Menjadi Pelayan Pangeran Bupati

Menjadi Pelayan Pangeran Bupati
Perang Usai


__ADS_3

Tak sampai di situ saja, Raja Iblis kecil pun juga menyaksikan seluruh keluarganya di penggal dan tubuhnya di bakar dengan Api Abadi. Raja Iblis kecil melihat dengan benar Sosok Dewa yang sudah membuat Seluruh Keluarganya Mati di bantai, Sejak saat itu Dia semakin membenci Para Iblis dan mulai muncul ambisi untuk menguasai Enam Dunia terutama Alam Dewa.


Setelah Kejadian pembantaian Lara Dewa itupun kembali ke Alam mereka, Sehingga anak anak yang di sembunyikan di dalam Sumur Tua pun segera keluar dan berlari menuju Keluarga mereka yang sudah di lahap api Abadi.


Di sana muncul benih benih kebencian yang mendalam di dalam diri Raja Iblis. Setelah Kejadian itu, Para Tetua Yang masih hidup menobatkan Raja Iblis kecil menjadi Kaisar Alam Iblis yang baru karena hanya dia keturunan mendiang Raja yang masih hidup. Serta Sekitar enam orang anak iblis yang bersamanya di dalam sumur Tua itu diangkat menjadi antek Raja Iblis dan Menteri dengan berkedudukan tinggi.


Para Rakyat sempat menolak keputusan Para Tetua karena mereka di pimpin oleh seorang anak kecil, Namun Raja Iblis kecil yang sudah menguasai Banyak Ilmu sihir pun berhasil membungkam Para Rakyat sehingga mau tidak mau pun mereka harus tunduk kepada Raja Iblis baru mereka.


**Flashback Off**....


"Jadi Kau adalah anak mendiang Raja? Ck pantas saja kau begitu sombong". Ucap Kaisar Yuwen.


"Diam!!! Kau Pembunuh!!! Kau tidak bisa di sebut sebagai Dewa Yang Agung!!". Bentak Raja Iblis.


"Heh, Asal kau tahu kenapa aku membantai keluargamu . Jika dia tidak melakukan kesalahan mereka tidak akan ku bunuh". Ucap Kaisar Yuwen.


"Omong Kosong!!".


"Kau tahu mereka punya kesalahan apa? Ayahmu dan seluruh keluargamu membunuh Ayah dan Ibuku di alam Iblis, Mereka membunuh orag Tuaku karena apa? Karena mereka iri di lahirkan sebagai Iblis bukan sebagai Dewa. Dan jahatnya lagi, Ayahku di kebiri dan Ibuku di setubuhi oleh Puluhan Iblis!! Jika kau pada posisi itu apa yang akan kau lakukan? Bukankah akan melakukan hal yang sama kan?!!".


"Cukup!! Mereka tidak akan melakukan semua itu!!". Sangkal Raja Iblis.


Kaisar Yuwen tersenyum miring kemudian menghentikan Yuna Yuwen memberikan energi internal miliknya.


"Hentikan Adik, Sudahlah semua percuma".


"Tidak kakakk, Aku akan berusaha ". Jawab Tuna Yuwen.


"Ingat, Setelah aku pergi. Kau akan menjadi penggantiku sementara setelah itu terserah pada kau mau kau berikan tahta itu kepada Siapa. Aku titip Kai Yuwen ya.Yang jelas aku minta maaf padamu Yuna, Lindungi Li Na dengan Baik dan salam untuknya. Ambil Token ini, Simpan baik baik berikan pada Penerus tahta selanjutnya, Aku percaya padamu Yuna". Ucap Kaisar Yuwen yang tiba tiba mendorong Dewi Yuna dengan tenaga dalamnya hingga terpental cukup jauh.

__ADS_1


Setelah merasa sang adik telah menjauh, Kaisar Yuwen pun segera mengambil pedangnya yang terjatuh tak jauh dari tempatnya. Dengan gerakan cepat ia menusuk dadanya tepat di jantungnya, Ia memuntahkan darah segar kemudian tersenyum kepada adiknya Yuna Yuwen yang sudah histeris melihat sang kakak bunuh diri.


"Kakak!!!!!". Teriak Dewi Yuna membuat semua yang berada di sana menoleh kearah kejadian.


Tak hanya Kaisar Yuwen saja yang memuntahkan darah, Raja Iblis pun merasakan hal yang sama. Iapun terjatuh sambil memegangi dadanya yang terasa sakit kemudian tumbang setelah memuntahkan berteguk teguk darah.


Setelah kematian Kaisar Yuwen dan Raja Iblis, Para Iblis bawahannya pun berubah menjadi debu. Para pasukan yang menjadi mayat hidup karena serangga beracun pun kini semua pingsan dan kembali normal .


Kai Yuwen melihat Ayahnya tergeletak pun segera berlari menuju Sang Ayah samb meneteskan air mata.


"Ayahhh... Bibi... Kenapa Ayah?".. Tanya Kai Yuwen kepada Yuna Yuwen yang juga tengah menangis.


"Ayahmu mengorbankan dirinya demi kita". Jawab Yuna Yuwen.


"Tidak Ayah, Jangan Tinggalkan Kai... Kumohonn".


"K.. Kai.... Hiduplah lebih baik, Ingat... Kau harus menurut dengan Bibimu itu oke". Ucap Kaisar Yuwen yang akhirnya menutup matanya.


Namun terlambat, Tubuh Raja Iblis dan Kaisar Yuwen pun menghilang seperti debu. Hanya ada satu batu jiwa yang akhirnya redup dan berubah menjadi debu Pula.


Kai Yuwen sempat limbung namun di tolong oleh Rong Bai dan yang lainnya.


"Kakak janganlah bersedih, Paman sudah tenang di sana.. Ingat masih ada kita semua". Ucap Liena Sue menenangkan.


"Tapi Liena, Bahkan batu Jiwa ayah pun hancur. Itu berarti ayah tidak akan bisa berengkarnasi".


"Ayahmu memang tidak bisa berengkarnasi, tapi Ayahmu sudah tenang bersama Sang Maha Kai... ". Sahut Rong Bai.


"Terimakasih kalian telah peduli padaku".

__ADS_1


"Sama sama, Bagaimana kalau kita kembali terlebih dahulu dan setelah itu kita peringati hari kematian Kaisar".


"Baiklah Rong Bai". Jawab Kai Yuwen oun segera berdiri di bantu Rong Bai dan Xiang Lian .


"Ibu, Ayo kita ikuti mereka". Ucap Liena Sue kepada Yuna Yuwen .


"Baiklah, ".


....


Setelah peperangan besar itu kini Kerajaan Langit di Alam Dewa sementara di pimpin oleh Yuna Yuwen selaku Dewi Agung, Hingga akhirnya ia memutuskan memilih Kai Yuwen sebagai anak mendiang Kaisar sebagai Kaisar selanjutnya.


Xiang Lian meminta maaf kepada semua para Dewa Dewi dan bersedia mendapat Hukuman apapun untuk menebus kesalahannya.


Kaisar Kai yang bijaksana pun tidak menghukum berat karena Xiang Lian yang tidak tahu tentang rencana Sang Ayah, Xiang Lian di hukum untuk hidup di Dunia Fana dan menjalani hukuman Langit dan bumi selama seratus tahun baru setelah itu ia diijinkan kembali Ke alam Dewa.


Sedangkan Liena dan Rong Bai lebih memilih hidup di Dunia Manusia, Karena mereka sudah mempunyai keluarga di dunia Manusia.


"Apa Kau yakin Li Na, tidak ingin tinggal?". Tanya Yuna Yuwen.


"Yakin Ibu, aku sudah mempunyai Kehidupan sendiri. Walaupun kami bukan lagi makhluk fana, Paling tidak biarkan kami menikmati kehidupan di dunia Fana sebelum semua keluarga kami mati seiringnya waktu".


"Baiklah jika itu keputusanmu Li Na, Ibu akan menunggumu, Rong Bai jaga Li Na atau Liena ini untukku. Alam Dewa selalu menyambut kalian seratus atau seribu tahun lagi". Ucap Dewi Yuna.


"Baik Dewi, Aku akan selalu menjaga Liena dan kami janji akan kembali setelah keluarga kami benar benar sudah selesai".


"Kalau begitu mari ku antar kalian, Ingat hati hati... ".


"Baik ibu".

__ADS_1


Akhirnya Liena Sue dan Rong Bai pun sampai di Gerbang Dunia, Perbatasan antara dunia Dewa dengan Dunia Fana. Liena dan Rong Bai melambaikan tangannya kepada orang orang yang mengantar mereka sebelum mereka benar benar menghilang.


Semua Warga Alam Dewa sudah menerima Liena sebagai Rengkarnasi dari Manusia Setengah Dewa yang di percaya akan menjadi Dewi perdamaian nantinya.


__ADS_2