Menjadi Pelayan Pangeran Bupati

Menjadi Pelayan Pangeran Bupati
Memasak


__ADS_3

Mereka merasa seperti tersedot dengan kuat saat memasuki pintu perbatasan. Mereka memejamkan mata hingga mereka benar benar sampai di Dunia Manusia.


Sebelum mereka kembali, Yuri Dan Mark terlebih dahulu kembali karena tugas dari Liena Dan Rong Bai sehingga sebelum perjamuan mereka kembali terlebih dahulu .


Waktu Dunia Siluman memang berbeda dengan waktu Di Dunia Manusia, Kini di Dunia Manusia terlihat masih begitu pagi, berbeda waktu mereka keluar dari Dunia Siluman.


"Ini, Gerbang Kota Suang". Ucap Liu Zhang.


"Untunglah daripada menghabiskan berhari hari jika melewati jalan awal kita masuk ke Dunia Siluman". Sahut Silas.


"Yahh, Benar. Yinyin , Liu Zhang kalian tinggal di mana?". Tanya Liena Sue.


"Di penginapan Pusat Kota". Jawab Yu Yin.


"Yah , akupun sama" . Jawab liu Zhang.


"Liena". Teriak Guru Ji dari kejauhan.


"Kakak Ji, Kakak Bian". Teriak Liena Sue saat melihat kedua orang kakaknya itu.


Liena Sue berlari menuju Sang kakak yang menunggu di Gerbang Kota Suwan.


"Bagaimana Perjalananmu?". Tanya Bian Sue


"Sudah selesai kak, Nanti kuceritakan. Oh Ya kak, bolehkah teman temanku tinggal di Mansionmu?".Tanya Liena Sue.


"Apa mereka juga dari akademi kita?".


"Yaa benar, Kasihan mereka yang harus membayar penginapan setiap malamnya". Ucap Liena Memelas.


"Kenalkan dulu teman temanmu itu" . Jawab Bian Sue.


"Baik kakak, Oh Ya Kakak Ji. Kelihatannya Kakak dengan Kak Bian kini lebih dekat saja". Goda Liena Sue.


"Ehh.. kebetulan saja kami bertemu di gerbang". Jawab Ji hua dengan wajah merona.


"Haha, aku hanya bercanda kakak Ji".


Mereka pun menghampiri Yu Yin dan lainnya, Yu Yin dan Liu Zhang Yang mengenal kedua orang di samping Liena Sue pun memberi Hormat begitupun Silas yang terlihat canggung.


"Salam Senior Sue,Salam Guru Ji". Ucap mereka bertiga.


"Bangunlah,". Jawab Bian Sue dan Guru Ji bersamaan.

__ADS_1


"Kakak Ji kenal mereka?". Tanya Liena Sue.


"Yah , mereka murid murid ku di tingkat dua". Jawab Ji Hua.


"Ehh ternyata kalian senior, Kenapa tidak bilang dari awal". Ucap Liena Sue.


"Walaupun Kami Senior Kalian , Tapi kelihatannya kita seumuran dan kalian lebih hebat dari kami". Jawab Yu Yin.


"Yah kau benar Yinyin, tapi bukankah kita semua hebat".


"Ya kita semua hebat Yinyin, hanya saja kurang beruntung". Sahut Liu Zhang kemudian tertawa diikuti semua orang.


"Oh Ya Na'er, siapa yang kau maksud untuk tinggal di Mansion kita?". Tanya Bian Sue


"Mereka bertiga". Jawab Liena Sue sambil menunjukk ke tiga temannya termasuk Silas.


Bian Sue terlihat Mengerutkan keningnya saat pandangannya tertuju ke Silas, Begitupun Pangeran Silas yang tertunduk malu karena masalah di masa lalu dengan keluarga Sue..


"Tenang saja, Silas bukan orang yang dulu. Dan aku akan mengawasinya". Ucap Rong Bai saat merasakan keraguan Bian Sue terhadap Silas .


"Baiklah , karena kalian teman teman Liena maka kalian akan ku perbolehkan untuk tinggal bersama. Tapi ingat semua ada aturannya, kalau kalian menyakiti Liena Sedikitpun aku sendiri yang akan menghukum bahkan menyingkirkan kalian". Ucap Bian Sue.


"Apa tidak merepotkan?". Tanya Yu Yin sungkan.


"Tidak, Kamar di mansion masih banyak yang kosong. Jadi asalkan kalian jaga perilaku saja kita akan hidup nyaman kedepannya". Sahut Liena Sue.


....


Pagi hari di kota Suwan...


Liena Sue kali ini ia bangun lebih awal dari yang lainnya, ia mengambil token yang di berikan Gong Fai untuk melaporkan misinya hari ini. Sebelum melaporkan misi Liena Sue kini berjalan menuju dapur untuk memasak sesuatu untuk kakak dan teman temannya.


"Yang Mulia kenapa anda ke dapur Mansion? disini terlalu kotor dan pengap". Tanya Yuri.


"Aku ingin memasak untuk kakak dan teman temanku". Jawab Liena Sue.


"Biarkan kami saja Yang Mulia". Sahut Yuri.


"Tidak ,,, tidak... Kalian siapkan bahannya, kali ini aku yang masak".


"Baiklahh". Ucap Yuri akhirnya.


Para pelayan kini tengah sibuk mengambilkan bahan bahan yang di butuhkan oleh Liena, dari sayuran , daging dan beberapa ikan beserta bumbu.

__ADS_1


Setelah bahan bahan sudah lengkap, Liena meminta semua pelayan untuk keluar tidak ada satupun yang di perbolehkan membantunya.


Liena dengan cekatan memasukkan bahan bahan ke dalam wajan, dengan percaya diri ia memasak sambil bernyanyi nyanyi.


Tak butuh waktu lama, Dua hidangan sekaligus sudah siap dengan porsi besar. Merasa belum ouas ia pun membuat hidangan lainnya sama cekatannya .


Di Luar dapur Mansion bau harum masakan Liena Sue kini tercium hingga membuat mereka tiba riba lapar.


"Wah wangi sekali, Tidak ku sangka Putri ternyata pandai memasak". Puji salah satu pelayan.


" Ya kau benar, aku jadi semakin lapar". sahut pelayan lainnya.


Begitupun Yuri yang mendengar pujian Para pelayan itu merasa bangga mempunyai Tuan seperti Liena Sue.


"Selesai". Teriakan dari dalam dapur, membuat para pelayan berbondong bondong memasuki dapur.


"Yang Mulia Ini?". Tanya Salah satu pelayan saat melihat kurang lebih sepuluh hidangan dalam porsi besar kini telah tertata rapi di piring besar.


"Kalian pisahkan di piring kecil, dan jangan lupa ambillah untuk kalian sendiri".


"Tapi Yang Mulia, ini kan masakan anda?".


"Tidak apa, tak perlu sungkan. Aku memasak banyak juga untuk kalian semua". Sahut Liena Sue membuat mata para pelayan berbinar .


"Terimakasih Yang Mulia". Ucap mereka semuanya sambil membungkukkan badannya.


Karena keringat membasahi pakaiannya karena memasak, Liena pun segera bergegas menuju kamarnya untuk mandi sebentar dan berganti pakaian. Untung saja hari masih pagi jadi ia tidak akan telat untuk sarapan bersama.


Setelah selesai Liena Sue bergegas menuju meja makan untuk menunggu kakak dan teman temannya.


"Untuk masakan ku panasnya awet jadi lebih nikmat disantap". Gumam Liena Sue saat melihat hidangan rapi yang ia masak tertata di atas meja makan.


"Adik, ternyata kau sudah disini. Pantas saja tadi aku ke kamarmu kau tidak ada". Ucap Bian Sue saat mendapati adiknya tengah duduk menunggu di meja makan.


"Yahh karena hari ini aku memasak untuk kalian semua" .


"Wahhh baunya begitu wangi". Sahut Yu Yin dari belakang Bian Sue.


"Kalau begitu silahkan duduk dan mari nikmati bersama". Ucap Liena Sue penuh senyuman.


Mereka semua segera mengambil posisi duduk untuk makan bersama, Liena Sue kini diapit oleh Sang kakak dan Rong Bai sedangkan Yu Yin diapit Silas dan Liu Zhang .


"Selamat menikmatiii". Ucap Liena Sue .

__ADS_1


Liena Sue mengambilkan lauk untuk Rong Bai dan Bian Sue secara bergantian, sedangkan Yu Yin mengambilkan Lauk kepada Silas begitupun sebaliknya sehingga Liu Zhang terlihat cemberut melihat tidak ada yang mau mengambilkannya lauk.


Mengerti tentang perasaan Liu Zhang , Liena Sue dan Yu Yin bersama sama mengambilkan lauk porsi banyak ke mangkuk Liu Zhang sehingga matanya berbinar.


__ADS_2