Menjadi Pelayan Pangeran Bupati

Menjadi Pelayan Pangeran Bupati
Memulai peperangan


__ADS_3

Sedangkan di Pihak Cao Feng pun melakukan hal yang sama setelah mendapatkan pesan dari Kaisar Nayuri.


Dia menyiapkan ratusan pasukan juga dan segera melakukan perjalanan di tempat yang dijanjikan.


Tim Pegasus yang bertugas menyampaikan pesan kepada Kaisar Sue pun segera melaporkan apa Yang terjadi.


Sedangkan Liena Sue yang kini sudah pulih terlihat bingung saat melihat Bian Sue tengah menyiapkan Banyak sekali pasukan dengan Kai Yuwen. Bahkan sang Ayah kini sudah bersiap dengan armor nya seperti bersiap untuk berperang.


Liena Sue menghampiri Kedua kakaknya dan bertanya apa yang mereka rencanakan , pasalnya saat mereka menyusun rencana Liena belum pulih benar.


"Kakak, Apakah aku melewatkan sesuatu?". Tanya Liena Sue berhasil mengagetkan Bian Sue dan Kai Yuwen.


"Yahh kau cukup banyak melewatkannya Na'er". Jawab Bian Sue.


"Benarkah? Bisakah kalian memberitahuku apa yang aku lewatkan?". Tanya Liena Sue penuh harap.


"Sebentar, biarkan kakak Dewamu saja yang menjelaskan. Aku harus menyiapkan beberapa pasokan senjata Adik".


"Huhh baiklah, Kakak Kai.. Cepat beritahu aku". Ucap Liena merajuk.


Kai Yuwen pun tersenyum kemudian mengajak Liena untuk duduk ke tepi, setelah itu ia pun menceritakan semuanya tanpa menambah ataupun mengurangi perkataannya.


"Jadi begitu, Kalau begitu aku akan ikut dengan kalian". Ucap Liena Sue.


"Tidak Li Na, Kau harus tetap di sini. Kami mengkhawatirkanmu". Sahut Kai Yuwen.


"Bukankah aku juga hebat, malah lebih hebat dari kalian.. Kenapa tidak boleh ikut?".


"Karena kami tidak ingin kehilangan Adik cantik sepertimu". Jawab Kai Yuwen sambil menowel hidung kecil Liena .


"Astaga, bukankah aku akan segera menikah.. Kenapa kalian memperlakukanku seperti anak kecil". Ucap Liena Sue merajuk.


"Hehe, baiklah aku akan mengizinkanmu asalkan kakakmu itu mengizinkanmu juga oke".


"Baiklah, masalah Kak Bian itu mudah.. Karena dia sangat bodoh.. Hahahh".


Mereka berdua pun tertawa terbahak bahak, berbeda dengan Bian Sue yang sedari tadi bersin bersin.

__ADS_1


"Acchhuu... Hei kalian berdua pasti bicara buruk tentangku kan??!!!". Teriak Bian Sue saat mendapati adik dan saudara barunya tengah tertawa sambil sesekali melihatnya.


Setelah selesai mempersiapkan pasukan dan memasok senjata, Mereka berkumpul di Kamp utama untuk membahas strategi atau semacamnya.


Setelah di rasa cukup semua segera bersiap dalam Posisi Masing masing. Liena Sue yang sudah lama tidak mengenakan Baju besinya kini memandang dengan penuh haru kemudian segera ia memakainya dan menyandang kembali Gelar Jenderal Putri.


"Yang Mulia, Pasukan Siap. Kami semua sudah Siap". Ucap Para Jenderal kepada Kaisar Sue.


"Ayo kita berangkat, ingat posisi masing masing". Sahut Kaisar Sue.


"kau terlihat tegang Adik? bukankah ini bukan yang pertama kali kau turun dalam medan perang?". Tanya Bian Sue kepada Liena Sue.


"Kau benar kak, entah mengapa aku terlihat sedikit gugup. Mungkin sudah cukup lama aku libur dalam berperang". Jawab Liena Sue.


"Tenanglah ada kami yang akan mendukung dan melindungi mu adik". Sambung Kai Yuwen sambil menepuk pelan pundak Liena Sue sehingga Liena Sue tersenyum kemudian segera menyusul kedua kakaknya dan menaiki Kuda.


Mereka segera bergerak menuju sarang musuh atau tepatnya tempat bertemunya Cao Feng dan Kaisar Nayuri.


Setelah sampai mereka bersembunyi di tempat yang telah di tentukan. Mereka menunggu lawan bergerak terlebih dahulu , Terlihat Cao Feng yang membawa sekitar Lima ratus prajurit beserta Jenderal kepercayaannya tengah berdiri di kubu sebelah kanan sedangkan Kaisar Nayuri yang membawa empat ratus prajurit terpilih kini berdiri penuh amarah di kubu sebelah kiri.


Sedangkan Pihak Kaisar Sue masih mengintai dari kegelapan, Belum ada tanda mereka akan menyerang.


"Mereka terlalu implusif, di tambah pihak Kaisar Nayuri yang sudah sama sekali tidak mendengarkan penjelasan Pak Tua Cao itu". Bisik Liena Sue kepada Kakaknya.


"Ya kau benar, itulah keinginan kita bukan? Jika mereka tidak saling percaya maka akan mudah kita menggulingkan mereka".


"Yahh aku juga sudah tidak sabar". Jawab Liena Sue irih.


Mereka kemudian kembali memperhatikan perang yang masih berkecamuk . Liena Sue pun kembali terfokus melihat peperangan itu hingga tanda di dahinya tiba tiba merasakan panas dan sakit maka dengan otomatis ia mengusap dahinya yang tertutup poni.


"Sepertinya Batu Rubi merah itu ada di sini.. Aku harus menemukannya". Gumam Liena Sue.


"Kau bilang apa Na'er?". Tanya Bian Sue.


"Tidak penting kak ,aku hanya bergumam kenapa perangnya lama sekali". Jawab Liena Sue berbohong.


"Kau sudah tidak sabar yaa.. tenang dulu, sebentar lagi kita akan menyerang ,kau bersiaplah adik".

__ADS_1


Sebenarnya Liena hanya mengincar Rubi merah itu, ia menajamkan pandangannya ke medan perang untuk mengetahui di mana Letak Rubi merah itu hingga terdengar suara Baihu dan Ziguang secara bergantian.


"Yang Mulia, lihatlah Rubi itu berada di tengah tengah mereka". ucap Baihu melalui telepati


"Benar Dewi lihatlah di bawah tanah sekitar dua puluh meter, kami bisa merasakannya". Sambung Ziguang.


"Benarkah, kalau begitu bagaimana kalau kita mengejutkan mereka dengan Bom Kupu kupu dari Ziguang. Maka kita tidak akan perlu menggalinya". Jawab Liena Sue melalui telepati.


"Tapi apakah sudah dalam waktu yang cocok Putri?". Tanya Baihu .


"Lihatlah kedua prajurit musuh sudah banyak yang mati, coba kau hitung masih ada dua ratus prajurit atau tidak?". Jawab Liena Sue.


"Kau benar Putri, aku adalah penghitung tercepat dan terbaik. Mereka kurang dari seratus delapan puluh orang dari kedua kubu, Jadi kau bisa memulai". Sahut Ziguang .


"Kalau begitu berikan aku Bom Surgawi Ziguang, Kita mulai pertunjukkan"..Ziguang pun mengeluarkan Bom yang bentuknya seperti kupu kupu itu hanya saja berwarna biru cerah.


"Bagaimana cara pakainya?". Tanya Liena Sue .


"Dewi kau hanya perlu membidik sasaran dengan tepat, setelah tepat Kupu kupu itu akan meledak dengan dahsyatnya. Hanya saja kau perlu menemukan pelontar Dewi". Jelas Ziguang.


"Baik aku mengerti". Ucap Liena kemudian meminjam panah dari salah satu prajurit kemudian mengambil posisi membidiknya.


"Liena kau mau apa?". Tanya Kaisar Sue


"Bukankah sudah waktunya kita bergabung ayah, Aku akan memulainya terlebih dahulu". Jawab Liena Sue..


"Baiklah kalau begitu semua bersiap di posisi , kita akan bergabung dalam perang". Ucap Kaisar Sue.


Setelah semua dalam posisi siap menyerang dan Liena Sue sudah berfokus kepada satu titik kemudian bom Kupu Kupu surgawi di lontarkan.


Dyarrr ...


Terdengar Suara Ledakan dari medan perang dan berhasil memukul mundur kedua kubu karena yang terkena ledakan semuanya mati hancur lebur .


"Sial siapa yang ikut campur, jangan jangan bala bantuan dari Cao Feng". Gumam Kaisar Nayuri.


"Jangan jangan Bala Bantuan atau sekutu dari Kaisar Bodoh itu.. Awas saja kalau memang benar". Gumam Cao Feng hampir bersamaan .

__ADS_1


__ADS_2