Menjadi Pelayan Pangeran Bupati

Menjadi Pelayan Pangeran Bupati
Mengumpulkan Pasukan diam diam


__ADS_3

Pagi hari Di Negara Gu....


"Memang setiap Negara mempunyai kelebihan Yang berbeda ya.. walaupun di sini Kekuatan Spiritual yang tidak sebanyak Negara Gu tapi udaranya sangat segar dan menyejukkan". Gumam Liena Sue setelah bangun tidur.


"Sayang, kenapa kau berdiri di sana dan tidak membangunkan ku?". Tanya Rong Bai yang masih duduk di Ranjang.


"Kau kelihatan lelah sekali jadi aku tidak tega membangunkan mu Ah Rong". Jawab Liena Sue


"Pukul berapa ini?". Tanya Rong Bai.


"Masih cukup pagi, Pukul enam pagi. Ada apa? Jika kau lelah kau bisa beristirahat lagi ".


"Masih sangat pagi dan kau sudah berdiri di dekat jendela dengan pakaian tipis itu Istriku? Astaga...". Ucap Rong Bai kemudian berdiri dan berjalan menuju tempat Liena Sue berdiri.


Tak lama kemudian tanpa permisi, Rong Bai menggendong Liena dan membawanya kembali Ke Ranjang.


"Ah Rong, kenapa kembali Keranjang?". Tanya Liena Sue sambil memberontak namun tidak bisa karena tangan kekar Rong Bai.


"Aku ingin bermanja manja dengan Istriku, Bukankah hari ini tidak ada kegiatan. Jadi bagaimana kalau kita buatkan penerus Kerajaan ini saja". Ucap Rong Bai sambil memeluk Liena Sue.


"Ah Rong, Tapi ini sudah pagi...". Rengek Liena Sue.


"Aku tidak peduli sayang, Biarkan langit pagi menjadi saksi kita". Jawab Rong Bai kemudian melancarkan aksinya.


Awalnya Liena menolak namun lama kelamaan ia menikmati permainan Rong Bai karena terbawa suasana. Penyatuan Dua Insan pun kini telah terjadi dan berlangsung cukup lama, dari pukul enam hingga pukul sepuluh Siang.


Para Pelayan tidak ada yang menggangu mereka karena suara yang begitu jelas sehingga membuat para pelayan sungkan untuk mendekati kamar mereka.


"Cobalah tebak nanti, Putri mahkota akan mempunyai Pangeran kecil atau putri kecil".


"Pasti pangeran kecil yang sangat tampan, Atau putri kecil yang sangat cantik". Ucap para pelayan saling berbisik.


Kegiatan itupun telah usai, Liena dan Rong Bai terkulai lemas di atas ranjang. Nafas yang naik turun dengan keringat yang mengalir deras.


"Aku ingin mandi". Ucap Liena sambil mencoba terbangun.


"Aku ikut". Sahut Rong Bai juga mencoba untuk berdiri.


Namun karena mereka kelelahan jadi mereka berdua sama sama kakinya gemetar tidak bisa berdiri tegak, Jadi mereka berdua saling bergandengan tangan agar sampai di kolam air panas .

__ADS_1


"Ahh segarnya". Ucap Rong Bai dan Liena hampir bersamaan.


"Kakiku lemas sekali Ah Rong".


"Heheheh maaf sayang, Aku terlalu berlebihan ya. Tapi kau pun juga menikmatinya".


"Ah Rong kau menyebalkan". Liena Sue pun menggerutu .


Di Dunia lain, terlihat pasukan berpakaian perang tertata rapi di depan Istana aneh di dalam Sebuah hutan.


Pasukan Siluman dan Iblis juga berkumpul menjadi satu membuat kelompok masing masing.


Seorang Pria paruh baya di ikuti dengan sosok gadis cantik di sampingnya yang sama sama menggunakan pakaian Hitam kini tengah berdiri di tempat tertinggi untuk memberi perintah.


" Dewa Xiang, ada apa kau meminta kami datang kemari??!!". Tanya Raja Iblis.


"Aku ingin bekerja sama dengan kalian". Jawab Dewa Xiang.


"Bekerja sama untuk apa? Kalian bangsa Dewa ingin bekerjasama dengan Bangsa Iblis dan Siluman . Apa tujuan kalian?". Tanya Raja Siluman .


"Aku ingin kalian membantuku untuk menyerang Dunia Dewa dan merebut tahta, maka Kalian bisa bebas ke Dunia Dewa jika aku yang menjadi Kaisar Langit".


"Maka Dari itu aku meminta bantuan kalian" Ucap Dewa Xiang.


Raja Iblis terlihat sedikit luluh dengan Dewa Xiang, Namun tidak dengan Raja Siluman. Karena ia tidak ingin berurusan Dengan para Dewa, Selama ini Dunia Siluman sudah sangat damai mau Dunia Dewa siapapun yang memimpin Ras Siluman tidak pernah mengeluh.


"Jika Dewa ingin berperang, maka Berperang lah. Kami Bangsa Siluman tidak ingin ikut campur dengan urusanmu Dewa Xiang". Ucap Raja Siluman.


"Ck, Munafik. Apa kau tidak ingin kebebasan hah!! apa kau tidak ingin bebas ke Alam Dewa dan alam lainnya!!". Teriak Dewa Xiang dengan sangat marah.


"Tidak, kami sudah cukup nyaman dan kami sudah cukup bebas". Jawab Raja Siluman dengan tegas.


"Baiklah, jika kau tidak mau membantuku tidak apa apa. Tapi itu berarti kau adalah bagian dari musuh kami. Setelah menaklukkan alam Dewa aku akan menghabisi Alam Siluman". Ancam Dewa Xiang.


"Baik Dewa aku akan menunggumu". Jawab Raja Siluman tanpa ada rasa takut, Kemudian dia dan pasukannya pun menghilang meninggalkan tempat pertemuan itu.


Sesampainya di Istana, Raja Siluman memanggil bawahannya dan memerintah untuk memperketat penjagaan.


"Kau cari tahu di mana Nona Sue dan yang lain yang pernah datang di Dunia kita. Jika kau menemukannya cepat beritahu padaku semua".

__ADS_1


"Baik Yang Mulia". Jawab Bawahannya kemudian segera pergi melaksanakan tugas.


"Sepertinya Dewa Xiang itu tidak main main, Aku harus memberitahu Nona Sue". Gumam Raja Siluman atau Kaisar Gong Fai.


Tak lama kemudian Bawahan yang di tugaskan mencari tahu keberadaan Liena dan yang lainnya pun akhirnya kembali, Membuat Kaisar Gong Fai tersadar dari lamunannya.


"Salam Yang Mulia".


"Bangkitlah, Katakan".


"Baik Yang Mulia, Saya menemukan bahwa Nona Liena atau Putri Sue sudah menikah dengan Pangeran Rong dari Negara Gu. Dan saat ini mereka berada Di Istana Negara Gu untuk menjalankan acara pernikahan kedua yang akan di laksanakan Lusa Yang Mulia". Jelas bawahan itu.


"Baik, Kau bisa pergi. Katakan kepada para Tetua untuk berkumpul dan berdiskusi di tempatku sore nanti".


"Baik Yang Mulia, Saya pamit dulu".


Setelah Bawahan itu pergi, Gong Fei selaku Kaisar Dunia Siluman kini tampak sibuk dengan barang barang yang akan dia kemas. Dia ingin menuju Negara Gu dan bertemu teman lama setelah melakukan pertemuan dengan Para Tetua.


Sore harinya... Para tetua klan Siluman kini sudah berkumpul di tempat Raja Siluman. Mereka mulai bertanya tanya kenapa mereka di panggil ke tempat itu.


"Salam Yang Mulia". Ucap Para Tetua.


"Bangunlah, Aku disini mengumpulkan para Tetua karena ada yang ingin ku bicarakan dan diskusikan dengan kalian. Dewa Xiang berencana memberontak di Alam Dewa dan ingin melibatkan Siluman dan Iblis. Apakah kalian punya usulan?".


"Maaf sebelumnya Yang Mulia, Kita sudah hidup sangat damai walaupun tidak diijinkan berkunjung ke Alam Dewa tapi kita dari Para leluhur sudah sangat damai. Saran kami sebaiknya jangan ikut andil". Ucap Salah satu Tetua dan diangguki oleh Tetua lainnya.


"Tapi jika kita tidak ikut andil , Mereka akan menyerang Ras Siluman kita" . Ucap Kaisar Gong Fai yang memang sengaja menguji Para Tetua.


"Jika mereka benar benar ingin menyerang kita, Kita siap untuk melawan apapun yang terjadi". Ucap Salah satu tetua dengan lantang .


"Benar .. Kami tidak akan bertekuk lutut dengan Dewa penghianat itu!!". Seru Tetua lainnya.


Kaisar Gong Fai pun merasa Puas dengan para Tetua , Ia pun kembali meneruskan pembahasannya hingga petang hari.


"Apa kalian tahu legenda Manusia Setengah Dewa?".


"Kami tahu, bukankah itu hanyalah legenda. Dan bukankah Ribuan tahun lalu dia sudah meninggal". Jawab salah satu Tetua.


"Tetua memang benar, Tapi apakah kalian tahu jika dia berengkarnasi?".

__ADS_1


Para Tetua tampak saling pandang satu sama lain , Ada yang tidak tahu bahkan ada juga yang tidak percaya.


__ADS_2