Menjadi Pelayan Pangeran Bupati

Menjadi Pelayan Pangeran Bupati
Payung sembilan putaran


__ADS_3

Setelah melelang beberapa barang kini mereka mulai melelang Senjata Ilahi Payung Sembilan Putaran.


Pembawa acara pun segera mengumumkan barang lelang dengan harga awal.


"Selanjutnya adalah Senjata Ilahi Payung sembilan Putaran dengan Harga awal Seratus Koin emas". Ucap pembawa acara.


"Seratus lima puluh".


"Dua ratus".


"Dua ratus lima Puluh".


"Tiga ratus". Ucap Gadis yang berada di seberang.


"Lima ratus". Teriak Liena Sue.


Gadis di seberang segera geram dan menaikkan kembali harganya.


"Tujuh ratus". teriak gadis itu.


"Seribu". Teriak Liena tak mau kalah.


"Sial siapa gadis itu, bisa bisanya ingin payung sembilan putaran ku". Guman Gadis itu.


"Seribu dua ratus". Sahut Gadis itu lagi.


"Seribu Lima ratus". Teriak Liena Sue .


Tentunya Liena Sue tidak takut kehabisan uang karena di dunia giok Surgawi ada uang tak terbatas yang bisa di ambil kapan saja.


"Dua Ribu". Teriak Gadis di seberang sana.


"Lima Ribu Koin emas". Teriak Liena Sue berhasil membuat Gadis itu tidak bisa berkutik.


"Lima Ribu Koin emas, Ada lagi yang ingin menawar?". Tanya Pembawa Acara.


"Apa tidak terlalu mahal adik?". Tanya Bian Sue.


"Tenang saja, aku punya uang tidak terbatas". Jawab Liena Sue.


"Lima Ribu dua ratus". Ucap Gadis itu lagi.


"Ck, masih belum menyerah.. Baiklah.... Enam ribu". Teriak Liena Sue


"Sial, aku sudah tidak punya uang lagi". Gumam Gadis itu.


"Baik, Enam Ribu Koin emas. Bagaimana? Ada yang ingin menambah?". Tanya Pembawa acara namun tidak ada yang menjawab.


"Mereka orang orang kaya, harga segitu bisa untuk membiayai hidup kita bertahun tahun".


"Benar, Mungkin mereka dari keluarga bangsawan".

__ADS_1


Gumam orang orang di bawah sana, Sedangkan ada satu kamar VVIP dengan Dua orang laki laki yang tengah melihat pertarungan sengit mereka.


"Heh menarik, tidak salah kita di tugaskan mengawasi gadis itu". Ucap Pria satunya yang menggunakan pakaian ungu tua.


"Yahh benar, Master memang hebat". Sahut temannya yang berpakaian Hitam.


"Baiklah Payung sembilan putaran telah terjual dengan harga Enam Ribu koin emas Kepada Nona diatas sana".


Pelayan pun membawa payung itu menuju kamar VVIP tempat Liena berada.


"Nona, ini Payung anda".


"Terimakasih, ini uangnya".


"Terimakasih Nona".


Liena Sue mengamati Payung itu dengan seksama, memutar mutar payung berwarna merah itu sehingga membuat Gadis dari seberang terlihat geram dan marah.


"Seharusnya kita yang mendapatkan payung itu, Kakak kenapa kau hanya membawa sedikit uang?". Ucap Gadis itu menggerutu.


"Aku juga tidak tahu kalau ada orang kaya lain yang menginginkan Payung itu Xiang Lily, Kau tenang saja biar dia yang membayarnya dan kita akan mencurinya". Ucap Lelaki tampan di dekat Gadis bernama Xiang Lily.


"Kakak Xiang Lian, Apa pantas kita sebagai Dewa Dewi mencuri sesuatu dari makhluk fana?". Tanya Xiang Lily.


"Tapi kita membutuhkan Senjata itu Li'er, Kau tahu ayah Kita seorang Dewa besar tapi ia ingin merebut sesuatu dari Kaisar Yuwen . Bukankah jika kita memikirkan apa yang kau pikirkan kita tidak bisa mengubah kehidupan?". Ucap Xiang Lian kembali bertanya kepada sang adik


Xiang Lily atau biasa di panggil Dewi Xiang kini terlihat memikirkan perkataan sang kakak, memahami setiap ucapan Sang Kakak.


"Sepertinya aku harus sejalan dengan mu Kak". Jawab Xiang Lily kemudian .


Sedangkan Liena dan yang lainnya masih menunggu pelelangan Giok darah.


"Kau teteskan darahmu ke atas payung Na'er, Maka kau bisa membuat Kontrak dan tidak ada yang bisa mencurinya". Ucap Rong Bai seperti merasakan Firasat sesuatu .


"Baiklah, kalau begitu agar tidak menarik perhatian aku akan pergi ke Dunia Giok Surgawi Ah Rong".


"Baik, Hati hati". Ucap Rong Bai.


Liena Sue pun segera mefokuskan fikirannya kemudian menghilang dan memasuki Dunia Giok Surgawi.


Sedangkan Rong Bai , Bian Sue dan Kai Yuwen kini mulai ikut pelelangan selanjutnya yang kini sudah di mulai dengan harga Seribu Koin emas.


Di Dalam Dunia Giok Surgawi...


Liena Sue di sambut oleh tiga binatang ilahinya yang tengah berjajar rapi seperti tahu jika Liena Sue akan memasuki Dunia ini.


"Salam Dewi". Ucap Mereka bertiga


"Kenapa kalian memanggilku seperti itu? Aku bukan Dewi panggil saja Nona seperti biasa".


"Tidak Dewi, Kau memang Keturunan Seorang Dewi di masa lalu dan darah Dewi sangat kental di tubuhmu jadi kami harus memanggilmu selayaknya seorang Dewi ". Sahut Baihong.

__ADS_1


"Terserah kalian lah, Aku ingin mengikat kontrak dengan Senjata ilahi baruku dulu. Jangan ganggu aku oke" .


"Senjata Ilahi apa itu Dewi? bisakah kami melihatnya?". Tanya Baihong.


"Sebentar". Liena Sue pun mengeluarkan Payung sembilan Putaran dari dalam Cincin istimewanya dan menunnjukkan kepada tiga Binatang Kontraknya itu.


"Wahh hebat.. Kau mendapatkan Payung sembilan Putaran Yang Asli Dewi... Cepat ikat Kontrak maka kami juga akan naik tingkat dengan cepat". Sahut Baihu.


"Benar, cepat Dewi cepat ikat Kontrak". Sahut Baihong tak kalah antusias.


"Baiklah aku akan memulainya". Jawab Liena Sue .


Liena menggigit jarinya hingga berdarah kemudian meneteskannya ke atas payung sembilan putaran itu. Setelah darah meresap payung itu kemudian melayang dengan mengeluarkan cahaya merah berpadu oranye seperti butung Phoenix.


Payung itu berputar putar kemudian mengelilingi Liena dan ke tiga binatang spiritualnya.


Setelah selesai berkeliling Payung itu tiba tiba mengecil dan dengan cepat menghantam dada Liena Sue atau lebih tepatnya memasuki dada Liena Sue .


Liena memuntahkan seteguk darah setelah Payung itu memasuki dadanya, tak hanya berakhir di sana saja. Ketiga Binatang Spiritualnya tiba tiba Naik Tiga Tingkat secara bersamaan begitupun Liena Sue.


Liena Sue di selimuti cahaya yang sama hingga saat cahayanya meredup tiba tiba bajunya berubah .


"Ehh kenapa berubah?". Tanya Liena Sue.


"Itu adalah Armor Dewi, ketika seseorang membuat Kontrak dengan Payung sembilan putaran otomatis akan mendapatkan armornya sekaligus". Jawab Baihong.


"Haduh kalau seperti ini bukankah akan mengundang kecurigaan, apa kalian tahu bagaimana cara menyembunyikannya?".


"Dewi cukup mengusap bagian dada sebanyak lima kali maka akan berubah menjadi pakaian sebelumnya". Jawab Baihong lagi.


Liena Sue tak menunggu nanti kini sudah mempraktikkan apa yang di katakan Baihong, dan benar bajunya berubah kembali menjadi baju di mana ia gunakan di awal.


"Terimakasih, kalian sebaiknya beristirahat . Aku akan kembali, pasti mereka sudah selesai di pelelangan".


"Baik Dewi". Jawab Mereka bertiga.


Liena Sue pun segera keluar, tepat saat ia keluar palu pelelangan telah di ketuk sehingga ia penasaran apakah kakak kakaknya dan Rong Bai mendapatkan Giok darah itu.


"Adik, darimana saja kamu?". Tanya Bian Sue


"Membuat kontrak , apakah semuanya sudah selesai?". Ucap Liena Sue balik bertanya.


"Membuat kontrak yang begitu lama, Ya sudah selesai". Jawab Bian Sue .


"Heheh, maaf kak. Lalu siapa yang mendapatkannya?". Tanya Liena Sue lagi.


"Tanyakan pada Kai Yuwen itu".Jawab Bian Sue.


Liena Sue oun beralih pandangan kepada Kai Yuwen, Kai Yuwen pun tersenyum dan mengeluarkan Giok darah dari Cincin spesialnya.


"Wahh hebat, lalu dengan harga berapa kau mendapatkan ini?". Tanya Liena Sue lagi.

__ADS_1


"Seratus ribu Koin emas". Jawab Kai Yiwen dengan Santai.


Kata seratus ribu berhasil membuat Liena terkejut bukan main, pasalnya uang sebanyak itu bisa membuat istana yang megah.


__ADS_2