Menjadi Pelayan Pangeran Bupati

Menjadi Pelayan Pangeran Bupati
Li Na


__ADS_3

"Wahh ternyata memang kau pandai masak Liena". Puji Liu Zhang.


"Benar, Ikan ini begitu empuk dan legit .. Wahh serasa melayang". Tambah Yu Yin.


"Terimakasih, kalau begitu habiskan oke". Jawab Liena Sue dengan senyum mengembang.


"Bolehkah aku memintamu memaksakan ku setiap hari". Bisik Rong Bai.


"Baiklah jika kau menyukainya" . Balas Liena sambil berbisik juga.


"Aku akan menunggu, kau harus berjanji ketika kita sudah menikah nanti".


"Tentu". Ucap Liena kemudian mereka berdua tersenyum bersama sehingga membuat yang lainnya bingung dengan apa yang mereka bicarakan.


"Hei kalian sedang membicarakan apa? Kenapa tidak memberitahu kami?". Tanya Liu Zhang dengan polosnya .


"Bicara tentang Masa depan". Jawab Liena dan Rong Bai bersama sehingga mereka berdua tertawa lepas kali ini, tetapi tidak dengan Liu Zhang yang kebingungan sehingga membuat Yu Yin Silas dan Bian Sue tidak bisa menahan tawa mereka ketika melihat ekspresi Liu Zhang.


"Kenapa kalian ikut tertawa? kenapa aku saja yang tidak tahu? Hahhh kalian jahat". Ucap Liu Zhang menggerutu , tetapi membuat mereka tambah terbahak bahak tertawanya.


"Hahah dasar Bodoh, kami tertawa karena kebodohanmu". Sahut Silas yang memegang perutnya yang sakit karena tertawa.


"Huhh terserah, aku tetap tidak paham.". Jawab Liu Zhang kemudian meneruskan sarapannya, begitupun yang lainnya.


Setelah selesai sarapan mereka bergegas menuju tempat pengambilan misi untuk menyerahkan token hasil misi.


Sesampainya di tempat misi mereka di sambut oleh petugas pemberi misi


"Wah kalian sudah selesai?". Tanya petugas itu.


"Sudah dan ini tokennya". Jawab Liena Sue sambil menyerahkan token.


"Baiklah, dan ini hadiah untuk kalian masing masing". Ucap petugas itu sambil memberikan lima kantong uang yang cukup besar dan penuh kepada Liena dan teman temannya.


"Terimakasih" .


"Tunggu, Pembuat misi menitipkan Batu ini untuk kalian. Semoga bermanfaat". Ucap petugas itu lagi sambil memberikan lima batu permata berwarna ungu.


"Terimakasih". Ucap Liena lagi.


Setelah mendapat hadiah Liena Sue segera membagikan kepada teman temannya dan ia menyimpan bagiannya di cincin Spesialnya.

__ADS_1


"Wahh,, banyak sekali koin emasnya". Ucap Liu Zhang saat melihat isi di dalam kantong uang.


"Ini permata apa berwarna ungu, dan apa gunannya?". Tanya Yu Yin.


"Ini permata ungu siluman, biasanya cocok di gunakan kultivator yang mempunyai kelebihan khusus". Jawab Bian Sue.


"Kalau digunakan kultivator biasa apakah bisa?". Tanya Liu Zhang.


"Bisa, akan tetapi harus melalui tunggu pembuatan pil terlebih dahulu" . Jawab Bian Sue lagi.


"Pas sekali , kami dari kelas alkemis". Ucap Yu Yin.


"Ya jadi kami sudah mempunyai tungku pembuatan pil". Sahut Liu Zhang


"Sudahlah, itu kita teruskan nanti , sebaiknya kota melapor ke tutor masing masing dan kembali ke akademi". Ucap Silas .


" Ya benar, aku juga rindu belajar di akademi". Sahut Liena Sue .


Mereka akhirnya memutuskan untuk kembali ke akademi hari ini, tepat satu bulan mereka akhirnya menyelesaikan misi jadi mereka merasa merindukan tutor masing masing.


....


Hari demi hari telah di lewati, Mereka belajar di akademi kembali. Banyak siswa yang merasa kagum dengan Liena Sue dan teman temannya.


Liena Sue dan Rong Bai kini tengah berlatih sihir dan beberapa gerakan bela diri di tempat yang berbeda agar mereka tidak meniru gerakan teman. Karena terlalu fokus berlatih, Liena Sue tidak mengetahui bahwa Kai Yuwen Senior ke dua tengah duduk di batang pohon melihat Liena Sue berlatih.


"Kau mendapatkan kemajuan besar Nona". Ucap Kai Yuwen dari atas pohon, Liena Pun segera menoleh untuk melihat siapa yang berbicara.


"Salam Senior Kedua". Ucap Liena Sue memberi Salam.


"Tidak perlu terlalu sopan, Aku hanya senior dan bukan pangeran. Panggil saja aku Kai".


"Baiklah Kai, sejak kapan kau berada di sana?". Tanya Liena Sue .


"Sejak awal kau berlatih Nona". Jawab Kai Yuwen.


"Ehh ternyata kau cukup lama berada di sana". UCap Liena Sue canggung .


"Ya, Hari ini aku tidak ada kelas".


"Kenapa dia menjelaskannya padaku? padahal aku tidak bertanya" . Batin Liena Sue.

__ADS_1


"Kalau begitu, aku pergi dulu". Ucap Liena Sue kemudian .


"Tunggu!!". Kai Yuwen pun turun dari pohon kemudian menghampiri Liena Sue yang akan beranjak pergi .


"Ada apa Kai?". Tanya Liena Sue sedikit waspada.


"Kenapa Kau menghindariku Nona, apa aku terlihat berbahaya?". Tanya Kai Yuwen sambil memiringkan wajahnya di depan wajah Liena Sue sehingga membuat Liena Beringsut mundur beberapa langkah .


"Ti..Tidak.. Aku hanya akan kembali Ke Tutorku karena sudah selesai menyelesaikan tugas". Daluh Liena Sue.


"Tunggu sebentar, ada yang ingin ku tanyakan padamu Nona". Ucap Kai Yuwen menghentikan Liena Sue lagi.


"Baiklah, katakan". Ucap Liena Sue pasrah .


"Tidak, sudahlah pergilah kalau begitu". Ucap Kai Yuwen mengurungkan niatnya.


Kai Yuwen kemudian berbalik dan memandang lurus kedepan dengan tatapan kosong, seperti ada sesuatu yang hilang dari dalam dirinya.


Sedangkan Liena Sue kini mematung dengan kebingungan dengan apa yang dilakukan Kai Yuwen. Karena ia tak ingin berurusan lagi, iapun segera pergi meninggalkan Kai Yuwen sendirian.


" Li Na, bagaimana kabarmu? Aku menemukan sosok yang sama seperti dirimu, tapi aku tidak yakin apakah itu kau atau memang orang Lain". Gumam Kai Yuwen.


"Tuan Muda, sepertinya Nona Muda Li Na memang tidak bisa berengkarnasi". Ucap Sosok perempuan paruh baya dari balik pohon.


"Heh, Apa mungkin Dewa Takdir membohongiku Bibi... Bukankah dulu dia berjanji akan mengumpulkan Serpihan jiwa Li Na, tapi apa!! ". Ucap Kai Yuwen yang tak tahan kemudian meneteskan airmata.


Orang yang di panggil bibi itu pun segera menghampiri Kai Yuwen untuk membantu menopang tubuhnya yang akan limbung karena sedih.


"Mungkin memang di kehidupan ini Non Li belum mendapatkan Jiwanya sepenuhnya , Kita akan menunggu dengan sabar Tuan Muda. Bukankah Nona Li adalah gadis dengan Darah Murni di tubuhnya, jadi Tuan Muda bisa mengecek Gadis Liena apakah mempunyai hal yang sama". Ucap Bibi itu menenangkan.


"Kau benar Bibi, Aku harus memastikannya sendiri. Dan memang, hanya Li Na yang mempunyai Darah Murni dan dia juga bisa mengendalikan Ribuan Hewan Roh hanya dari satu jari saja". Ucap Kai Yuwen kemudian kini berangsur tenang.


"Bagus Tuan Muda, kau harus tenang jika ingin mengetahui kebenaran.".


"Iya bibi, Jikapun nanti Gadis itu Bukan Li Na. Maka aku sendiri yang akan menjauh sejauh jauhnya". Ucap Kai Yuwen dengan mantap.


"Ya sudah Tuan Muda, sebaiknya kita kembali. Hari sudah sore, bukankah kelas tuan Muda sudah selesai". Ajak bibi itu .


"Sudah Bibi, kalau begitu ayo kita kembali".


Dengan perasaan lebih tenang Kai Yuwen keluar dari Akademi dalam menuju Kediaman yang di berikan Akademi yang terletak di sebelah Timur Akademi.

__ADS_1


"Li Na... Aku akan menemukanmu... Aku akan menepati janjiku waktu itu". Batin Kai Yuwen saat perjalanan pulang sambil mengepalkan tangannya dengan erat .


__ADS_2