Menjadi Pelayan Pangeran Bupati

Menjadi Pelayan Pangeran Bupati
Pelelangan Giok darah


__ADS_3

Hari pelelangan....


Terlihat mereka berempat tengah menyiapkan beberapa uang untuk di bawa pelelangan, Tak Lupa cadar dan topeng untuk menutupi Identitas mereka.


"Baiklah semua sudah siap, jangan lupa Token masuknya Kak". Ucap Liena Sue.


"Tenang saja, aku sudah mendapatkan Token itu dengan mudah". Jawab Bian Sue sambil menunjukkan token kepada mereka .


Mereka berempat pun segera berangkat menuju Tempat Lelang itu, mereka sengaja tidak menggunakan kendaraan apapun agar identitas mereka tidak ada yang mencurigainya.


"Na'er, apakah tidak apa apa merepotkan kalian?". Tanya Rong Bai yang tak enak hati.


"Tentu saja tidak, jika kau tidak mengingat masa lalu baru merepotkan". Jawab Liena Sue tetapi malah mendapat pukulan kecil di dahinya oleh Rong Bai..


"Awas saja kalau aku sudah mengingat semua". Ucap Rong Bai


"Sakit tahu". Liena Sue menggerutu sambil mengusap dahinya yang sakit.


"Sudah sampai, Ramai sekali ternyata". Ucap Bian Sue.


"Namanya Rumah Bordil, Pasti Ramai... ". Jawab Liena Sue dengan malas


"Kalau begitu ayo masuk, Kalian di belakangku ya aku akan menunjukkan Tokennya" . Ucap Bian Sue .


"Baik". Jawab Mereka bertiga.


Mereka pun segera memasuki Rumah Bordil itu dengan Bian Sue yang memimpin jalan. Sesampainya di dalam mereka di sambut dengan Seorang Resepsionis dan beberapa gadis gadis cantik .


"Silahkan masuk Tuan Tuan dan Nona, Silahkan memilih gadis gadis untuk menemani malam anda Tuan".


"Kami tidak ingin Gadis, Kami ingin mengikuti pelelangan". Jawab Bian Sue sambil mengeluarkan Token masuk.


"Ohh baiklah, Silahkan masuk lewat pintu ini nanti anda tinggal menuruni tangga yang akan di pandu oleh penjaga lainnya Tuan".


"Terimakasih, Ini sedikit uang untukmu". Ucap Bian Sue sambil memberikan beberapa Koin Perak kepada Penjaga itu


"Terimakasih Tuan, Silahkan Lewat Sini".


Mereka berempat pun segera pergi menuju Pintu menuju Lelang tersebut, Setelah pelayan mengantarkan Sampai di sebali pintu pelayan itu segera pergi. Setelah ia Pergi datang lagi pelayan Perempuan yang menyambut mereka.


"Selamat datang Tuan Tuan dan Nona, Silahkan ikuti saya".


"Terimakasih". Sahut Bian Sue .


Mereka diantarkan oleh pelayan wanita itu ke tempat VVIP yang di siapkan menurut Token yang mereka punyai. Ternyata setelah sampai di tempat Pelelangan , terlihat bangunan Megah dengan Kesan Lebih modern dengan tiga Lantai tempat untuk para tamu.


Terlihat di tengah tengah banyak sekali barang yang akan di lelang, Namun Giok Darah belum di keluarkan karena rencanannya akan di lelang di Akhir acara nanti.


"Silahkan Tuan dan nona, jika anda membutuhkan sesuatu bisa memanggil saya di luar". Ucap Pelayan itu dengan Sopan.


"Baik, terimakasih Sebelumnya". Kini Liena Sue yang berbicara.

__ADS_1


Mereka berempat duduk di kursi yang sudah di siapkan sembari memakan camilan yang ada di meja, Terlihat dari seberang tempat mereka seorang yang cukup Familiar bagi Kai Yuwen tetapi tidak dengan Ketiganya.


"Kenapa dia ada di sini? Apa dia juga ingin Giok darah itu". Batin Kai Yuwen.


Liena Sue yang sadar akan pandangan Kai Yuwen pun memberanikan diri bertanya.


"Apa kau kenal mereka Kak?". Tanya Liena Sue kepada Kai Yuwen.


"Ya, Mereka adalah Bawahan Dewa Xiang. Sepertinya mereka menginginkan Giok darah juga". Jawab Kai Yuwen.


"Apa diantara mereka ada Dewi Xiang?" Tanya Liena Sue kembali.


"Sepertinya ada, aku mencium bau yang familiar". Jawab Kai Yuwen.


"Kalau begitu kita harus mendapatkan Giok itu bagaimanapun caranya".


"Kau benar, pastinya dia ingin giok darah karena rencana tersembunyi nya".


...


Acara Lelang pun di mulai, Barang Lelang awalan adalah sebuah Senjata Ilahi berupa Pedang Kuno dengan Ukiran naga.


"Barang pertama yang akan di lelang adalah Pedang Kuno dengan ukiran naga, Di mulai dengan dua ratus Tael perak". Ucap pembawa acara.


"Dua ratus Sepuluh".


"Dua ratus Lima belas".


Para tamu berebut pedang itu dengan menaikkan harga semakin tinggi.


"Apa istimewanya? Pedang itu hanya senjata ilahi tingkat rendah walaupun barang kuno". Gumam Liena Sue yang masih bisa di dengar mereka bertiga.


"Untuk Kultivator pengembara barangtu sangatlah berharga". Jawab Bian Sue.


"Ohh, pantas saja". Sahut Liena Sue.


"Barang yang akan di lelang sebelum Giok darah adalah Payung sembilan putaran , Na'er jika kau mau aku akan membelikannya untukmu".


"Payung Sembilan Putaran? Apakah juga senjata ilahi?". Tanya Liena Sue.


"Benar, itu adalah Senjata Ilahi tingkat Surga. Jadi sudah pasti akan sangat berharga". Jawab Rong Bai.


"Payung sembilan Putaran adalah Senjata Dewa, Dia bisa memusnahkan suatu pulau kecil hanya dengan satu serangan sedang". Sambung Kai Yuwen.


"Pantas saja, Baiklah aku mau payung itu.... Tunggu.... Jangan jangan Dewi Xiang bukan menginginkan Giok Darah, melainkan Payung sembilan putaran?". Ucap Liena Sue menerka nerka.


Kai Yuwen terlihat memikirkan apa yang di katakan Liena Sue, dan akhirnya ia menemukan jawabannya.


"Kau benar adik, Tapi untuk apa dia ingin payung itu?".


"Untuk menakhlukkan suatu wilayah mungkin". Sahut Rong Bai.

__ADS_1


"Wilayah ya, .....Jangan jangan... Dewa Xiang ingin merebut tahta dan merencanakan pemberontakan". Ucap Kai Yuwen sedikit kencang sehingga di bungkam oleh Liena Sue dan Rong Bai dengan cepat.


"Sst, kakak apa kau lupa dinding bisa mendengar". Ucap Liena Sue memperingatkan.


"Maaf, ". Singkat Kai Yuwen.


"Memang Keluarga Dewa Xiang itu berbahaya?". Tanya Bian Sue.


"Dia adalah dewa kepercayaan Ayah, hanya saja karena posisi yang terlalu tinggi dia jadi ambisi ingin merebut tahta. Dia juga orang terkuat ke tiga setelah Kaisar dan Dewa perang Bai Rong dan aku menempati posisi keempat. Karena Bai Rong sudah mati dan aku berada di Dunia Fana cukup lama mungkin dia benar benar ingin mengambil kesempatan untuk memberontak". Jawab Kai Yuwen Panjang Lebar.


"Baiklah Pedang telah terjual dengan harga dua ribu tael perak". Ucap Pembawa acara membuat Liena dan yang lain kembali terfokus.


"Selanjutnya , Giok naga hijau di mulai dengan harga Seribu Tael perak".


"Seribu seratus".


"Seribu dua ratus".


"Seribu Empat ratus".


"Giok Naga Hijau? Bukankah itu Giok Langka lalu kenapa hanya di beri harga rendah?". Gumam Bian Sue.


"Bagaimana kalau kau membelikannya untuk kakak ipar kak?". Tanya Liena Sue.


"Kau benar , Seribu tael berarti seharga sepuluh Koin emas. Kalau begitu itu harga yang sangat murah .... Dua puluh lima koin emas". Teriak Bian Sue membuat semua orang menoleh kearah mereka.


"Dua puluh Koin emas, ada yang ingin menambah harga lagi?".


"Dua puluh lima Koin emas". Teriak perempuan dari seberang .


"Ck sial, tadi dia diam saja sekarang ingin mengimbangiku". Gumam Bian Sue.


"Dua puluh lima koin emas, ada lagi?".


"Tiga puluh Koun emas". Teriak Bian Sue .


"Ada lagi?".


Wanita di seberang tidak menambah lagi harganya jadi Giok itu berhasil di beli oleh Bian Sue.


"Tuan ini Giok anda". Ucap Pelayan yang membawa Giok ke tempat mereka.


"Terimakasih, ini uangnya. Hitunglah dulu jika ada kurangnya".


"Tidak perlu Tuan, kami percaya kepada pelanggan". Ucap pelayan itu kemudian segera pergi meninggalkan mereka.


"Wahh ini benar benar Giok Langka, tapi mengapa mereka menjual murah ya". Gumam Liena Sue.


"Mungkin mereka tidak tahu kalau ini langka". Jawab Bian Sue.


"Masuk akal". Sahut Kai Yuwen

__ADS_1


__ADS_2