
Betapa Terkejutnya Kaisar saat mendapati Salah satu di Antara pembunuh tersebut yang ternyata sosok penjaga Bayang nya yang selalu berada di sampingnya.
"Rowan, Ada Apa Ini?". Tanya Kaisar Sue meninggikan Suaranya.
"Yang Mulia, ini tidak seperti yang anda lihat". Jawab Rowan.
Kaisar Sue tak habis pikir dengan bawahan setianya itu, ia terduduk dan menundukkan kepalanya untuk mulai bertanya dengan Rowan.
"Ayah, minumlah ini. Dan Kau bisa mendapatkan jawaban darinya". Ucap Bian Sue memberikan Sebuah Pil kepada Kaisar.
"Pil apa Ini?". Tanya Kaisar.
"Pil kejujuran ayah, Cobalah". Jawab Bian Sue.
Kaisar dengan ragu meminum Pil Kejujuran yang di berikan Bian Sue, sedangkan Rowan kini terlihat gemetar ketika melihat Kaisar Sue marah dengannya.
Setelah menelan Pil kejujuran, tiba tiba tubuh Rowan dan para bawahannya menegang. Ada apa dengan mereka membuat Kaisar semakin bingung.
"Ayah, kau bisa menanyai mereka. Sudah pasti mereka tidak bisa berbohong". Ucap Liena Sue.
"Kenapa bisa seperti itu?". Tanya Kaisar.
"Karena mereka sudah meminum Pil kejujuran Yang lain". Jawab Liena dengan enteng sehingga membuat mereka terkejut bukan main.
"Ba... Bagaimana bisa?". Tanya salah satu pembunuh.
Cerita Liena..
"Kalian berikan pil ini ke dalam air minum orang orang itu, dan sepertinya orang yang menggunakan Batu Giok Putih itu adalah ketuanya. Berikan dua pil". Ucap Yuri kepada para pelayan dan penjaga yang ia kumpulkan.
"Baik, kami akan bekerja sangat baik".
Para pelayan tersebut segera menjalankan tugas masing masing, untung saja mereka sudah di ajari bela diri secara pribadi oleh Liena Sue dan Bian Sue jadi mereka dengan mudah menyelinapkan Pil tersebut di botol minuman mereka.
Cerita selesai...
"Jadi begitu ceritanya, Ayah cepat kau tanyakan apa tujuan mereka". Jelas Liena .
"Baik, Rowan, kenapa kalian ingin membunuhku? Apa tujuan kalian?".
"Kami hanya melakukan perintah". Jawab Rowan tanpa sadar.
__ADS_1
"Siapa yang memerintah kalian dan apa tujuan kalian?". Tanya Kaisar.
"Itu Permaisuri Negara Ba Yang Mulia, Dia ingin Pangeran Silas menyelamatkan anda dan mendapat hati anda untuk merestui Perjodohan dengan Putri Liena". Jawab Rowan.
"Omong Kosong!!! Kau memfitnah
H Tamu dari negara Ba untuk menutupi Kebusukanmu?". Teriak Pangeran Silas yang kemudian maju ke depan diikuti Sang Ibu.
Sedangkan Kaisar Bai terlihat menghitam wajahnya karena marah dan malu kepada Sang Istri dan anaknya.
"Tapi, kami berani bersumpah Yang Mulia. Ini kami punya bukti. Karena Yang Mulia permaisuri tidak mempunyai cukup uang di dalam kantongnya , jadi dia memberikan Liontin Giok ini Yang Mulia. Dan Yang Mulia Permaisuri juga memberikan Token Giok ini Yang Mulia". Bela Rowan.
"Ambil barang bukti dan token itu , dan bawa kemari". Perintah Kaisar Sue kepada Prajurit di dekatnya.
"Ini Yang Mulia". Ucap Prajurit itu sembari memberikan barang bukti dan Token Giok berwarna kuning dengan ukuran yang bertuliskan Istana Merpati.
"Kaisar Bai, bisakah kau kemari memastikan Token Giok di tanganku ini?". Tanya Kaisar Sue.
"Tentu". Singkat Kaisar Bai dari negara Ba yang kemudian berjalan menuju tempat Kaisar Sue sembari menyembunyikan kemarahannya kepada Permaisurinya .
"Ini, kau lihatlah. Istana Merpati namanya, dan di Istanaku tidak menggunakan nama nama burung melainkan nama bunga" . Jelas Kaisar Sue .
"Tidak!! Aku pasti dijebak, kalian harus percaya padaku.. Mereka pasti merencanakannya. Yang Mulia tolong berikan keadilan, Keluarga Sue pasti dalang semua ini". Elak Permaisuri Negara Ba.
"Diam!!! Apa kau ingin mengelak lagi, semua bukti menuju kepadamu . Seharusnya kau malu!!". Bentak Kaisar Bai.
"Tapi...".
"Bawa Permaisuri ke kamarnya, dan bereskan barang barangnya. Biarlah dia kembali Ke Negara Ba setelah mendapat hukuman dari Kaisar Sue". Perintah Kaisar Bai kepada bawahannya.
"Kau tidak perlu terlalu keras dengan Istrimu Tian Bai, Sudahlah. Karena semua sudah jelas dan motifnya sudah diketahui, maka aku akan memaafkannya kali ini. Aku tidak mau karena hal sepele akan menjadi peperangan". Ucap Kaisar Sue.
"Terimakasih, kau memang sahabat terbaikku. Dan Untuk perjodohan mungkin aku akan memikirkan ulang nanti ".
"Sudahlah, mari kita nikmati acara yang tertunda ini. Aku sudah melupakannya. Dan maaf untuk semua kekacauan ini".
Mereka pun melanjutkan Acara tanpa Permaisuri Negara Ba. Bahkan Pangeran Silas kini hanya tertunduk malu dengan tingkah sang ibu yang tidak membicarakan kepadanya sejak awal. Karena memang dia tidak tahu jika semua itu rencana Sang ibu.
"Dan untukmu Rowan, Kau pergilah ke pengadilan dan ambil hukumanmy". Titah Kaisar.
"Terimakasih Yang Mulia".
__ADS_1
Liena Sue dan Bian Sue yang kini tengah memakan camilannya tanpa menghiraukan perdebatan yang baru saja terjadi. Malah mereka semakin menikmati sandiwara di hadapan mereka. Toh Keluarga mereka tidak pernah menggunakan Trik atau semacamnya, Atau lebih tepatnya trik apapun itu pasti mudah di ketahui oleh Kedua bersaudara tersebut.
Sekarang adalah Sesi berjalan jalan keliling taman bunga yang begitu luas bila di bandingkan dengan Istana Kerajaan lain. Tak hanya tanaman bunga, tetapi berbagai macam Tanaman Obat yang langka juga berada di sana .
"Wahh, memang berbeda di Negara kita. Negara Ba ini memang begitu asri".
"Bunga yang langka, dan tanaman yang mahal harganya".
" Aku jadi betah di Istana Kekaisaran Ba ini".
Semakin banyak yang terkagum kagum saat melihat betapa rapi dan indahnya penataan taman bunga Istana Kerajaan Ba ini. Dengan Sungai kecil berair biru jernih menambah keasrian tempat tersebut.
Liena Su yang berada di tengah rombongan bersama sang kakak kini tengah mengamati beberapa tamu undangan yang terlihat mencurigakan menurutnya. Bahkan ada satu sosok Wanita yang sedari tadi mengawasi Rong Bai dari kejauhan dengan tatapan dambanya.
"Ck Siapa gadis itu, menjijikkan". Ucap Liena Su.
"Apa yang kau lihat Na'er?". Tanya Bian Sue.
"Tidak kakak, hanya melihat seekor Rubah betina".
Bian Sue pun mengangguk sembari mencari Sosok Rubah betina yang tidak pernah ia temukan.
Mereka berjalan denga. santai mengelilingi taman, hingga waktu bosan menghampiri Liena Sue. Karena lelah, ia berhenti di tempat duduk yang di sediakan di bawah pohon besar dekat kolam ikan.
"Ahh lelah sekali".Gumam Liena Sue.
Liena Sue duduk dengan nyaman tanpa mengikuti rombongan di depannya. Ia menyenderkan kepalanya di pohon belakangnya. Tanpa ia sadari, ada seseorang yang kini ikut duduk di sebelahnya .
"Apa Aku boleh duduk di sebelahmu Tuan Putri?". Tanya orang itu.
"Emm, Boleh Boleh..". Jawab Liena Sue asal dengan mata terpejam.
"Apa Kau lelah Putri?". Tanya orang itu lagi.
"Sedikit". Singkat Liena Sue.
Orang Itu kemudian mencoba menarik kepala Liena dan menyandarkan ke Pundaknya. Otomatis Liena Terkejut dan segera membuka Matanya.
"Ah Rong!! Ku kira Siapa Kau tadi.. Mengagetkanku saja". Ucap Liena.
Rong Bai pun hanya tersenyum lembut dan masih memaksa Liena untuk bersandar, bahkan sampai ke dalam pangkuannya.
__ADS_1