
Yuna Yuwen tak kuasa menahan tangisannya, hingga kemudian ia baru sadar Sang Putri kini tengah dalam bahaya.
Yuna Yuwen menghampiri Putrinya yang tengah lemas karena dicekik oleh dewi Xiang .
"Li Na,,ini ibu nakk..".
" Ibu, benarkah? Ibu aku merindukanmu". Ucap Li Na irihh..
"Ibu akan melindungi mu putriku, kau tenang saja".
"Terimakasih Ibu".
Mereka berdua saling berpelukan melepas rindu, Sedangkan Dewi Xiang tengah berjibaku melawan Kai Yuwen dan Bai Rong.
Kekacauan yang mereka buat menarik perhatian Dewa Yuwen dan yang lainnya.
Mereka turun ke dunia Fana untuk melihat kekacauan tersebut.
Alangkah terkejutnya ayah dari Dewi Xiang yang tengah melihat Sang anak melawan dua dewa kuat itu.
Dewa Yuwen segera menghentikan pertarungan mereka secepatnya dengan kekuatan besarnya .
"Berhenti!!". Teriak Dewa Yuwen dengan suara menggelegar.
Mereka pun berhenti, Dewa Yuwen menghampiri Sang anak yang berdiri di dekat Bai Rong. Dan sesekali melirik Yuna Yuwen yang tengah memeluk sang anak.
"Ada apa ini?". Tanya Dewa Yuwen selaku Dewa tertinggi di Dunia dewa.
"Ayah Dewi Xiang menyerang Li Na tanpa Sebab". Jawab Kai Yuwen.
"Apakah begitu Dewi Xiang?". Tanya Dewa Yuwen.
Ayah Dewi Xiang terlihat marah namun juga takut jika Dewa tertinggi akan menghukum Xiang'ernya, namun dia tidak bisa apa apa.
"Itu,,, Itu karena J*l*ng ini yang merayu Dewa Kai". Jwab Dewi Xiang masih dengan Sombongnya.
Plakkk.. Satu tamparan melayang dari Yuna Yuwan.
"Dewi Agung, apa maksudmu?". Tanya Dewi Xiang yang sama sekali tidak takut.
"Berani beraninya kau mengatakan Li Na sebagai J*l*ng!!".
"Jadi dia anak dari Suami Fanamu itu?".
__ADS_1
Plakkk.. Kali ini Dewa tinggi Yuwen yang menampar Keras wajah Dewi Xiang.
"Yang Mulia...".
"Lancang!! Kau hanya Seorang Dewi Bunga beraninya kau menghina Dewi Agung seperti itu!!! Dewa Besar Xiang inikah didikan mu selama ini?"". Teriak Dewa Yuwen.
"Maaf Yang Mulia, Biarkan saya menghukum Putri Saya". Ucap ayah Dewi Xiang.
"Ayah, kenapa kau tidak membelaku?!! ". Teriak Dewi Xiang.
"Diam!! Kau sudah cukup membuat malu ayahmu Ini!!".
Dewi Xiang yang merasa terpojok kini terlihat bingung dan akhirnya menemukan Li Na yang tengah berpelukan dengan Sang ibu
Tanpa aba aba dan tanpa rencana Dewi Xiang pun segera menghunuskan pedangnya ke jantung Li Na.
Semua orang terkejut termasuk Ayah Dewi Xiang, apa lagi yang paling di kejutkan adalah Bai Rong yang mengambil tempat Lina sehingga ia tertusuk tepat di dadanya.
"Tidak!!! Bai Rong!!". Teriak salah satu Dewa dari belakang Dewa Yuwen yang ternyata Adik dari Bai Rong.
Dewa Yuwen yang melihat bawahan setianya sekarat karena Dewa Bunga itu kini dengan tegas meminta Sang Ayah dari Dewi Xiang Sendiri untuk membunuh Dewi Penghianat itu.
Namun tanpa mereka sadari Li Na memilih melakukan Bunuh diri agar ia bisa bertemu Sosok Bai Rong yang selalu ada untuknya selain Kai Yuwen.
Kai Yuwen terlihat berteriak bersama Yuna Yuwen saat melihat Li Na tjba tiba menghunuskan pedangnya ke dada tepat pada jantungnya.
Dewa Yuwen dan Yang lainnya juga merasakan sedih bahkan merasa bersalah karena dulu ia sangat ketat dengan adik Perempuannya.
Untuk menebus putrinya, Yuna Yuwen tiba tiba mengeluarkan dua air mata kehidupannya kemudian di berikan kepada Li Na dan Bai Rong. Berharap mereka bisa beringkarnasi di kehidupan selanjutnya.
Namun, setelah memberikan Airmata Kehidupan itu . Tubuh Yuna Yuwen tiba tiba menghilang seperti debu. Dewa Yuwen terduduk lemas melihat sang adik yang merelakan kehidupannya demi Putri setengah Dewa itu.
.....
Di dunia Nyata, Liena yang tertidur pulas pun terlihat meneteskan Air mata.
Hari sudah pagi, dan mimpi itu masih berlangsung. Air mata yang keluar dari mata terpejam Liena kini terlihat Jelas.
Saat itu Bian Sue dan Kai Yuwen tengah memasuki Tenda Liena Sue untuk melihat keadaan Liena, Namun mereka menemukan Liena yang masih tertidur namun meneteskan air matanya.
"Sebaiknya kita tunggu sampai Tuan Putri terbangun". Ucap Kai Yuwen.
"Kau Benar, apa kau tahu apa yang terjadi dengan Liena , Kai?''. Tanya Bian Sue.
__ADS_1
"Tidak, biarkan dia menceritakan sendiri". Jawab Kai Yuwen.
Tak lama kemudian Liena Sue pun terbangun dengan mata yang masih mengeluarkan air mata.
Ia mengerjapkan matanya dan melihat sekelilingnya hingga ia menemukan Sosok Kai Yuwen.
Sosok yang menurutnya sangat Familier dan sangat ia Rindukan, Tanpa berfikir panjang Liena pun berlari menuju Kai Yuwen langsung memeluknya kemudian tangisannya pecah.
"Aku mengingat semuanya ... Aku ingat semua". Ucap Liena Sue sambil menangis tersedu sedu.
Namun Bian Sue terlihat kebingungan dengan apa yang terjadi dihadapannya. Dia ingin sekali bertanya namun adiknya masih menangis dan belum ada kesempatan.
"Aku tahu, kamu pasti akan mengingatnya cepat atau lambat". Ucap Kai Yuwen sambil mengusap lembut rambut panjang Liena Sue .
"Aku senang bisa menemukanmu kembali Kai, ".
"Aku pun... Sebaiknya kau ceritakan semuanya kepada Kakakmu Liena ". Ucap Kai Yuwen.
Liena Sue pun tersadar jika Kakaknya Bian Sue berada di sana di antara mereka.
Dia melepas pelukannya kemudian duduk dan mulai bercerita.
Bian Sue mendengar dengan seksama cerita Liena Sue, sesekali Kai Yuwen menambahkan cerita. Awalnya Bian Sue tidak percaya namun setelah Liena Sue menunjukkan tanda di dahinya yang selama ini ia tutupi dengan poni itu akhirnya Bian Sue pun percaya.
Namun Liena Sue berpesan kepada Sang kakak agar tidak memberitahu siapapun, Jika orang jahat tahu Siapa Liena Sue maka mereka akan berlomba lomba mendapatkannya.
Bian Sue merasa lega setelah mendengar jika Kai Yuwen adalah Kakak keponakannya di kehidupan sebelumnya.
"Lalu Apakah Bai Rong itu beringkarnasi juga?". Tanya Bian Sue
"Benar, dia juga beringkarnasi. Namun dia belum mengingat kehidupan masa lalunya". Jawab Kai Yuwen.
"Apa Kau tahu dimana Ringkarnasi Bai Rong Kakak Kai?". Tanya Liena Sue .
"Aku tahu, dan kalian pun juga sebenarnya tahu". Jawab Kai Yuwen.
"Benarkah? Siapa itu? Bisakah kau memberitahu kami?". Tanya Liena Sue antusias .
"Bisa namun setelah urusan di sini selesai". Jawab Bian Sue.
"Benar Na'er, setelah semuanya selesai. Kita harus mengenalkan Kai sebagai saudara Jauh mu. Dan Mungkin kita bisa menjadi Keluarga Yang Baik". Sambung Bian Sue
"Humm baiklah , aku akan menuruti kalian karena sebagai kedua kakak laki lakiku".
__ADS_1
Bian Sue dan Kai pun tersenyum kemudian mencubit pipi kiri dan kanan liena sue karena gemas melihatnya merajuk.
Mereka akhirnya berbincang bersama dan bercanda gurau sejenak sebelum memulai rencana selanjutnya.