Menjadi Pelayan Pangeran Bupati

Menjadi Pelayan Pangeran Bupati
Akademi dalam part 2


__ADS_3

Di dalam ada sepuluh murid termasuk Bian Sue yang ternyata sebagai Senior Pertama Akademi Dalam. Satu persatu mereka memperkenalkan diri di hadapan Liena Sue dan Rong Bai, hingga giliran Mereka pun tiba untuk memperkenalkan diri.


"Perkenalkan Namaku Rong Bai, dari Negara Gu". Singkat Rong Bai.


"Perkenalkan Namaku Liena Sue dari Negara Ba".


Semua orang berbisik satu sama lain tentang murid baru di depan mereka.


"Rong Bai, sepertinya itu satu negara denganmu Zihan?".


"Sebentar aku akan mengingatnya, sepertinya dia anggota kerajaan. Karena nama marganya sama dengan Kaisar Bai Kakak Lu". Jawab Zihan.


"Marga Sue, apa gadis itu adik dari Senior Sue?".


"Yah mungkin, tapi kelihatannya dia gadis biasa bagaimana bisa di bandingkan dengan Senior Sue".


"Kau benar, lihat saja penampilan bodohnya itu. Yah walaupun dia cantik, tapi kelihatannya tidak berbakat".


Ketiga Gadis penggemar Rong Bai pun terlihat berbisik satu sama lain , mereka menjelekkan Liena Sue dengan nada yang sebenarnya mereka semua bisa mendengarnya.


Bian Sue yang mendengarnya juga pun kini memberikan peringatan kepada ketiga perempuan itu.


"Aw, sakitt.. Kakak Senior pertama, apa kau yang menjahili kita?".


"Jika kalian masih berbicara tidak sopan, aku bisa lebih kejam lagi". Jawab Bian Sue dengan wajah Suram.


Mereka pun tertunduk saat melihat Senior pertama marah, karena diantara mereka hanyalah Bian Sue yang terkuat. Bahkan Tetua pertama pun tunduk dengannya.


"Ingat, dia adalah Adik perempuanku. Walaupun di Akademi ini kota tidak boleh menggunakan setatus kebangsawanan kalian, Kalian juga tidak boleh menyakiti orang yang mempunyai status rendah. Dan siapa yang menyakiti Adiku ini, akan berurusan denganku". Ancam Bian Sue berhasil membuat mereka meneguk ludah.


Tetua Pertama kini tertawa kaku untuk memecahkan suasana tegang ini.


Dia mengumumkan waktu awal masuk yang akan di buka minggu depan, jadi masih ada waktu satu minggu untuk menyesuaikan diri.


"Senior pertama, bagaimana kalau kita mengantar mereka berjalan jalan di akademi dalam?". Tanya Zihan sebagai senior ke sepuluh.


"Tentu saja, kau ikut aku untuk menunjukkan jalan". Jawab Bian Sue.


"Baik Senior". Jawab Zihan Antusias.


Mereka segera membubarkan diri, Zihan dan Bian Sue pergi mengantar Rong Bai dan Liena Sue berkeliling. Di jalan Zihan tak hentinya menjelaskan setiap tempat yang di temuinya (Seperti pemandu wisata).


Liena Sue pun juga sangat antusias, sehingga dia banyak bertanya dengan laki laki remaja sekitar empat belas tahun itu.

__ADS_1


Walaupun masih muda tapi dia harus menjadi Senior Liena Sue dan Rong Bai.


"Yang Mulia, apa kau seorang pangeran?". Tanya Zihan kepada Rong Bai.


" Apakah terlihat seperti itu? Kau pun sudah memanggilku Yang Mulia , berarti kau sudah tahu jawabannya kan?". Ucap Rong Bai.


"Yah, aku memastikan saja. Aku juga dari Negara Gu Yang Mulia".


"Benarkah? Lalu siapa Keluargamu?".


"Ayahku adalah Menteri Tan , Tetapi sudah meninggal karena di hukum. Jadi kami turun dari pejabat tingkat satu menjadi pejabat tingkat tiga". Jelas Zihan.


Rong Bai terkejut saat mendengar nama Menteri Tan, awalnya memang benar Menteri Tan adalah pejabat tinggi tingkat satu. Karena suatu masalah dia di hukum mati pemerintah tanpa ada keputusan tepat dari Kaisar , dan penurunan tingkat semua dilakukan oleh pamannya .


"Zihan, apa kau tahu siapa yang menghukum ayahmu? Apakah Kaisar?". Tanya Rong Bai.


Zihan menggeleng, kemudian menjelaskan secara rinci apa yang terjadi.


"Dia bernama Tao Bai Yang Mulia, dia bilang dalam waktu dua tahun dia akan menjadi Kaisar.".


"Sudah Kuduga, paman Tao dalang dari semuanya. Aku harus bicara dengan ayah nanti". Batin Rong Bai.


"Kakak, apakah kakak adik dari Senior pertama?". Tanya Zihan kepada Liena Sue.


Zihan mengangguk angguk kemudian mengajak mereka kembali berkeliling.


Setelah cukup lama berkeliling, mereka beristirahat pada kursi taman di bawah pohon besar yang rindang.


Suasana Di akademi dalam memang berbeda dari Akademi luar. Kekuatan Langit dan Bumi yang begitu melimpah, sehingga lebih mudah untuk berkultivasi.


"Setelah ini kalian akan tinggal dimana?". Tanya Zihan.


"Kami tinggal di Mansion kak Bian". Jawab Liena Sue.


"Wahh mansion Senior Pertama ya, Yahh itu pilihan terbaik". Jawab Zihan sambil tersenyum.


"Zihan..". Terdengat suara seorang wanita yang tengah memanggil Zihan.


Zihan menoleh diikuti oleh ketiga orang bersamanya. Terlihat Sosok gadis cantik menggunakan Jubah ala Guru Akademi, kini tengah berjalan menghampiri mereka.


"Salam Senior Sue". Ucap gadis itu saat bertemu dengan Bian Sue.


Terlihat dari nada bicara dan tingkahnya, sepertinya gadis ini mempunyai perasaan untuk Bian Sue . Liena Sue yang menyadarinya kini berdeham agar sang kakak menanggapi sapaan dari Gadis Cantik itu.

__ADS_1


"Ehemm,, Kak bukankah kakak cantik ini memberi salam padamu". Ucap Liena Sue.


"Ya, ". Singkat Bian Sue.


"Kakak, siapa namamu?". Tanya Liena Sue berinisiatif.


"Ehh maaf aku belum mengenalkan diri, kalian berdua murid baru itu ya. Kalau begitu perkenalkan aku Guru Ji, Guru kedua Alkimia di Akademi dalam Langit Suang ini". Ucap Guru Ji yang begitu ramah.


"Salam Guru Ji, perkenalkan Aku Liena Sue dan ini Rong Bai".


"Sudahlah jangan terlalu formal terhadapku, bangunlah". Ucap Guru Ji.


"Oh Ya maaf sebelumnya Guru Ju, bolehkah kamu tahu berapa umur anda?". Tanya Liena Sue berhasil mendapatkan tatapan dingin dari Bian Sue.


"Aku sudah dua puluh dua tahun, yah sepertinya seumuran dengan kakakmu itu". Jawab Gutu Ji malu malu.


"Ternyata Guru Ji masih muda ya, Hebatt.. Guru bolehkah aku memanggilmu dengan sebutan Kakak Ji?". Tanya Liena Malu malu sambil melirik Bian Sue yang masih menatapnya dengan dingin.


"Tentu saja boleh, Kau adik dari Senior Pertama. Jadi kau boleh memanggilku Kakak, anggap saja sebagai kakakmu sendiri". Ucap Guru Ji yang begitu antusias.


"Tantu, Ehh bukankah Kakak Ji tadi mencari Zihan ". Ucap Liena mengingatkan.


"Ehh.. engg.. iya, tapi sudah tidak jadi. Aku akan kembali, sampai jumpa di kelasku lain hari". Guru Ji pun segera berbalik pergi dengan wajah yang merona , dia cepat cepat pergi karena takut kalau semua orang di sana menemui wajah merahnya.


Tawa Liena Pecah setelah Guru Ji menghilang di belokan.


"Hahahahhaha...".


"Kenapa Kau tertawa Kakak Junior?". Tanya Zihan dengan polosnya.


"Ehheh, tidak. Aku hanya bahagia melihat seseorang terbakar". Jawab Liena Sue.


"Ehh, siapa yang terbakar? Apakah dia masih hidup?". Tanya Zihan dengan Polosnya.


Liena Semakin terbahak bahak saat mendengar Zihan dengan polosnya bertanya, tetapi tidak dengan Bian Sue yang semakin memerah karena malu bahkan semakin menghitam.


"Kau ingin tahu siapa yang terbakar?". Tanya Liena Sue.


Zihan pun mengangguk dengan penuh harap.


"Lihatlah Senior pertamamu, bukankah terlihat seperti kepiting bakar?". Ucap Liena sambil menahan tawanya.


Zihan yang baru paham pun ikut tertawa melihat Bian Sue memerah .

__ADS_1


__ADS_2