
Hari demi hari telah di lewati, Sebelum masuk ke Akademi Kota Suwan mengadakan Festival bunga persik di tengah musim semi .
Hiasan hiasan dan lampion kini di tata seindah mungkin, Bunga bunga di jajar di setiap depan Mansion. Para Pedagang semakin meriah dengan warna warni dagangan yang bervariasi.
Liena Sue kini tengah berjalan jalan bersama Yuri di Pusat Kota untuk melihat Festival lebih dekat.
Para Warga berpartisipasi untuk mengisi acara dengan tari, nyanyian dan yang lainnya membuat semarak Festival semakin meriah.
"Putri, lihatlah tarian itu sungguh menakjubkan". Ucap Yuri .
"Mereka sangat berbakat, ayo kita lihat sebelah sana. Aku ingin membeli beberapa Camilan".
"Ayo kita berbelanja putri". Ucap Yuri dengan semangatnya .
Mereka membeli camilan atau apapun itu yang menurut mereka menarik, Liena menyimpan semuanya di dalam Cincin Sepesialnya sehingga tidak kesulitan membawa puluhan kantong belanja.
Ketika mereka sedang asyik berbelanja tak sengaja Liena Sue menabrak seseorang.
"Maaf Nona, apa kau baik baik saja". Ucap pemuda itu.
"Ehh iya aku baik baik saja". Jawab Liena Sue kemudian mendongak ke arah pemuda itu.
Pemuda itu terlihat terpesona oleh kecantikan Liena Sue , dilihat dari cara ia memandang yang tak berkedip. Pelayan pemuda itu segera memecahkan lamunan sang Master.
"Tuan Muda". Ucap Pelayan Itu .
"Eh ya, perkenalkan Namaku Qiu Bin. Dan bolehkah aku mengetahui namamu Nona?". Tanya Qiu Bin.
"Liena Sue". Singkat Liena.
"Ah ya nona, sepertinya anda bukan dari Kota Suwan. Apakah anda Turis?". Tanya Qiu Bin.
" Aku dari Negara Ba, dan disini untuk belajar di Akademi Langit Suang". Jawab Liena Sue .
" Wah , berarti Nona ini Murid baru ya.. Oh Ya , bolehkah Tuan Muda ini mentraktir Nona sebagai tanda permintaan Maaf?".
"Benar, Murid Baru.. dan maaf Tuan Muda Qiu, Sepertinya hari mulai petang dan kami harus segera kembali. Sudah terlalu lama di luar".
"Yahh begitu ya, yasudah Nona. apa perlu diantar?".
"Tidak.. tidak Tuan Muda.. Kami bisa. sendiri". Jawab Liena Sue memaksakan tersenyum.
" Baiklah Nona kalau begitu, Hati hati. Semoga kita bertemu lagi Nona Cantik".
Liena Sue hanya tersenyum dan mengangguk kemudian segera berlalu meninggalkan Qiu Bin .
"Sill,". Panggil Qiu Bin.
"Ya Tuan Muda".
__ADS_1
"Cari tahu tentang Nona Liena , dan ikuti dimana ia tinggal".
"Baikm Tuan Muda". Jawab Sill.
Sill pun segera pergi menjalankan tugasnya, sedangkan Tuan Muda Qiu tengah menatap kepergian Liena Sue dengan pembantunya.
"Kita harus bertemu lagi Nona, Kau harus menjadi Milikku". Gumam Qiu Bin yang kemudian meninggalkan Festival juga.
...
Liena Sue terlihat mengendap endap saat sudah berada di Mansion, ia takut Sang kakak mengetahui dan memarahinya karena keluar tanpa berpamitan.
Dia berjalan perlahan seperti pencuri, tetapi tidak memperhatikan jalan di depannya karena ia sibuk melihat kiri dan kanan.
Bugg..
"Darimana Kau Na'er?". Tanya Bian Sue yang berdiri di depan Liena.
"Heheheh, dari menonton Festival ". Jawab Liena Tersenyum sembrono.
"Kauu yaa,, kenapa tidak pamit.. Seharusnya kau bisa keluar denganku atau Tunanganmu!! Atau mungkin kau ingin mencuci mata haah". Ucap Bian Sue sambil menjewer kuping Liena.
"Aww.. kak sakit.. Iya iya maaf... besok kita pergi bersama". Jawab Liena Sue yang berusaha melepaskan kupingnya dari tangan Bian Sue.
" Awas kau kalau keluar sendiri". Ancam Bian Sue.
"Cepat mandi, makan malam mu sudah ada di kamar". Ucap Bian Sue yang kemudian berlalu meninggalkan Liena Sue.
"Iya". Singkat Liena Sue sembari menghentakkan kakinya karena kesal.
Liena pun segera masuk ke dalam kamar, mencopot pakaiannya kemudian menuju bak mandi super besar yang sudah di siapkan untuknya.
"Ahh segarnya". Gumam Liena yang kini sudah menceburkan badannya.
Liena Sue memejamkan matanya untuk merilekskan diri, tanpa ia sadari sepasang tangan kekar kini memijat lembut ujung kepalanya.
Dia mendongak dan mendapati Rong Bai yang tengah tersenyum dengannya.
"Apa Kau butuh bantuan Yang Mulia". Ucap Rong Bai.
"Ehh sejak kapan kau masuk ke kamarku?".
"Sejak kau memasuki kamarmu". Jawab Rong Bai dengan entengnya.
Raut wajah Liena tiba tiba bersemu merah, pasalnya pasti Rong Bai melihatnya menanggalkan semua pakaiannya. Larena terlalu malu diapun segera menutup wajahnya dan bergeser untuk menghindari Rong Bai.
"Hemm,, tenang saja. Aku tidak melihatmu menanggalkan pakaian, tapi... sepertinya aku sedikit mengintip".
Liena Melotot ketika mendengar penjelasan Rong Bai yang tidak masuk akal itu, sehingga membuat wajahnya semakin bersemu merah.
__ADS_1
"Dasar Mesum, Cepat pergi dari kamarku. Aku akan berganti pakaian". Ucap Liena Malu malu.
"Aku akan membantumu berganti pakaian".
"Tidak, tidak... ".Tolak Liena Sue.
Rong Bai terkikik geli melihat Liena yang tersipu malu, kemudian dia segera beranjak pergi menuju tempat makan di kamar Liena untuk menunggunya makan bersama.
Liena Sue bernafas lega dan segera beranjak dari bak mandi untuk berganti pakaian, sebenarnya ia masih ingin berendam tetapi karena ada Rong Bai ia mengurungkan niatnya.
Setelah selesai berpakaian Liena Sue segera menuju Meja Makan yang sudah ada banyak jenis makanan dan pastinya ada Rong Bai di sana.
"Kau belum makan malam Ah Rong?". Tanya Liena Sue.
"Sudah, aku hanya ingin menemanimu makan Na'er". Jawab Rong Bai.
"Benarkah? bagaimana kalau aku menyuapimu . Lihatlah makanan sebanyak ini aku tidak mungkin habis".
"Baiklah,". Singkat Rong Bai .
"Ehhh,, Trik tersembunyi". Gumam Liena Sue.
Liena Sue segera mengambil nasi dan beberapa lauk di mangkuknya, sesekali dia menyuapi Rong Bai yang selalu saja memandangnya.
Wajah Liena Yang semakin bersemu merah karena terlalu dekat dengan Rong Bai, membuat gemas siapapun yang melihatnya. Hingga Kebiasaan Rong Bai pun mulai muncul lagi, ia mencubit gemas pipi putih Liena Sue sehingga yang punya pipi mengaduh kesakitan.
"Awww.. Ah Rong kau kebiasaan". Keluh Liena Sue.
"Maaf,". Singkat Rong Bai yang menahan senyumnya.
Waktu berjalan lambat, makanan demi makanan di atas meja perlahan habis tak tersisa. Liena yang sudah sangat kenyang mencoba berhenti untuk menyelesaikan makanannya. Setelah itu, ia bergegas meminta pelayan untuk membereskan meja makannya karena ia sudah sangat lelah.
"Ah Rong, aku ingin istirahat. Kau boleh pergi ke kamarmu". Ucap Liena Sue sambil menguap .
" Tapi, aku ingin disini saja". Ucap Rong Bai menolak.
"Kita belum menikah, dan pasti banyak rumor buruk yang menyebar jika perempuan dan lelaki tidur dalam satu kamar sebelum menikah. Apalagi kita anggota kerajaan". Jelas Liena Sue
"Baik kalau begitu, selamat malam".
Cupp..
Rong Bai mengecup dahi Liena sebelum ia kembali ke kamarnya sendiri. Dia berbalik dan tersenyum, kemudian hilang dari balik pintu kamar Liena Sue.
"Akhirnya aku bisa tidur".
Liena Sue segera melompat ke ranjang untuk tidur, tapi sebelum memejamkan matanya tiba tiba sekelebat bayangan hitam tiba tiba melewati luar jendela kamarnya yang terdapat pohon besar.
"Sepertinya ada penguntit, aku akan memeriksanya besok". Batin Liena Sue.
__ADS_1