Menjadi Pelayan Pangeran Bupati

Menjadi Pelayan Pangeran Bupati
kebangkitan Wang Feying


__ADS_3

Bian Sue dan sepasang kekasih itupun segera menuju Hutan Kematian untuk melihat apa yang terjadi di sana, tetapi Rong Bai memerintahkan Mark untuk pergi menggunakan Token Teleportasi untuk memanggil Ayahnya yang berada di Negara Gu, untuk berjaga jaga jika sesuatu yang tidak diinginkan terjadi.


"Itu di sana, sepertinya memang benar benar Silas". Teriak Bian Sue.


Mereka mendarat di tengah hutan yang terlihat lapang ,tidak ada pohon di sekitarnya.


Setelah mendarat, alangkah terkejutnya mereka mendapati sosok perempuan dengan kaki laba laba yang tengah berdiri di depan mereka bertiga.


"Apa itu Siluman?". Tanya Liena Sue .


"Sepertinya bukan". Jawab Rong Bai.


"Awas, menghindar". Teriak Bian Sue yang merasakan serangan dari sosok Wanita berkaki laba laba itu.


Duarr...


"Sial, aku belum siap". Gumam Liena sembari memegang perutnya yang sakit .


"Akhirnya kalian datang juga ..". Ucap Seseorang yang Familiar di depan mereka.


"Silas". Gumam Liena Sue.


"Wang Feying". Gumam Rong Bai.


"Apa!! Bukankah Wang Feying sudah mati!!". Ucap Liena Sue begitu terkejut.


"Dia adalah mm Mayat hidup, pantas saja dia berada di kediaman Pak Tua Jun Li". Ucap Bian Sue dengan santai.


Swussss..


Belum sempat bertanya tiba tiba muncullah serangan dari depan, jaring laba laba yang begitu banyak.


"Menghindar, jaring laba laba itu bisa menyerap kekuatan internal kalian". Teriak Bian Sue yang juga menghindar.


Mereka bertiga segera berkelit menghindari serangan dari Wanita laba laba di depan.


Setelah menyerang cukup lama, Wang Feying kini berubah menjadi sosok Wang Feying seperti dulu dan berjalan mendekati Liena Sue dan Yang lainnya.


Mereka bertiga segera waspada saat Wang Feying berjalan mendekat, Liena Sue pun bersiap dengan senjata tersembunyi nya untuk berjaga jaga.


"Pangeran Rong, apakah kau baik baik saja?". Tanya Wang Feting dengan nada khawatir.


Rong Bai tidak menjawab dan hanya mengernyitkan dahinya melihat perubahan yang tiba tiba .


"Kenapa kau tidak menjawabku? Kenapa kau.... Ohhh... pasti semua karena J*l*ng ini kann...". Ucap Wang Feying yang berpura pura sendu. Dia mendekati Liena Sue, sebelum dia mendekatinya Rong Bai lebih dahulu mendorong Wang Feying dengan kekuatan Internalnya.

__ADS_1


Bugghhh...


Tubuh Wang Feying menabrak batu yang cukup besar, dia memuntahkan seteguk darah akan tetapi dia kembali bangkit dan berjalan kembali menuju mereka.


"Jangan Mendekat!!". Teriak Bian Sue.


"Aku tidak berurusan denganmu, tetapi dengan J*lang itu!!". Teriak Wang Feying penuh dengan kemarahan.


"Ayolah Rong Bai, kemarilah.. Aku akan membunuh semua orang yang mengganggu kita". Ucap Wang Feying yang berganti posisi menggoda.


Tiba tiba di dimensi lain dari Liena Sue bergetar, Baihu tiba tiba menggeram marah melihat Wang Feying.


"Baihu, janganlah keluar. Ini bukan waktu yang tepat". Ucap Liena bertelepati.


"Tapi Nona". Jawab Baihu.


"Tahan, sebentar". Singkat Liena Sue.


"Aku akan setia denganmu Pangeran Bupati,...". Ucap Wang Feying lagi.


Merasa tidak ada jawaban, Wang Feying kini bersiap menyerang kembali. Tetapi kali ini tidak menyerang Rong Bai dan lainnya, melainkan menyerang Pangeran Silas.


"Aku akan membunuhnya, dan kau akan menjadi satu satunya lelakiku....". Ucap Wang Feyig yang kemudian menyerang pangeran Silas.


"Kau hanya sampah yang membuatku tidak bisa bersama Pangeran Bupati.. Maka dari itu aku akan membunuhmu!!". Teriak Wang Feying.


Pangeran Silas yang tak siap pun terkena serangan dari Wang Feying, dia terjerat jaring laba laba dan kini tidak bisa bergerak sedikitpun. Semakin dia berusaha bergerak, semakin banyak kekuatan internalnya terserap .


"Si*lan!!! Wang Feying, seharusnya kau berterimakasih denganku yang sudah menghidupkan mu kembali!! ". Teriak pangeran Silas sambil meronta ronta ingin melepaskan diri akan tetapi semakin kuat meronta semakin kuat jaring laba laba itu.


"Kau yang membuatku harus menikahimu!! Seharusnya aku menikahi Rong Bai bukan Kau Pangeran B*D*h!!". Bentak Wang Feying.


Pangeran Silas tidak menjawab karena sudah kehabisan kekuatan iternalnya.


Tak lama kemudian muncullah Kaisar Bai dan Jenderal Wang diikuti Mark di belakangnya.


"Feying, ini Ayah nak". Terdengar sayup menahan tangis Jendral Wang mencoba mendekati putrinya.


"Jenderal Wang jangan mendekat, dia bukan putrimu!! melainkan Mayat hidup". Bian Sue memperingatkan.


Jenderal Wang pun mematung setelah mendengar peringatan Putra Mahkota Negara Ba itu.


"Ck, Ayah... apa kabar? Ternyata kau masih peduli dengan Putrimu..". Ucap Wang Feying.


"Apa maksudmu!! Kau bukan Putriku!!!". Sentak Jenderal Wang.

__ADS_1


"Hahhahah, benarkah? bukankah tubuh ini tubuh putrimu.... Lihatlah bukankah masih utuh?". Wang Feying terlihat tertawa dan memamerkan tubuhnya yang masih utuh.


Jenderal Wang terlihat bingung karena memang itu adalah tubuh Sang Putri, walaupun jiwanya sudah menjadi jahat tetapi wajah yang ada adalah sosok putri tersayangnya.


Kaisar Bai yang menyadari kebingungan Jenderal Wang segera menariknya untuk menepi.


"Jika kau ingin membuat Putrimu tenang , kau harus membunuhnya Jenderal. Ingat dia hanya iblis, bukan Putrimu". Bisik Kaisar Bai.


"Aku tahu Yang Mulia". Ucap Jenderal Wang sendu.


Kaisar Bai menepuk pelan pundak Jenderal Wang untuk sekedar menguatkan hatinya kemudian kembali bergabung dengan anak anaknya.


"Kak Bian, bagaimana ini.. Dia tidak mempunyai kelemahan". Ucap Liena Sue.


"Kalian ulurlah waktu, aku akan memcari Pak Tua Jun Li". Bian Sue pun segera meninggalkan mereka dan pergi menuju kediaman Pak Tua Jun Li.


Wang Feying pun tidak sabar menunggu kemudian menyerang kembali, kalo ini dengan kekuatan dia kali lipat dari sebelumnya .


Liena dan Rong Bai pun segeraenangkis serangan demi serangan dari Wang Feying. Sedangkan Kaisar kini terkejut melihat Silas yang sudah begitu pucat dan terjebak dalam jaring laba laba. Walaupun dia melakukan kesalahan, tetapi Kaisar Bai masih sangat tidak tega melihat anaknya kesakitan.


Kaisar menghampiri Silas dan membawanya ke tepi.


"Ayah...". Ucap lirih Silas.


"Diamlah, aku akan mengeluarkanmu". Jawab Kaisar Bai sembari mencoba merobek jaring itu dengan kekuatan internalnya. Akan tetapi percuma saja , jaring itu tidak terkoyak sama sekali.


"Ayah, sudahlah.. ini semua memang pantas untukku.. ini adalah hukuman ". Ucap Pangeran Silas menyerah.


"Tidak, pasti ada carra lain.. Tunggulahh sebentar".Kaisar Bai meninggalkan Pangeran Silas untuk mencari sesuatu sebagai alat mengoyak jaring laba laba itu.


Sedangkan Liena Sue dan Rong Bai kini tampak kelelahan karena serangan bertubi tubi dari Wang Feying.


Mereka sangat berharap Pangeran Bian Sue segera tiba secepat mungkin.


"Ayolah Kak Biam, cepatlah sedikit..". Gumam Liena Sue.


"Kau istirahatlah dulu Na'er, biar aku saja yang melawannya". Ucap Rong Bai..


"Tidak, aku akan membantumu sampai Kakakku sampai dengan Pak Tua Jun Li". Tukas Liena Sue.


"Wah wah.. sungguh pasangan yang romantis... Karena aku tidak bisa memilikimu Rong Bai maka jangan salahkan aku untuk membunuh kalian sebagai sepasang kekasih yang membuatku Muak!!!".


Wang Feying mengeluarkan Jarum sengatnya menuju Rong Bai dan Liena Sue , sehingga sepasang kekasih itu terlihat terkejut dan tidak siap dengan serangan mendadak itu.


"Awas Liena!!!". Teriak Rong Bai.

__ADS_1


__ADS_2