Menjadi Pelayan Pangeran Bupati

Menjadi Pelayan Pangeran Bupati
Racun


__ADS_3

Rong Bai berjalan dengan terburu buru Diikuti oleh Mark dan Yuri di belakangnya.


Sesampainya di kamar Liena Sue, Rong Bai merasakan sebuah penghalang yang di pasang agar tidak ada yang bisa memasuki kamar Liena Sue.


Rong Bai pun segera memecahkan penghalang itu kemudian mendobrak pintu Kamar Liena Sue.


Di dalam sana Liena Sue yang tengah terpejam seperti tertidur lelap kini setengah jalan di lucuti pakaiannya oleh sosok Putra Mahkota Negara Sheng Zhao Wei yang menggunakan Pakaian Hitam.


Rong Bai dengan Marahnya menarik Bahu Zhao Wei, kemudian melemparnya hingga punggungnya menabrak tembok kamar Liena Sue.


"Kau!!! Kau menggagalkan rencanaku!!". Ucap Zhao Wei dengan Geram.


Rong Bai hanya terdiam begitupun Yuri yang hanya diam terpaku karena terkejut, pasalnya tidak ada tanda tanda akan terjadi seperti ini.


"Ku Bunuh Kau Rong Bai!!". Teriak Zhao Wei kemudian melayangkan pedangnya menuju Rong Bai.


Perkelahian pun tidak bisa di hindari, Kamar yang awalnya bersih dan rapi kini berubah menjadi porak poranda karena pertarungan mereka.


Zhao Wei yang merasa perbedaan kekuatan pun memilih Liena Sue menjadi sasarannya karena ia tahu kelemahan Rong Bai berada Di Liena.


"Aku tahu, Jika aku tidak bisa memilikinya , maka kau pun tidak akan bisa memilikinya Rong Bai". Ucap Zhao Wei yang kemudian melayangkan Pedangnya ke Arah Liena Sue.


"Tidak!!!". Teriak Rong Bai kemudian berlari mendekati Liena Sue.


Namun Zhao Wei menyeringai dan merubah serangannya menuju Rong Bai hingga berhasil menusuk dada kiri Rong Bai.


"Tidakk!! Yang Mulia!!!!". Teriak Yuri yang tersadar kemudian ia pun mengeluarkan pedangnya dan menyerang Zhao Wei.


"Ck, ternyata pelayan di sini bisa beladiri". Ejek Zhao Wei.


Yuri pun menyerang dengan membabi buta dan berhasil melukai Lengan Zhao Wei.


Rong Bai yang kini tertusuk tidak bisa berbuat apa apa karena di pedang Zhao Wei ternyata terdapat racunnya.


Karena perbedaan Kekuatan Yuri pun akhirnya kalah dengan sekali pukulan telak di perutnya dan ia pun menabrak dinding Kamar Liena Sue hingga bolong.


Untung Saja Di balik dinding ada Mark yang membawa Rombongan sehingga ia bisa menangkap tubuh Yuri tepat Waktu.


Mark ternyata membawa ketiga Kaisar dan orang orang lainnya. Sesampinya di ambang pintu Kaisar Negara Sheng melemparkan Pedangnya menuju Zhao Wei yang bersiap Memenggal kepala Rong Bai.


Trang....


Zhao Wei menoleh ke arah orang yang melempar pedang itu, Hingga ia menemukan bahwa itu adalah Sang Ayah sendiri.

__ADS_1


"Sudah kubilang untuk tidak mengganggu Mereka A Zhao!!!". Teriak Kaisar Sheng.


"Hahahah, Sudah terlambat". Ucap Zhao Wei sambil tertawa pahit.


"Letakkan Pedangmu!! ". Teriak Kaisar Sheng lagi.


"Letakkan Pedangmu Pangeran dan kita bisa bicara baik baik". Sambung Kaisar Bai dan Kaisar Sue hampir Bersamaan.


Zhao Wei yang sudah di butakan oleh dendam dan cinta kini malah menyandera Liena Sue yang masih terlelap sembari meletakkan pedangnya di leher Liena Sue.


"Jika Kalian Berani maju, Maka aku akan membunuhnya di depan kalian". Ancam Zhao Wei


Mereka semua pun meletakkan senjata demi keamanan Sang Putri, Kaisar Bai segera menghampiri Rong Bai yang sudah sangat pucat.


"Bawa Pangeran untuk diobati". Perintah Kaisar Bai kepada bawahannya .


"Tidak Ayah, aku ingin menyelamatkan Liena Ayahh...".


"Serahkan saja kepada kami, Kau harus sembuh sebelum menyelamatkan tunannganmu".


Rong Bai pun pasrah demi Liena, Ia mempercayakannya kepada Sang Ayah dan Lainnya.


Zhao Wei ingin membawa Liena Keluar dari Kamar itu namun tidak bisa karena sudah di kepung.


"Terimakasih Yang Mulia". Ucap Kaisar Negara Sheng kepada Bian Sue yang tadi memukul Zhao Wei.


"Tidak perlu berterimakasih Yang Mulia, Kau hanya perlu mendisiplinkan nya. Karena ini hari pernikahanku jadi aku tidak akan meminta ayah menghukumnya. Tapi Mohon maaf sebelumnya, Anda Harus membawanya pulang terlebih dahulu sebelum Fajar menyingsing. Atau aku dan Ayah akan berubah Fikiran". Ucap Bian Sue.


"Baik yang Mulia, Aku akan membawanya pulang malam ini. Aku sendiri yang akan menghukumnya bila sampai Di Istana nanti. Terimakasih atas kemurahatian Yang Mulia". Jawab Kaisar Negara Sheng.


"Sudahlah, semua akan di siapkan oleh bawahanku. Aku akan anggap semuanya tidak pernah terjadi, Namun sebagai Hukumannya kau harus mencopot Gelar Anakmu ini dan berikan kepada Anakmu yang lain. Jika Nanti dia menjadi Kaisar maka akan ada perombakan besar yang merugikan''. Ucap Kaisar Sue.


"Kau tenang saja, aku akan mengurusnya. Ini semua salahku yang terlalu memanjakannya. Kalau begitu kami pamit dulu Yang Mulia".


"Baik Berhari hatilah". Jawab Kaisar Sue.


Setelah semuanya selesai, Bian Sue kembali merebahkan Tubun Liena Sue ke Ranjangnya.


Kaisar pun segera memanggil tabib untuk memeriksa Liena Sue karena baru kali ini Liena Sue tidak sadarkan diri walaupun di sana suasanannya sangatlah ramai dan bising.


"Yang Mulia, Tuan Putri baik baik saja. Hanya ia terlalu banyak menghirup dupa Tidur jadi ia tidak bisa terbangun". Jelas Tabib.


"Baguslah, Kalau begitu bagaimana dengan Pelayannya?"Tanya Kaisar Sue.

__ADS_1


"Lukanya tidak terlaku dalam, hanya saja Ada racunnya Yang Mulia. Tapi untuk Pangeran Putra Mahkota Rong kini terlihat tidak cukup Baik karena dia terkena Racun dan kami belum bisa mendetoksifikasi Racun tersebut Yang Mulia". Jawab Tabib.


"Yah, Pelayan Putriku juga orang Negara Ba yang kebal terhadap semua racun. Tapi Rong Bai bukan... ". Gumam Kaisar Sue .


"Sebenarnya bisa cepat di sembuhkan Yang Mulia , itu hanya menggunakan Darah Yang Mulia Putri karena ia mempunyai keturunan Darah Dewa Murni".


"Tapi Putriku belum sadar, dan kita tidak boleh mengambil darahnya tanpa persetujuannya".


"Ayah kita tunggu sampai Adik bangun". Sahut Bian Sue


"Tapi Racun Yang Mulia Pangeran menjalar dengan Cepat Yang Mulia, Takutnya Tidak sampai besok pagi". Jawab Tabib terlihat sangat khawatir.


"Ambillah darahku Tabib, Tidak apa apa aku akan baik baik saja". Sahut Liena Sue yang ternyata sudah terbangun.


"Adik, Kau sudah bangun?". Tanya Bian Sue.


"Yaa, cepat ambil darahku dan sembuhkan Ah Rong".


"Tapi kondisimu?".


"Tidak apa apa, Lakukan Tabib. Aku hanya kelelahan". Jawab Liena Sue.


"Yang Mulia ini?". Tanya Tabib kepada Kaisar Sue.


"Lakukan saja dengan cepat". Perintah Kaisar Sue.


"Baik Yang Mulia" .


Tabib pun segera mengambil pisau kecil dan mangkuk kecil untuk wadah darahnya nanti. Perlaha. ia menyayat tangan Liena Sue kemudian mengeluarkan darahnya ke dalam mangkuk hingga mencapai setengah mangkuk.


Setelah selesai Tabib itupun membalut Luka Liena Sue kembali.


"Ayah aku lelah, bisakah kau melihatkan kondisi Ah Rong?". Tanya Liena Sue.


"Tentu saja, Kau istirahatlah". Jawab Kaisar Sue.


"Adik aku akan menunggumu di sini". Ucap Bian Sue.


"Tidak Kak, Kasihan kakak ipar. Sebaiknya kau menemaninya. Aku akan baik baik saja".


"Kalau begitu Biarkan Sam Menjagamu".


"Baiklah kak kalau kau memaksa".

__ADS_1


__ADS_2