
Malam telah tiba, Kaisar Siluman bergegas menuju Kamar Liena. Para penjaga yang menjaga pintu kini membukakan pintu dan mempersilahkan masuk Kaisar tampan itu.
"Silahkan Yang Mulia". Ucap penjaga pintu tersebut dan di jawab anggukan kepala dari Kaisar mereka.
Kaisar melenggang memasuki kamar yang dimana Liena tengah duduk di samping jendela Kamar.
"Kau sudah sadar Nona". Tanya Kaisar.
" Apa yang kau inginkan?"
Tanya Liena Sue.
"Aku hanya ingin mengunjungi calon istriku, atau tepatnya calon Ratuku".
"Heh, secepat itu kau memutuskan. Apa kau tahu asal usulku atau keluargaku".
"Hemm, aku tahu semuanya terutama Darah Murni yang ada pada dirimu, oh ya perkenalkan Namaku Gong Fai Kaisar Kerajaan Siluman". Ucap Gong Fai.
"Aku tidak bertanya namamu". Jawab Liena Ketus.
"Tidak apa, aku hanya bermurah hati Nona. Sekarang kau menjadi calon Ratuku, dan tidak ada yang bisa menolongmu ataupun kau berusaha melarikan diri. Darah Murni yang begitu harum sangat di sukai para Siluman terutama Siluman Jahat. Jadi mau tidak mau kau harus tetap tinggal untuk tetap aman". Terang Gong Fai , kemudian beranjak pergi dari Kamar Liena Sue.
"Dan satu lagi, Ras Siluman adalah Ras dengan Ilmu Sihir yang kuat dan kau harus berhati hati. Perhatikan tingkah lakumu Nona". Sambung Gong Fai kemudian menghilang dari balik pintu.
"Hmmm pantas saja aku tidak bisa keluar walaupun penjaga tidak ada, ternyata ia memasang penghalang dengan sihir yang kuat". Gumam Liena Sue.
Lirna Sue sempat termenung, pasalnya jika ia mengulurkan tangannya keluar jendela maka akan ada sengatan listrik yang begitu kuat jadi dia tidak bisa keluar dari Istana itu. Akan tetapi ada sebuah keanehan ketika ia melemparkan benda keluar jendela yang dengan bebas keluar tanpa tersengat penghalang.
"Aku tahu, penghalang ini hanya untuk menghalangiku tetapi tidak pada benda benda. Jadi aku harus menulis Surat untuk Rong Bai, pasti mereka juga sudah berada di Dunia ini". Gumam Liena Sue kemudian mengambil secarik kertas dan tinta dari dalam Cincin spesialnya, tak lupa ia mengambil tongkat yamg ia simpan di cincin Sepesialnya juga.
Setelah selesai ia memanggil burung pengantar pesan kemudian surat yang ia tulis ia tempelkan di gagang tongkat dan di berikan kepada burung tersebut.
"Yes berhasil, sebelum mereka bergerak aku harus memperingatkan mereka dahulu"? .
Burung tersebut segera pergi dan Liena Sue pun kembali ke ranjang untuk tidur menunggu balasan dari Rong Bai.
Karena memikirkan balasan dari Rong Bai, Liena tidak bisa memejamkan matanya. Ia memilih duduk dan menunggu burung itu kembali membawa balasan.
Setelah tengah malam Burung pembawa pesan pun kembali membawa surat balasan, akan tetapi ia tidak bisa hinggap di jendela karena penghalang jadi dia hanya berkicau agar Liena mengambilnya sendiri.
__ADS_1
Liena mengambil tongkat itu kembali untuk mengambil balasan dari Burung pembawa pesan, setelah mendapatkannya ia pun membaca dengan seksama.
"Baik mereka sudah menyusun rencana, dan aku pun juga harus menyusun rencana agar sejalan dengan mereka". Gumam Liena Sue .
,,,
Pagi hari telah tiba, Kaisar Gong Fai kini mengunjungi kembali Liena Sue. Kali ini ia berniat untuk mengajak Liena berjalan jalan .
Dia menyuruh pelayan untuk mendandani Liena terlebih dahulu, setelah siap ia pun langsung menjemputnya di kamar Liena.
" Kau ingin membawaku kemana?". Tanya Liena Sue.
"Jalan jalan, sebelum kau menjadi Wanitaku kau harus mengetahui Dunia kecil kita kan". Jawab Gong Fai.
"Yahh terserah kau saja, tapi aku mengingatkanmu bahwa kau belum memintaku menyetujui Niatmu itu dan kau harus tahu bahwa aku sudah mempunyai tunanngan ".
"Heh, untuk pertunangan mu aku tidak peduli. Yang terpenting sekarang kau sudah ada Di istanaku mau tidak mau kau harus menikah denganku karena aku orangnya suka memaksa".Jawab Gong Fai sambil menyeringai .
"Ck coba saja kalau kau bisa, teman temanku pasti akan menyelamatkan aku dan akan mengalahkanmu".
Kata kata Liena Sue berhasil membuat Gong Fai menggertakkan rahangnya karena marah, ia pun segera pergi dari kamar Liena Sue tanpa sepatah katapun.
"Jangan biarkan keluar sejengkal pun".
"Baik Yang Mulia". Jawab penjaga pintu itu.
"Dan kau pelayan Pribadi istana ini, berikan bubuk ini di setiap makanannya".
"Baik Yang Mulia".
Gong Fai pun pergi dengan terburu buru menuju Ruang Kerjanya, dengan wajah marahnya ia menyuruh bawahannya untuk berkumpul di ruang kerjanya.
"Kenapa anda mengumpulkan kami Yang Mulia? Apa ada sesuatu yang harus di bicarakan?".
"Ya, kalian perketat penjagaan Dunia Siluman kita, Jika ada Manusia cepat tangkap dan tanyakan apa tujuan mereka".
"Maaf Yang Mulia, bertahun tahun Dunia kita sudah tidak menerima Wisatawan Manusia semenjak kemunculan Orang orang bertopeng itu. Semua Manusia takut memasuki dan berkerjasama dengan Dunia Siluman kita".
"Kau benar, kalau begitu cari empat manusia yang tak sengaja memasuki Dunia kita. Jika kau tidak bisa membawa mereka hidup hidup kalian bisa membawa mayatnya" .
__ADS_1
"Baik Yang Mulia". Jawab Mereka serentak.
Gong Fai pun mengakhiri pertemuannya dan para bawahan pun segera menjalankan tugas dari Sang kaisar.
Mereka melakukan Tugas keesokan harinya, Para prajurit istana kini mencari di setiap mansion kedai maupun menginapan setiap inci Dunia Siluman . Hutan hutan dan rawa pun tak luput dari pencarian.
Di dalam penginapan Yang di tempati Rong Bai kini terlihat Riuh ketika Para Prajurit Istana memaksa menggledah tempat itu.
"Ada apa ini? Kenapa kalian membuat keributan Di tempatku?". Tanya Pemilik penginapan.
"Kami disini ingin mencari manusia yang menginap di sini".
"Tidak ada Manusia yang menginap kalian tidak percaya". Jawab Penjaga Kasir.
"Kalian bicara pelan pelan dan jangan membuat keributan". Ucap Pemilik Penginapan.
"Kami disini ingin mengecek setiap kamar apakah benar ada Manusia yang tinggal di penginapanmu maupun penginapan lain. Ini semua Perintah Yang Mulia Kaisar". Jelas prajurit itu.
"Baiklah, kalau begitu saya persilahkan. Tapi jika tidak menemukannya kalian harus mengganti Rugi kerusakan ini".
"Walaupun kami menemukannya , kami tetap mengganti ruginya Tuan". Jawab Prajurit itu sembari memberikan sekantong uang kepada pemilik penginapan.
Setelah mendapat ijin mereka pun perlahan menaiki tangga yang menuju lantai dua dan Tiga untuk mencari tahu Empat Manusia Yang di sebutkan Kaisar Mereka.
"Kalian Cek satu persatu kamar , jangan membuat keributan sebelum kalian benar benar menemukan mereka. Dan Ingat jangan merusak barang kecuali terpaksa".
"Baik Jenderal".
Mereka pun di bagi menjadi beberapa tim untuk mengecek satu persatu Kamar penginapan.
Di balik tembok penginapan terlihat Liu Zhang menguping apa yang terjadi di luar kamar. Setelah mendapatkan informasi ia pun membisikkan kepada rekan rekannya apa yang terjadi di luar.
"Ternyata Kaisar itu kini mengincar kita". Ucap Silas.
"Benar, dan aku dengar Kaisar itu mempercepat hari pernikahannya. Yang calon permaisurinya pasti Liena". Sahut Yu Yin.
"Kalau begitu kalian semua bersiaplah di posisi masing masing". Ucap Rong Bai.
"Kalau begitu kami kembali ke kamar kami, dan kita akan melihat pertunjukan yang menarik".Sahut Liu Zhang kemudian mereka kembali ke kamar masing masing melalui Jendela agar tidak di ketahui para Prajurit.
__ADS_1