sayup sayup dari balik pohon yang membuat Liena Sue waspada dan menoleh kesana kemari.
"Siapa disana?".
"Master... Akhirnya kau datang juga". Ucapnya lagi tapi Liena masih tidak menemukan Sosok itu.
"Siapa kau, dan di mana kau??".
"Aku di pundakmu Master".
Liena Sue pyn dengan otomatis menoleh ke arah Pundaknya dan menemukan sosok Burung hitam yang begitu kecil.
"Kau .. seekor burung?". Tanya Liena Sue
"Aku bukan burung Biasa Master, aku adalah Phoenix". ucap burung itu penuh percaya diri .
"Pfft... Phoenix dari mana? Bulumu saja berwarna hitam, yang kutahu Phoenix itu berwarna Merah api"
"Huhh, jika aku dewasa nanti aku juga akan menjadi apa yang kau maksudkan itu Master. Hanya saja aku masih terlaku kecil".
__ADS_1