Menjadi Pelayan Pangeran Bupati

Menjadi Pelayan Pangeran Bupati
Hari pernikahan Liena Sue dan Rong Bai


__ADS_3

Pagi harinya Liena bangun lebih awal, Semenjak berendam dengan Bunga Pelangi semalam Tubuh Liena Sue menjadi sangat Ringan. Ia berjalan menuju meja Rias untuk melihat wajahnya, Betapa terkejutnya setelah melihat wajahnya sendiri yang terlihat lebih putih dan halus bahkan sedikit lemak di leher dan pipi kini menghilang, Wajah yang bercahaya membuat Siapapun akan terpana melihat kecantikan Liena saat ini.


"Yang Mulia, Air ha...ngat.....". Ucap Su Ying terlihat terkejut melihat Liena Sue yang sangat berbeda hanya dalam waktu semalam.


"De.. Dewi". Gumam Su Ying.


"Ah Yingying, masuklah.. Air sudah siapkan? Bantu aku melepas pakaian" .


Merasa tidak ada Respon dari Su Ying, Liena pun mendekati Su Ying.


"Yingying... Apa kau mendengarku?". Tanya Liena Sue lagi.


"Ehh, Iya Yang Mulia. Maaf". Jawab Su Ying terkejut setelah Liena mengagetkannya.


Liena Sue yang baru sadar jika Su Ying seperti itu setelah melihatnya ia pun segera berbisik di telinga Su Ying.


"Yingying, tolong rahasiakan dulu tentang wajahku oke. Mulai hari ini aku akan memakai cadar sampai hari pernikahan". Bisik Liena Sue.


"Ba.. Baik Yang Mulia". Jawab Su Ying.


"Benar kata Tetua Bao, Dia memang pilihan sang Dewa". Batin Su Ying.


Setelah mandi Liena Sue pun segera ke ruang makan untuk sarapan bersama keluarganya, Kali ini tidak hanya keluarganya tetapi juga dengan Keluarga Kaisar Bai.


Liena Sue datang cukup awal sehingga hanya ada dia dan kakak Iparnya Ji Hua.


"Kakak Ji kenapa kau sendiri? Dimana Kak Bian?". Tanya Liena Sue .


"Kakakmu baru saja bangun, padahal sudah ku bangunkan dari pagi ". Ucap Ji Hua sedikit menggerutu.


"Hh, kak Bian memang susah untuk bangun pagi Kakak Ji jadi kau harus bersabar". Sahut Liena.


"Kau benar, Ehh Adik. Kenapa kau memakai cadar? Apakah wajahmu terkena sesuatu?"


"Ehh, ini.. Ahh ya kak semalam ada lebah menggigit wajahku jadi aku malu untuk memperlihatkannya".


"Astaga, kalau begitu kita panggil tabib ". Ucap Ji Hua panik berniat memanggil tabib namun di tahan Liena Sue.

__ADS_1


"Ehh tidak perlu kak, Soalnya semalam sudah di periksa tabib dan aku sudah mendapatkan salep ampuh kak jadi tenang saja". Ucap Liena Sue berbohong.


"Benarkah? Kalau begitu baguslah jadi tidak perlu memakai cadar berlama lama".


"Heheh iya kak".


Para keluarga pun segera memasuki Ruang Makan Satu persatu, Bian Sue duduk di sebelah Sang Istri dan Rong Bai pun segera duduk di sebelah Liena Sue. Sedangkan Silas dan Yu Yin sudah seperti perangko yang tidak bisa terpisahkan. Kai Yuwen terlihat duduk di sisi lain Rong Bai.


Dua keluarga Besar itu terlihat begitu ramai dan sangat hidup, mereka saling bertukar obrolan satu sama lain hingga Bian Sue yang baru sadar perbedaan di adik pun mulai bertanya.


"Ehh, Na'er kenapa kau malah bercadar seperti itu? Apa terjadi sesuatu dengan wajahmu?". Tanya Bian Sue.


"Ini...".


"Dia terkena lebah , jadi dia malu untuk membuka wajahnya". Sahut Ji Hua yang paham dengan adik iparnya itu.


"Panggilkan tabib". Ucap Kaisar Sue.


"Tunggu,!! Aku sudah memanggil tabib dan ini sudah lumayan mendingan jadi tidak perlu memanggil lagi ayah". Sahut Liena Sue dengan cepat.


.....


Hari pernikahan pun telah tiba, Pengantin pria sudah berada di atas kuda menunggu pengantin wanita.


Kali ini pesta di lakukan di kedua Negara, yang pertama dilakukan di Negara Ba yang kemudian di susul Pesta di Negara Gu.


Sebelum mereka melangsungkan pernikahan terlebih dahulu Kaisar Sue mengumumkan bahwa ia mengangkat Kai Yuwen sebagai anak angkatnya yang disambut meriah oleh para Rakyat Menteri dan keluarga Kerajaan.


Setelah mengumumkan keberadaan Kai Yuwen, Acara Pernikahan Resmi di Mulai.


Liena Sue yang di rias dengan cantik dengan aksesoris serba emas dan Pakaian berwarna Merah yang dijahit dengan benang emas serta motif Phoenix di jubahnya yang juga menggunakan Sulaman benang emas menambah terlihat berwibawa dan cantik.


Pengantin Pria yang sudah berada di atas kuda kini turun menyambut Sang pengantin wanita, Setelah itu melakukan Akhad nikah Di altar yang sudah di siapkan.


Setelah akad nikah dan janji pernikahan selesai mereka pun segera memasuki kamar pengantin dan melanjutkan perjalanan menuju Negara Gu.


"Terimakasih ". Ucap Rong Bai setelah membuka cadar Liena Sue.

__ADS_1


"Untuk?".


"Untuk menikah dan merahasiakan wajah tercantikmu untukku". Ucap Rong Bai sambil mengecup dahi Liena Sue .


Liena Sue pun tersenyum manis melihat sang Suami berbicara begitu manis padanya.


"Apa hanya ucapan terimakasih saja ? ".


"Lalu kau mau aku bagaimana sayang?". Tanya Rong Bai berhasil membuat Liena memerah.


Liena pun tiba tiba berdiri dan mengecup singkat pipi Rong Bai sehingga tak hanya Liena Sue yang memerah tetapi juga dengan Rong Bai.


"Yang Mulia Pangeran Rong, Yang Mulia Kaisar Sue ingin bertemu dengan anda". Ucap pelayan di luar kamar pengantin.


"Baik, Sampaikan kepada Ayah mertua aku akan segera datang". Jawab Rong Bai.


"Baik Yang Mulia". Ucap pelayan itu kemudian segera meninggalkan mereka.


"Kau akan pergi?". Tanya Liena Sue sedikit sedih.


"Sebentar sayang, aku janji akan segera kembali".


"Baiklah, jangan terlalu banyak minum oke".


"Kau tenang saja sayang". Jawab Rong Bai.


Rong Bai mengecup lama dahi Liena Sue kemudian ia pun segera keluar kamar menuju pesta .


Liena Sue yang sendiri pun memilih merebahkan badannya dan memejamkan sejenak matanya. Rasa kantuk yang menyerang membuatnya cepat terlelap sehingga tidak kuat untuk menunggu sang Suami.


Belum tengah malam Rong Bai pun kembali ke kamar pengantin, namun sudah menemukan sang istri sudah terlelap.


Ia pun segera berganti pakaian dan mengganti pakaian sang istri dengan perlahan , setelah itu ia pun ikut merebahkan dirinya di samping sang Istri.


"Padahal aku sudah janji tidak minum terlalu banyak , tapi kau sudah tertidur dulu Na'er.". Gumam Rong Bai sambil mengusap pelan pipi Liena Sue yang tengah terlelap.


"Sudahlah, tidurlah. Hari hari masih panjang, kuharap kita akan selalu baik baik saja sayang. Selamat malam". Sambung Rong Bai kemudian ikut memejamkan matanya.

__ADS_1


__ADS_2