Menjadi Pelayan Pangeran Bupati

Menjadi Pelayan Pangeran Bupati
Kota Suwan


__ADS_3

Pagi mulai menyapa, Rombongan Liena telah sampai di sebuah kota yang bernama Kota Can. Mereka berencana istirahat sejenak dan untuk mengisi perut mereka yang sudah sedari tadi berbunyi.


Bian Sue mencari Kedai makan yang cukup mewah untuk sarapan mereka.


Sedangkan Liena Sue kini belum juga terbangun, ia masih nyaman untuk tertidur di pangkuan Rong Bai yang sedari tadi sudah terjaga.


Bian Sue yang sudah menemukan Kedai makan kemudian menghampiri Rong Bai dan Liena yang masih berada di dalam Gerbong .


Saat membuka tirai pintu, dia menemukan Adiknya yang masih terlelap di pangkuan Rong Bai.


"Sstt, dia masih tidur". Ucap Rong Bai.


"Apa kau bisa membangunkannya? Kita akan sarapan di kedai itu". Bian Sue pun meminta Rong Bai untuk membangunkan Liena Sue .


"Kau pesankan saja makanannya, aku akan menunggu sampai dia terbangun".


"Baiklah, jangan lama lama".


Bian Sue pun segera keluar dan memesan beberapa makanan di kedai itu, setelah memesan dia pun segera mencari tempat duduk yang menurutnya nyaman.


Sedangkan Di dalam Gerbong Liena masih saja belum bangun. Rong Bai mengusap lembut Rambut dan pipi gadis cantik itu hingga akhirnya pemilih wajah cantik itupun terbangun dari tidurnya.


Perlahan ia mengerjapkan matanya , hingga ia benar benar membuka matanya lebar dan menemukan sosok Rong Bai yang tengah tersenyum padanya.


"Selamat Pagi Tuan Putri". Ucap Rong Bai sambil tersenyum manis.


"Ehh, sudah pagi". Ucap Liena yang kemudian terbangun dari pangkuan Rong Bai.


"Kakakmu sudah memesankan sarapan, kita tinggal turun dan bergabung saja".


"Ternyata kita sudah sampai di kota terdekat ya, astaga aku terlalu nyenyak dalam tidurku. Maaf Ah Rong, jadinya kau terlambat untuk sarapan".


"Tidak perlu memikirkan ku, ayo kita turun dan sarapan". Rong Bai pun mengulurkan tangannya dan Liena pun meraih tangan Rong Bai dan turun dari kereta bersama.


Mereka segera memasuki kedai dan menuju meja makan yang sudah ada Bian Sue di sana.


"Kukira kalian tidak akan lapar, Untung saja hidangannya belum juga siap". Ucap Bian Sue sambil tertawa kecil.


"Kakak kau menyebalkan". Rengek Liena yang kemudian mengambil tempat duduk di depan Bian Sue yang diikuti Rong Bai di sampingnya.


Hidangan yang Bian Sue pesan akhirnya pun telah tiba dan di tata rapih di meja makan berbentuk bulat itu.

__ADS_1


"Wahhh ayam bakar ini kelihatannya enak". Gumam Liena Sue .


Tanpa di perintah Rong Bai pun segera mengambilkan stik drum dan di berikan kepada Liena Sue.


Bian Sue Yang melihat tingkah mereka pun hanya menggelengkan kepalanya pelan dan menyantap sarapannya kembali.


Waktu berjalan begitu lambat, Rong Bai kini tengah terang terangan menggoda Liena Sue tanpa menghiraukan orang di sekitarnya.


"Ehemmm... Sepertinya dunia milik kalian berdua". Perotes Bian Sue yang sudah selesai sarapan.


Mereka berdua tersenyum kikuk kemudian menyelesaikan sarapan masing masing.


Setelah selesai sarapan , mereka berkeliling kota untuk membeli bekal dan peralatan yang di butuhkan.


Cukup banyak barang yang mereka beli dan beberapa camilan untuk bekal perjalanan yang masih menempuh setidaknya satu hari lagi.


Setelah semua selesai, mereka kembali ke dalam Kereta dan melanjutkan perjalanan yang tertunda.


"Kota kecil yang cukup ramai, sayang sekali kita singgah hanya sebentar". Gumam Liena Sue .


"Jika kau ingin tinggal, setelah menikah kita bisa berkunjung lagi". Sahut Rong Bai.


"Ishh masih lama,,, ". Sangkal Liena Sue.


...


Setelah satu hari perjalanan akhirnya mereka sampai di Depan gerbang Kota Suwan, tepatnya pagi hari .


Liena Sue menyibak tirai untuk melihat suasana kota Suwan yang ternyata sudah cukup ramai di pagi pagi buta ini.


Karena Bian Sue memimpin penjaga gerbang pun membukakan gerbang karena sudah hapal dengan Murid unggulan Akademi Langit Suang.


"Selamat datang Pangeran ". Sapa penjaga gerbang kepada Bian Sue.


"Bukakan gerbang, dan ini untuk kau karena kerjamu begitu baik". Bian Sue pun memberikan sekantong uang yang cukup banyak kepada Penjaga tersebut .


"Terimakasih Pangeran,".


Mereka semua memasuki Kota Suwan tanpa kendala apapun. Kota Suwan yang ternyata begitu berbeda dengan Negara negara di sekitarnya, dari tatanan kota , bangunan bahkan pakaiannya. Pakaian mereka lebih ke condong serba pendek di bandingkan Negara Lain. Tetapu sangat cocok dengan cara berpakaian Liena Sue yang menang Negara Ba tidak jauh berbeda dengan cara berpakaian Kota Suwan itu.


Di Kota Suwan para pedagang berjajar rapi dengan tempat jualan yang di buat sama, sehingga terlihat sangat rapi jika di lihat.

__ADS_1


Jalan yang di bagi menjadi dua arah, dengan tanaman hias di tengah jalan yang juga di tata sedemikian rupa.


Terdapat bangunan bangunan megah tertata rapi di kiri kanan , serta jalan yang tidak terlalu ramai tidak seperti Negara lainnya.


"Di sini terlihat sangat tertata ya, andai saja Negara Ba mencontoh tatanan Kota Suwan ini". Ucap Liena Sue .


"Semua karena Walikota di sini yang pandai menata Kota". Sahut Rong Bai.


"Apa disini tidak ada Kaisar atau anggota kerajaan?".


"Tidak, Kota Suwan terkenal Kota yang tidak ingin di pimpin oleh yang namanya Raja ataupun Kaisar. Jadi di sini hanya ada Walikota yang memimpin, itupun tidak bisa diturunkan ke anak cucunya. Semua itu harus meminta Suara rakyat terbanyak". Terang Rong Bai .


"Jadi begitu ya, Unik".


Bian Sue pun menghentikan mereka di sebuah bangunan besar bertingkat empat tengah terpampang nyata di depan mereka. Dia turun dari kuda dan menghampiri Liena Sue dan Rong Bai yang berada di dalam kereta.


"Kita akan istirahat di sini, ini adalah Mansion yang di berikan Tetua untukku jika aku kembali ke kota Suwan".


"Wahhh, besar sekali kakak, Kalau begitu kita masuk". Jawab Liena Sue begitu antusias saat melihat bangunan megah itu.


"Kuda dan kereta akan di tempatkan di belakang Bangunan, kita turun di sini saja karena memasuki Mansion harus menggunakan Token khusus". Jelas Bian Sue .


"Baiklah, ayo kita turun. Ah Rong apa kau perlu bantuan ?".


"Tidak perlu, aku akan berjalan".


"Ehh, bukankah kau tidak akan menunjukkan kesembuhanmu?". Tanya Liena Sue.


"itu jika di Negara Gu dan Ba, Di Kota Suwan ini tidak ada yang mengenalku kan".


"Ahh Ya Kau benar, kalau begitu mari kita turun ".


Mereka pun turun kereta kemudian memasuki Mansion dengan Token kusus yang dimiliki Bian Sue.


"Kalian bisa tinggal disini agar aku bisa tenang mengawasi kalian, yah walaupun nantinya kalian akan mendapatkan tempat tinggal lebih baik kalian di sini dan menemaniku". Ucap Bian Sue panjang lebar.


"Dengan senang hati, kakak apa kau tinggal di sini sendiri?". Tanya Liena Sue .


"Tidak, ada pelayan dan beberapa penjaga yang ku bawa dari Istana. Jadi Yuri tidak akan canggung karena mereka mungkin teman lamanya".


"Baiklah, kalau begitu tunjukkan kamar kami kakak".

__ADS_1


"Tentu ikuti aku, pendaftaran berlangsung selama tiga hari. Hari ini , besok dan lusa, jadi kau sebaiknya mendaftar besok saja dan kita beristirahat dahulu agar bisa lolos dalam tes".


"Baik Kakak".


__ADS_2