Menjadi Pelayan Pangeran Bupati

Menjadi Pelayan Pangeran Bupati
Emosi datang Bulan


__ADS_3

Liena Sue dan Rong Bai berhasil menyelesaikan Tugas dari Guru Dao, karena hari hampir petang mereka berdua pun di perbolehkan pulang.


Di perjalanan pulang Liena Sue terlihat diam saja tidak seperti biasanya yang selalu cerewet , Rong Bai mengerutkan keningnya saat mendapati perubahan Liena Sue, ia menghentikan Liena dengan meraih tangan kecil gadis itu.


"Ada apa denganmu Na'er?". Tanya Rong Bai.


"Ehh Tidak, aku hanya lelah saja". Jawab Liena Sue berbohong, sebenarnya ia kepikiran tentang Kai Yuwen tadi yang mengurungkan niatnya bertanya padannya.


"Kalau begitu Naiklah". Jawab Rong Bai sembari duduk di depan Liena Sue mempersilahkan untuk naik ke punggung lelaki tampan nan kekar itu.


Liena Sue pun tersenyum, kemudian ia menaiki punggung Rong Bai sambil mengalungkan tangannya di leher Rong Bai .


"Apa Aku berat?". Tanya Liena Sue.


"Hmm sedikit, apa kau makan lebih banyak kali ini?". Jawab Rong Bai sambil menggoda .


"Kau menyebalkan, berarti aku memang berat..Kalau begitu turunkan aku".


"Tidak ... Tidak Na'er kau tidak berat". Jawab Rong Bai merasa bersalah.


"Aaaagghh pokoknya turunkan aku!!".


Rong Bai pun akhirnya pasrah kemudian menurunkan Liena Sue, akan tetapi setelah di turunkan Liena Malah kembali merajuk seperti anak kecil.


"Kenapa kau malah semakin marah Na'er?". Tanya Rong Bai.


"Kau menyebalkan, Kenapa kau turunkan aku?". Tanya Liena Sue membuat Rong Bai bingung.


"Bukankah kau bilang mau turun??". Tanya Rong Bai sambil menggaruk kepala yang tak gatal.


"Tuh kan menyebalkan, Berarti memang kau lemah tidak kuat menahan badanku tang hanya bertambah beberapa kilo saja". Ucap Liena Sue meraju.


"Yasudah, kalau begitu naiklah lagi". Ucap Rong Bai yang kembali memberikan punggungnya untuk di naiki.


"Tidak mau, Kau membuatku marah saja". Gerutu Liena Sue kemudian berjalan dengan cepat seperti setengah berlari, sedangkan Rong Bai kali ini menepuk jidatnya cukup keras melihat tingkah aneh Liena Sue. Hingga ia baru teringat jika hari ini Liena mendapatkan Tamu bulanannya sehingga sangat sensitif.


Rong Bai menyamai langkah Liena sambil terus mengucapkan permintaan maaf , tetapi tidak di tanggapi Liena Sama sekali .


"Astaga Na'er, Maafkan aku.. Aku benar benar tidak tahu kalau kau akan semarah ini". Bujuk Rong Bai tetapi tidak di tanggapi Liena Sue.

__ADS_1


Hingga sosok Kai Yuwen yang berada di gerbang akademi membuat langkah Liena Sue terhenti, ia teringat kembali kejadian tadi.


Rong Bai akhirnya menghela nafas lega saat Liena Sue berhenti berjalan, ia pun tanpa aba aba menggendong Liena Sue ala Bridal tanpa permisi.


"Lepaskan,, ini masih wilayah Akademi. Kau tidak bisa seperti ini Ah Rong". Ucap Liena Sue sembari berusaha melepaskan diri dari Rong Bai tetapu sia sia karena badan kekarnya.


"Tidak.. Aku tidak akan melepaskan mu sebelum kau memaafkanku".


"Kenapa harus memaafkan mu? Kau begitu menyebalkan". Tolak Liena Sue.


"Kalau begitu, aku tidak akan menurunkan mu". Jawab Rong Bai yang tak mau kalah.


Liena Sue terlihat sangat kesal kemudian ia pun memilih mengalah memaafkan Rong Bai.


"Baiklah aku memaafkan mu, sekarang turunkan aku".


"Terimakasih sudah memaafkan ku Tuan Putri, tapi... aku tetap akan menggendong mu". Ucap Rong Bai kemudian tersenyum lebar.


"Ah Rong!!". Teriak Liena Sue.


Tetapi anehnya teman temannya yang berada di sekitar mereka tidak memperhatikan mereka sama sekali, bahkan tidak mendengar teriakan Liena Sue.


"Kenapa kau menatapku seperti itu Na'er?". Tanya Rong Bai berpura pura tidak tahu .


"Kau memang menyebalkan Ah Rong, padahal kau tahu apa yang ku tanyakan". Ucap Liena Sue sambil memalingkan wajahnya.


"Heheh, apa kau lupa kita baru saja mempelajari Sihir Ilusi? Jadi mereka hanya melihat kita jalan berdampingan saja, dan satu lagi, Pakaianmu di bagian belakang kotor karena sedikit darah". Ucap Rong Bai berakhir berbisik di kalimat terakhir berhasil membuat Liena Sue malu sekaligus teringat akan tamu bulanannya yang bocor.


"Yasudah, gendong aku sampai Mansion". Ucap Liena Sue akhirnya


"Baik Tuan Putri". Jawab Rong Bai dengan senyum penuh kemenangan.


Mereka pun segera berjalan pulang menuju Mansion Bian Sue yang tidak jauh letaknya dari akademi, Sang Kakak Bian Sue sudah lebih dahulu pulang ke mansion karena hari ini tidak banyak kelas. Rong Bai pun segera membawa Liena Sue menuju kamarnya dengan masih menggunakan Sihir Ilusi.


Sesampainya di dalam kamar, Rong Bai menghilangkan Sihir tersebut dan menurunkan Liena Sue pelan pelan.


"Cepat mandilah, aku akan kembali ke kamarku. Setelah selesai kita turun bersama untuk makan malam". Ucap Rong Bai kemudian meninggalkan Liena Sue di kamarnya.


Liena Sue bergegas menanggalkan pakaiannya kemudian berendam sebentar di air dingin karena jika menunggu air hangat akan memakan waktu lama , sehingga tidak bisa makan malam bersama teman temannya.

__ADS_1


Dirasa cukup berendam nya, Liena Sue segera berganti pakaian sederhana dan bergegas keluar dari kamar untuk makan malam bersama.


Saat membuka pintu kamar, Rong Bai ternyata sudah berada di depan Kamar Liena Sue.


"Baiklah, ayo kita turun". Ucap Rong Bai.


"Baik,". Singkat Liena Sue.


Makan malam kali ini sangatlah sepi karena Yu Yin sudah mendapatkan Asrama sendiri begitupun Liu Zhang dan Silas.


"Sepi sekali". Ucap Liena Sue yang kemudian duduk di kursi yang tengah disiapkan Rong Bai.


"Mereka sudah mendapatkan Mansion kecil atau tepatnya Asrama, memang lebih baik seperti itu. Kita tidak tahu sifat mereka kedepannya". Jawab Bian Sue .


"Yah kau benar kak, Oh ya kak sebentar lagi musim dingin. Apakah kakak juga akan pulang?". Tanya Liena Sue.


"Tentu saja aku akan pulang, jangan lupa jika kakakmu ini akan segera lulus dari akademi. Jadi kedepannya Mansion ini kau dan Rong Bai yang mengurusnya". Ucap Bian Sue .


"Tidak, aku tidak mau. Jika kakak lulus dari akademi, lebih baik aku di asrama saja atau membeli Mansion kecil. Disini terlalu berbahaya dan pastinya ada penjara menakutkan di bawah sana". Tolak Liena Sue.


"Baiklah, kalau begitu. Nanti aku akan bilang dengan Tetua Pertama untuk mencarikan kalian berdua Mansion dan Mansion ini akan diambil alih Senior lainnya".


"Ah Rong Bagaimana denganmu? Apa kau akan pulang Ke Negara Gu?". Tanya Liena Sue .


"Aku?".


"Iyaaaaa".


"Ya, aku akan kembali dan bekerja seperti biasanya. Banyak pekerjaan yang tertunda karena aku berada di akademi". Jawab Rong Bai .


"Ohh, baguslah kalau begitu". Ucap Liena Sue sedikit merasa kecewa.


"Mungkin setelah ini aku pun tidak akan kembali ke Akademi". Ucap Rong Bai sambil menghentikan makannya .


"Kenapa?". Tanya Liena Sue.


"Hmm Tugas negara lebih penting, apa lagi Ayah sudah tahu kondisiku saat ini. Jadi perebutan Tahta pasti akan segera terjadi".


Jawab Rong Bai berhasil membuat Liena Sue terdiam.

__ADS_1


__ADS_2