Menjadi Pelayan Pangeran Bupati

Menjadi Pelayan Pangeran Bupati
Dunia Siluman


__ADS_3

Kupu kupu Surga Ziguang kini telah sampai di dekat Rong Bai, ia hinggap di jari Rong Bai yang tengah memainkan seutas tali. Rong Bai yang menyadarinya langsung berbalik dan mengambil gulungan kecil yang berada di kaki kecil kupu kupu itu.


"Teman teman, sepertinya setelah makan kita harus bergegas. Liena kini di culik aliansi bertopeng untuk di jadikan sandera". Ucap Rong Bai.


"Benarkah? Darimana kau tahu?". Tanya Silas.


"Ini, kalian baca sendiri". Jawab Rong Bai sembari memberikan kertas kecil dari Liena Sue.


Mereka bertiga bergantian membaca tulisan Liena Sue, kemudian mereka memutuskan untuk segera berangkat. Masalah makan malam mereka bisa tunda hingga nanti.


Jika mereka bergerak cepat besok pagi mereka pasti sudah sampai di Desa Fu dengan cepat.


"Rong Bai, Bukankah petanya di bawa Oleh Liena Sue?". Tanya Yu Yin.


"Ya, tapi di surat kecil itu dia bilang jika dia diam diam memberikannya pada dirimu. coba kau cek kantongmu". Jawab Rong Bai.


Dan benar, setelah Yu Yin mengecek kantongnya dia menemukan Peta ke Desa Fu. Dia membuka perlahan peta tersebut dengan tangan satunya masih berpegangan di tali kuda.


"Ketika kita nanti menemukan Patung Buddha di tengah hutan, kita harus mengambil jalur kanan". Teriak Yu Yin setelah membaca peta.


"Kau salah, kita harus berhenti di depan Patung". Sangkal Rong Bai.


"Tapi di peta..".


"Kau akan tahu setelah melihatnya". Potong Rong Bai.


Yu Yin pun terdiam dan memilih percaya dengan Rong Bai, begitupun Liu Zhang dan Silas yang tidak ingin ikut berbicara apapun.


..


Setelah berhasil membuat Liena Pingsan mereka mengikat Liena kemudian memasukannya ke kereta kuda, dengan kecepatan tinggi mereka pun pergi dari hutan tersebut.


Karena di dalam gerbong hanya ada dirinya saja, Liena Sue membuka matanya kemudian mendongak ke arah jendela melihat keadaan di luar .


"Sesuai rencana, mereka pasti akan membawaku". Gumam lirih Liena Sue.

__ADS_1


Memang sejak awal dia hanya pura pura pingsan , jika itu Kultivator lain pastinya akan pingsan bahkan tidak bisa menggerakkan tubuhnya ketika sudah menghirup asap beracun itu. Untung saja darah Liena adalah darah Dewa Murni sehingga kebal terhadap racun apapun.


Rombongan bertopeng itu akhirnya sampai di depan patung Buddha yang tidak terlalu besar, mereka merapal mantra sehingga terbukalah sebuah cahaya teleportasi di depan Patung Budha.


Liena mencatat dengan cepat mantra itu kemudian membuangnya di tanah, Setelah selesai mencatat ia kembali mengikat tangannya sendiri .


Liena pun memasuki cahaya dan akhirnya mereka sampai di sebuah pemukiman yang Cukup Megah dan tentunya begitu sepi di malam hari. Pria pria bertopeng itu membawanya ke sebuah Mansion besar kemudian menguncinya di Kamar yang begitu mewah.


"Yang Mulia, kami menemukan Gadis ini di hutan".


"Bagu, kelihatannya dia sangat cantik. Kau pergi ke akuntan dan ambil Hadiahmu".


"Baik Yang Mulia".


Pria itu kemudian mendekati Liena Sue yang masih diikat di atas ranjang, perlahan ia melepaskan ikatannya dan membelai rambut Liena dengan lembut .


"Kau akan menjadi Ratuku Nona, tidak ada yang bisa keluar dari Dunia Siluman ini. Dan Kau akan menjadi Permaisuri Kaisar ini". GumAm Pria Muda itu yang ternyata adalah Kaisar.


"Aku akan pergi kali ini karena kita belum menikah nona, tapi nanti jika aku sudah menikahimu aku akan membuatmu tidak pernah melupakan diriku". Ucap Kaisar itu lagi sembari tersenyum penuh kemenangan.


Sedangkan Liena Sue membuka matanya setelah Kaisar Muda itu pergi.


"Ternyata ini Dunia Siluman, pantas saja menggunakan Mantra. Dan apa dia bilang tadi, Ratunya.. Astaga aku tidak akan mau menjadi Ratu Siluman ". Gumam Liena Sue.


Liena Sue kini duduk di tepi ranjang menunggu hari , Setiap jam makan malam pelayan melayani dengan makanan yang sangat baik.


Kini hari menjelang petang Liena yang sudah membersihkan diri kini tengah duduk di dekat jendela untuk melihat suasana luar Mansion. Terlihat pemandangan bangunan yang sangat berbeda dari dunianya,begitupun penduduknya yang berbeda karena mereka ras siluman .


.....


Sedangkan Rong Bai dan teman temannya kini telah sampai di depan patung Buddha, ia berhenti sejenak di depan Patung Rong Bai kini terlihat mencari cari sesuatu di tanah hingga ia menemukan secarik kertas yang sengaja di jatuhkan Oleh Liena Sue.


"Kuda kalian aku akan menyimpannya, Sekarang kalian bersiaplah untuk memasuki Portal". Ucap Rong Bai.


Mereka bertiga pun hanya menganngguk kemudian berdiri berjajar, sedangkan Rong Bai tengah merapal mantra dari tulisan di kertas yang ia temukan.

__ADS_1


Setelah selesai Merapal Mantra Sebuah portal besar kini muncul di depan mereka, Yu Yin dan Yang lainnya begitu terkejut akan tetapi tidak ingin bertanya terlebih dahulu sebelum menemukan Liena Sue .


Mereka memasuki Portal tersebut, terlihat perbedaan waktu yang cukup banyak ketika memasuki Portal itu. Sebelum mereka memasuki Portal di luar sana sudah sekitar jam sembilan malam, akan tetapi setelah memasuki Portal suasananya masih siang hari.


"Rong Bai, Lalu apa rencanamu?". Tanya Pangeran Silas.


"Kita harus menemukan penginapan dahulu baru kita membicarakan Rencanannya". Jawab Rong Bai.


Sebelum mereka mencari Penginapan, mereka kini pergi untuk mengisi perut terlebih dahulu.


Saat mereka berada di dalam kedai makan, terlihat orang orang tengah membicarakan sesuatu dan terdengar jelas oleh Rong Bai dan lainnya.


"Kau dengar, akhirnya Kaisar sudah menemukan Calon Ratu dari Dunia Manusia".


"Ya aku mendengarnya, Tapi bukankah ada Rumor lain bahwa Gadis itu hanyalah Sandera untuk menghukum Manusia yang ingin Menyelidiki Ras kita".


"Entahlah, tapi baru saja aku mendengar Kaisar menyukai Gadis itu jadi tidak hanya akan menjadi Sandera tetapi juga menjadi Ratu Kita".


Rong Bai Menebak nebak jika Gadis manusia yang di bicarakan Orang orang itu adalah Liena Sue, begitupun teman temannya.


"Rong Bai, apa ini Dunia Siluman?". Tanya Liu Zhang berbisik.


"Ya kau benar, sepertinya Liena Sue berada Di Istana Siluman".Jawab Rong Bai.


"Apa mereka tidak bisa mencium Bau kita?".


"Bisa, tapi mereka hanya menganggap kita sebagai turis tidak lebih".


"Pantas saja mereka begitu ramah, ternyata banyak turis manusia yang berada di Dunia Silan ini".


"Sudah jangan banyak bertanya, cepat kita selesaikan makan kita lalu kita cari penginapan" . Sahut Yu Yin.


Merekapun mengangguk setuju kemudian makan bersama dalam diam.


Setelah selesai menyantap makanan, mereka pun segera mencari penginapan yang dekat dengan Istana Kerajaan Siluman agar lebih dekat.

__ADS_1


Mereka mendapatkan Tiga kamar Vip , Rong Bai mendapat kamar sendiri, Yu Yin pun sama tetapi Liu Zhang dan Silas mendapat kamar berdua. Setelah mendapatkan kunci masing masing kini mereka tengah berkumpul di kamar Rong Bai untuk membahas rencana.


__ADS_2