
Setelah pertemuan singkat dengan Teman Lama, Mereka pun akhirnya memilih untuk pulang. Liena dan Rong Bai pun juga kembali ke kamar mereka karena Hari sudah mulai petang.
Mereka segera membersihkan diri dan makan malam sebelum tidur, Namun ketika akan beranjak ke Ranjang tiba tiba ada yang mengetuk pintu perlahan.
"Siapa?". Tanya Liena dari dalam
"Ini aku Kai Yuwen". Sahut Dari luar.
Mendengar Nama Kai Yuwek, Liena pun bergegas berlari menuju Pintu untuk membukakan pintu kakak Dewanya itu.
"Na'er hati hati ingat kau ini sedang hamil". Ucap Rong Bai memperingatkan sambil berjalan di belakang Sang Istri dengan perlahan.
"Iya aku tahu". Sahut Liena Sue yang kemudian membuka pintu dengan tidak sabar.
Saat pintu di buka, Terlihatlah pemandangan yang menakjubkan di luar sana. Para Prajurit Dewa yang mengenakan Pakaian serba putih dengan Baju Besi emas kini tengah membawakan banyak sekali Kotak besar maupun kecil , Kotak dengan ukiran yang tidak ada di Dunia Fana bahkan ada yang hanya kotak transparan sehingga terlihatlah isi di dalamnya.
Tak hanya itu saja, Pelangi pelangi yang menghiasi sekeliling Prajurit membuat Liena Sue begitu kagum. Apa Lagi setelah melihat Sosok cantik yang turun dari Pelangi besar menuju ke tempatnya, Dengan Pakaian putih beraksen emas berkibar menambah keagungan Yang begitu menakjubkan.
"Ibu...". Teriak Liena Sue saat melihat Sosok wanita itu yang tak lain adalah Yuna Yuwen.
"Hai sayangku... Ibu sangat merindukanmu". Ucap Yuna Yuwen bersiap memeluk Sang gadis yang berdiri tak jauh darinya.
Liena Sue pun berjalan penuh haru dan akhirnya memeluk erat Dewi Yuna karena rasa rindu selama ini.
"Kudengar kau hamil gadisku?". Tanya Dewi Yuna sambil melepaskan pelukannya.
"Benar Ibu, Mari kita masuk dulu baru membicarakannya". Jawab Liena Sue.
"Baiklah".
"Salam Dewi Yuna, Salam Dewa Kai". Ucap Rong Bai.
"Tidak perlu terlalu sopan Rong Bai, Kau bisa memanggilku Ibu seperti Liena dan kau bisa memanggil Kai dengan sebutan Kakak Ipar saja". Sahut Dewi Yuna.
"Baik Ibu, Terimakasih. Mari Masuk".
Mereka pun memasuki kamar Liena Sue bersama Kotak kotak hadiah yang di tata rapi oleh para Prajurit langit itu.
Pelayan Yuri pun menyiapkan teh dan hidangan untuk menemani obrolan mereka.
__ADS_1
"Ibu, kenapa membawa banyak sekali kotak hadiah?". Tanya Liena .
"Itu hanya beberapa sayang, Ibumu ini sangatlah senang mendengar anak ibu di berikan kehamilan". Jawab Dwi Yuna .
"Terimakasih ibu".
Mereka pun saling berbincang santai sampai waktu tengah malam tiba dan Dewi Yuna dan Kai Yuwen pun memilih pamit karena mereka sudah cukup lama keluar dari Istana Langit.
....
Hari di mana keberangkatan Liena dan lainnya menuju Akademi Langit Suang telah tiba, Awalnya Kaisar Bai dan Selir Agung Luo tidak mengijinkan. Namun karena Liena Sue yang pandai berbicara akhirnya mereka mau tak mau mengijinkan sang menantu untuk pergi mengikuti ujian Akhir.
Kereta kuda mewah dari Kerajaan pun sudah berjajar rapi di pintu gerbang Kerajaan bersiap menunggu Para Pangeran Dan pasangan yang akan pergi pagi ini juga.
Liena Sue memakai baju berwarna ungu terang dengan sedikit perhiasan di rambutnya, Dan Rong Bai memakai Baju berwarna Ungu yang lebih gelap sehingga membuatnya serasi dengan Sang Istri.
Sedangkan Shilin dan Yu Yin kini menggunakan pakaian senada, Berwarna Hijau Tua sehingga membuat mereka juga terlihat sangat serasi.
Tak lama kemudian Kereta Kuda Liu Zhang kini tiba dan bergabung dengan Rombongan Kerajaan.
"Haii kalian,, Apa kalian sudah siap?". Tanya Liu Zhang.
"Tentu saja kami sudah siap". Jawab Shilin sambil melambaikana tangannya.
"Tentu.."
Jawab Shilin.
Mereka berempat segera memasuki Kereta Kuda yang tengah di siapkan, Setelah semua di rasa sudah siap mereka pun segera berangkat sambil berpamitan kepada Kaisar Dan Selir Luo yang mengantar mereka sampai Gerbang Istana.
Para Rakyat pun juga mengantar mereka sampai gerbang kota pasalnya karena mereka Negara Gu bisa aman dan damai sekarang. Banyak pujian dan Doa yang di lontarkan para Rakyat agar Rong Bai dan lainnya di Berkati Oleh Dewa.
Sesampainya di Gerbang Kota, Terlihatlah Kereta Kuda milik Liu Zhang yang sudah menunggu cukup lama . Setelah saling bertemu mereka pun segera melanjutkan perjalanan kembali.
Sesekali mereka berhenti hanya untuk sekedar mengisi perut, bahkan sesekali berburu Hewan Liar di kala stok makanan mulai menipis.
Hari ini sudah hari ke lima mereka melakukan perjalanan menuju Akademi Langit Suang yang telah lama Mereka tinggalkan. Hari ini mereka menemukan Kota yang cukup ramai jadi memilih untuk bermalam semalam di Kota itu untuk beristirahat sejenak .
Sesampainya Di Kota kecil para Pelayan segera memesankan penginapan untuk mereka semua.
__ADS_1
"Kamar yang lumayan nyaman di kota kecil terpencil ini". Gumam Liena Sue yang langsung berbaring di Ranjang penginapan tanpa berganti pakaian terlebih dahulu.
"Benar Istriku, Kota yang sunyi tapi nyaman. Ehhhh jangan tidur dulu Na'er kau belum membersihkan diri, berganti pakaian, atau makan malam". Ucap Rong Bai ketika mendapati Liena tengah menutup matanya.
"Sebentar saja Ah Rong, Kumohon". Sahut Liena Sue.
"Tidak, Kau harus mandi dulu sayang, Ingat kau ini hamil harus menjaga kebersihan ". Ucap Rong Bai tak mau kalah.
"Ahhh , Rong Bai...".
"Kau panggil apa tadi?". Tanya Rong Bai .
"Hehehe maaf, Ah Rong aku malas sekali tau". Rengek Liena Sue.
"Hmmm, Kau ingin berjalan sendiri atau ku bawa paksa". Ancam Rong Bai berpura pura marah.
"Coba saja kalau bisa". Ejek Liena Sue yang kemudian menutupi dirinya dengan selimut.
Rong Bai yang merasa jengkel pun segera menggendong Liena Sue walaupun dia masih di dalam selimut, Liena memberontak namun masih kalah dengan tangan kekar yang mencengkeram erat tubuh mungilnya.
"Ah Rong lepaskann".
"Bukankah tadi kau menantangku Na'er, Nah sekarang bagaimana siapa yang kau anggap kalah". Sahut Rong Bai sambil tersenyum penuh kemenangan.
"Ahh Rong...".
Byurrr...
Rong Bai melepas selimut yang melilit Liema Sue, Hingga tubuh yang masih langsing itu tercebur kedalam Bak mandi yang cukup lebar dan cukup untuk lima orang.
Badan Liena Sue basah kuyup, Hingga yang awalnya ia merasa mengantuk kini terlihat sedikit segar karena terkejut.
"Ahh Rong kau menyebalkan". Runtuk Liena Sue.
Rong Bai tidak menghiraukan sama sekali apa yang di bicarakan Liena, Ia hanya fokus melepas pakaianya hingga bertelanjang dada. Melihat sang Suami bertelanjang dada, Liena otomatis menutup matanya dengan telapak tangannya ( Mungkin tidak bisa di bilang menutup matanya karena jari jarinya yang tidak rapat sehingga masih terlihat dengan jelas).
Rong Bai memasuki Bak dengan tenang tanpa berbicara sedikitpun.
"Aku sudah selesai, Aku akan berganti pakaian". Ucap Liena Sue malu malu.
__ADS_1
"Pakaianmu belum di lepas, dari mana selesainya. kemarilah ku bantu melepasnya Na'er". Ucap Rong Bai sambil mencekal tangan istrinya yang ingin keluar dari bak dengan tatapan penuh nafsu.
Liena Sue meneguk ludah ketika melihat tatapan Sayu penuh nafsu dari sang suami, ia ingin memberontak namun tidak bisa jadi ia hanya di dan pasrah terhadap Rong Bai yang membantunya melepas pakaian yang sudah basah itu.