Menjadi Pelayan Pangeran Bupati

Menjadi Pelayan Pangeran Bupati
Rawa Tengkorak


__ADS_3

Perjalanan menuju Desa Fu kini sudah lima hari perjalanan, sisa dua hari saja jika ingin sampai di desa tersebut. Untung saja perjalanan mereka cukup lancar tanpa kendala apapun. Hingga mereka sampai di ujung tebing dengan air mancur di dekatnya. Terlihat pemandangan yang menakjubkan dari atas tebing.


"Menurut peta, Desa Fu berada di ujung sungai di bawah sana. Butuh waktu dua hari lagi kita baru busa sampai di sana ". Jelas Liena Sue.


"Pertama kita harus cari cara untuk turun dari tebing. Jika kita menggunakan jalan memutar bukankah akan lebih lama?". Tanya Liu Zhang.


"Kau benar, kita harus cari jalan pintas terlebih dahulu". Jawab Liena Sue.


"Mungkin kita bisa turun dengan jalan kecil itu". ucap Rong Bai sembari menunjuk sebuah jalan setapak menuruni tebing yang berada di sebelah kanan mereka.


"Tapi bagaimana dengan kuda kita? Sepertinya itu cukup curam". Tanya Silas kali ini.


"Benar, jika kita meninggalkan kuda di sini kita harus berjalan kaki dua hari atau lebih". Tambah Yu Yin.


"Aku dan Rong Bai akan mengecek jalannya dahulu , setelah itu baru kita memutuskannya".


"Baiklah kami akan menunggu, jangan lama lama". Ucap Yu Yin kepada Liena Sue.


Liena Sue dan Rong Bai pun bergegas ke jalan kecil itu, ia mencoba berjalan di atasnya untuk memastikan kuat tidaknya jalan itu. Setelah lima langkah mencoba tiba tiba tebing yang ia pijak longsor, untung saja Rong Bai selalu sigap dan waspada. Akhirnya mereka berdua memutuskan untuk kembali ke teman temannya dan memberitahu.


"Sepertinya jalan di sana tidak bisa di lewati". Terang Liena Sue.


"Huh, lalu kita harus lewat mana. Haru sudah Mulai gelap". Ucap Yu Yin menggerutu.


"Sabarlah, Kita pasti mempunyai solusi". Ucap Silas menenangkan.


"Nona, aku bisa membantumu. Cukup ikuti aku saja. Jika kau melewati jalan yang tadi, kau akan jatuh ke dalam Rawa Tengkorak Nona". Ucap Ziguang bertelepati.


"Kau Yakin? Jadi di bawah sana adalah Rawa Tengkorak?".


"Ya Nona, apa kau tidak melihat tanda tengkorak di petamu itu?".


"Ya aku melihatnya, kalau begitu aku akan percayakan padamu".


Liena Sue mengeluarkan Kupu kupu surgawi , Untung saja ketiga orang itu tidak memperhatikan Liena Sue kecuali Rong Bai.


"Ehh, bukankah itu kupu kupu Surgawi yang langka itu?". Tanya Yu Yin.


"Kau benar, apakah dia ingin menjadikan salah satu dari kita Masternya?" . Tambah Liu Zhang.


"Menurutku dia ingin menunjukkan kita jalan". Ucap Liena Sue.


"Kalau begitu kita ikuti dia". Tambah Liu Zhang.

__ADS_1


Mereka pun akhirnya memutuskan mengikuti kupu kupu itu, Liena Sue sengaja tidak ingin memberitahu jika dia sudah menjalin kontrak dengan kupu kupu itu. Takutnya ada orang jahat yang memanfaatkannya.


Dan benar adanya, Kupu kupu itu menunjukkan jalan tersembunyi di balik Goa yang ditutupi banyak tanaman menjalar. Tanpa ragu dan bertanya mereka pun memasuki goa tersebut di bantu dengan cahaya kupu kupu Surgawi.


Mereka menyusuri Goa tersebut dalam diam, jalan goa yang cukup menurun sehingga mempercepat langkah mereka.


"Untung saja Goa ini tidaklah licin".


"Benar Yu Yin, jika Goa ini licin kita akan meluncur". Ucap Liu Zhang.


"Lihat, itu sepertinya cahaya. Berarti kita sudah berada di ujung Goa". Ucap Yu Yin Antusias.


"Ayo cepat, rasanya begitu pengap. dan aku ingin menghirup udara segar". Ucap Liu Zhang.


"Dasar, baru memasuki Goa sekitar satu jam dan kau sudah kepengapan". Silas mengejek.


"Kau tidak tahu jika aku ini orang yang lemah". Ucap Liu Zhang dengan wajah sendu di buat buatnya.


"Ya kau lemah , bahkan lebih lemah dari seorang gadis".


"Silas Kau!!!!".


Mereka mendengarnya hanya tertawa dan terus berjalan tanpa menoleh ke pada dua orang yang tengah berdebat itu.


"Kenapa ada dua jalan keluar? Dan keduanya mempunyai cahaya yang berbeda". Gumam Liena Sue begitupun yang lainnya.


"Nona, ambil yang sebelah kiri. itu adalah rawa tengkorak, sedangkan di sebelah kanan kau akan sampai di dunia lain". Jelas Kupi kupi surgawi lewat telepati..


"Sepertinya kita lewat kiri saja, itu lebih identik dengan Rawa Tengkorak". Ucap Liena Sue akhirnya .


"Huuu semakin dingin saja". Gumam Yu Yin.


"Lihat, itu rawa Tengkoraknya. Benar benar mencekam". Ucap Liu Zhang.


"Kalian berhati hatilah, sepertinya Rawa ini ada sesuatu yang tersembunyi". Ucap Rong Bai memperingati.


"Yahh, sepertinya begitu". sahut Silas.


Mereka semua akhirnya keluar dari Goa, Terlihat air rawa yang berwarna hitam dengan tulang belulang binatang kecil maupun besar berserakan di sekitarnya, bahkan ada beberapa tulang manusia di antara tulang tulang itu.


Karena sinar matahari hanya sedikit menyinari sekitar rawa, jadi terlihat sangat petang dan mencekam walaupun itu siang hari.


"Pegang Tanganku jika kau takut Na'er". Rong Bai mengulurkan tangannya kepada Liena Sue.

__ADS_1


"Tidak perlu Ah Rong,". Liena pun segera berjalan mendahului Rong Bai.


Sedangkan Silas dan dua lainnya kini tengah bergandengan tangan karena takut dengan suasana yang begitu mencekam.


Liena Sue dan Rong Bai tidak mengurangi kewaspadaan mereka saat berada di sekitar Rawa Tengkorak itu. Mereka berdua sama sama merasakan ada yang aneh di Rawa itu.


"Ah Rong apa kau merasakan kekuatan yang aneh?". Tanya Liena Sue


"Ya aku merasakannya, lebih baik kita jangan sampai terpisah ".


"Hei kalian berdua membicarakan apa,? dan apa kita masih jauh? Ini sangat menakutkan". Tanya Liu Zhang dengan tubuh gemetar.


"Sst jangan bicara keras keras, apa kau tidak merasakan sesuatu yang aneh?". Bisik Yu Yin.


"Tidak, aku hanya merasakan ketakutan yang teramat sangat". Jawab Liu Zhang .


"Berhenti". Liena Sue kini berhenti ketika merasakan sesuatu yang aneh di bawah tanah sana.


"Ada apa ?". Tanya Silas berbisik kepada Fong Bai.


"Cepat cari pohon tinggi terdekat, ada sesuatu yang bergerak dari dalam air". Perintah Liena Sue.


"Bagaimana dengan kuda kita?". Tanya Yu Yin yang malah memikirkan kudanya.


"Serahkan padaku". Ucap Liena Sue kemudian melambaikan tangannya ke arah para kuda kemudian mereka menghilang.


"Kemana mereka pargi?". Tanya Yu Yin dengan Polosnya.


"Sudahlah nanti ku jelaskan, yang terpenting cari pohon tinggi terdekat". Teriak Liena Sue.


Duarrr...


Muncul ledakan dari dalam tanah tepat di belakang mereka, untung saja mereka segera terbang menuju pohon tinggi terdekat dengan cepat.


Dari dalam tanah dengan lubang menganga cukup besar keluarlah sosok seperti cacing dengan mulut menganga penuh dengan Gigi gigi tajam. Tak hanya satu kepala, tetapi ada sembilan kepala Cacing dalam satu badan.


"Astaga Makhluk apa itu?".Tanya Yu Yin.


"Itu lebih pantas di bilang sebagai Monster". Sahut Silas.


"Liena, apa kau punya rencana?". Tanya Liu Zhang.


"Aku belum punya rencana apapun". Jawab Liena Sue merasa bersalah.

__ADS_1


__ADS_2