Menjadi Pelayan Pangeran Bupati

Menjadi Pelayan Pangeran Bupati
Mulai


__ADS_3

Setelah beristirahat cukup lama Liena Sue dan lainnya memutuskan kembali melanjutkan perjalanan.


Begitu pula Kai Yuwen yang diam diam mengikuti mereka, ia juga tengah bersiap pergi setelah melihat Liena dan lainnya bergegas.


"pasukan dari ibukota sedang dalam perjalanan, karena mereka menunggang Kuda pegasus dari Negara kita maka hanya membutuhkan dua hari untuk sampai ke Kamp militer. sebaiknya kita ulur waktu di sana dengan tepat". ucap Bian Sue kepada Liena Sue


"bukankah Pegasus hanya ada lima puluh ekor saja, lalu apakah cukup untuk melawan Kekuarga Cao dan Jenderal Du itu?". tanya Liena Sue.


"kau tenang saja Adik, mereka adalah tentara terlatih . Walaupun hanya lima puluh orang mereka bisa membunuh musuh lima kali lipat dari mereka, apalagi tehnik licik dan banyak Trik yang tengah mereka pelajari". Jawab Bian Sue.


"Baiklah kak, aku akan sedikit tenang kali ini. Tugas utama kita mencari bawahan yang masih setia dengan kita".


Setelah setengah hari perjalanan mereka akhirnya sampai di Kamp, hanya saja mereka tidak langsung memasuki Kamp melainkan bersembunyi untuk mencari celah.


Sebelum mereka bergerak, mereka di kejutkan oleh Lima orang yang berpakaian hitam. Yang tak lain Lima perampok yang sudah bekerjasama dengan mereka.


"Yang Mulia".


"Astaga kalian mengagetkan kami". Ucap Liena Sue sambil memegang dadanya karena kaget.


"Pil yang anda berikan sudah kami berikan ke mereka berdua, dan ini daftar nama para Jenderal yang masih setia kepada kalian Yang Mulia". Ucap Bos mereka.


"Bagus, ini bawa uang kalian. Dan pergi sejauh mungkin agar tidak di temukan mereka". Ucap Liena Sue.


"Tidak Yang Mulia, tolong biarkan kami mengikuti kalian. Kami sudah tidak punya keluarga lagi, tolong ambil kami sebagai pelayan kalian Yang Mulia".


"Benar Yang Mulia, kami lebih baik mati daripada meninggalkan kalian".


"Baiklah baiklah, bagaimana denganmu Kak?". Tanya Liena Sue.


"Baiklah, setelah ini selesai kalian bisa menjadi penjaga pribadiku. Hanya saja ada tugas penting untuk kalian".


"Baik Yang Mulia, apa tugas untuk kami".


"Pertama aku ingin tahu nama kalian dulu".


"karena keluarga kami sudah meninggal, kumohon Yang Mulia memberi Nama kami".


"Kalau begitu Kau bos yang paling besar kuberi nama Gao, dan kau Lu, Li, Fa , dan Fu". Ucap Bian Sue sambil menunjuk mereka saru persatu.


"Terimakasih Yang Mulia". ucap mereka berlima.

__ADS_1


"Gao ambil beberapa dari mereka dan pergi mencari Paman Kami Alix Sue, Ambil Token ini dan tunjukkan kepadanya. Katakan semua yang kalian tahu, Paman Alik berada di Kamp kedua jadi dia tidak tahu masalah keluarga Cao ini. Dan Dua orang lainnya, Kalian harus menyamar sebagai prajurit dan beritahu Prajurit di bawah pimpinan orang orang di daftar ini begitu juga para Jenderal itu untuk berkumpul di tenda paling ujung pada tengah malam". Jelas Bian Sue panjang lebar.


"Baik Yang Mulia, kalau begitu kami pergi dulu".


Setelah kelima orang Pergi, Bian Sue dan lainnya kini mengendap endap di antara semak semak.


"Kakak, aku dan Yuri akan pergi ke arah utara". Ucap Liena Sue


"Baiklah, aku dan Sam akan ke selatan. Setelah mengumpulkan informasi kita harus bertemu di sini".


"Tentu kak, kalian berhati hatilah".


"Kau juga".


Liena Sue dan Yuri mengganti pakaian mereka serba ungu dan menggunakan Cadar. Yuri membantu Liena merias rambut dan sedikit merias wajahnya agar terlihat berbeda. Begitupun dengan Yuri yang juga merias dirinya agar terlihat berbeda.


Setelah semua siap, mereka segera keluar dari Semak dan berpura pura berjalan dengan santai di sekitar Kamp.


"Yang Mulia putri, apa rencanamu?". Tanya Yuri.


"Tugas kita harus mencari pak Tua Cao itu, dan tugas kakakku harus mencari Jenderal Du".


"Benar, kita harus merusak reputasinya dan merusak kepercayaan dari keluarganya".


"Kau benar benar Licik Yang Mulia". sindir Yuri sambil tertawa.


"Sst, itu semua demi Ayah". Bisik Liena Sue.


Liena Sue kini tengah merobek lengan bajunya dan sedikit melukainya agar terlihat sempurna Sandiwara mereka.


Mereka berdua memilih tempat Yang Tepat kemudian baru memulai sandiwara mereka ketika ada Prajurit Yang Lewat.


"Sepertinya itu Tenda Cao Tua Yang Mulia".


"Kau benar, mari kita mulai Yuri".


"Serahkan Padaku".


Liena Sue mangambil posisinya dan berpura Pura Pingsan, tak lupa luka lengannya sudah ia manipulasi dengan luka yang ia buat dan sedikit racun.


Yuri bertugas berteriak meminta tolong agar para prajurit itu datang kepada Mereka.

__ADS_1


"Tolong.... Tolooonggg, Tolongg Nona Saya.... Kumohon". Teriak Yuri sambil menangis.


Para prajurit itu segera datang menuju arah teriakan tersebut , mereka berbondong bondong dengan senjata di tangan masing masing untuk mencari sumber suara.


"Nona, ada apa? Kenapa kau berteriak?". Tanya Salah satu prajurit .


"Tolong Nonaku tuan, dia di serang beberapa perampok dan kini terluka karena racun. Karena Nonaku ini tidak mempunyai Kekuatan internal yang kuat jadi dia pingsan".


"Tolong angkat Nona ini dan beritahu kepada Tuan Cao Feng". Ucap Prajurit lain.


Karena tidak di perhatikan, Yuri kini tersenyum licik pasalnya mereka begitu mudah menipu para prajurit di depannya .


Jarak mereka dan tenda Cao Feng ternyata tidak terlalu jauh, sehingga mereka cepat sampai di sana.


"Tuan Cao, ada dua orang gadis di depan sana. Yang satu pelayan dan satunya sepertinya Nonanya, hanya saja Nona itu kini terluka dan diracuni oleh beberapa Perampok Tuan". Ucap Salah satu Prajurit yang melapor kepada Cao Feng.


"Bawa mereka masuk, dan panggilkan Tabib". Perintah Cao Feng.


"Baik Yang Mulia". Prajurit itupun keluar tenda kemudian memerintahkan yang lainnya untuk membawa masuk kedua gadis itu.


Liena Sue di letakkan di ranjang kayu milik Cao Feng, sedangkan Yuri duduk di sampingnya .


Cao Feng yang terpesona melihat paras Liena pun kini tergerak untuk mendekat dan bertanya. Walaupun tertutup cadar namun wajah cantik karena Riasan kini terlihat nyata di mata Cao Feng.


"Kenapa dengan Nonamu?". Tanya Cao Feng.


Yuri menceritakan sama persis ketika ia meminta tolong tadi, hanya beberapa kata ia ubah agar Cao Feng Lebih bersimpati kepada Liena Sue .


"Sungguh Malang Nonamu".


"Tuan Tabib telah tiba". Sela Prajurit penjaga tenda


"Tolong Nonaku Tabib".


"Baik Nona, aku akan memeriksanya".


"Tolong yang terbaik, masalah Biaya medis biar aku yang menanggung". Ucap Cao Feng seolah dia begitu dermawan.


Di tempat Lain , anak Buah Cao Feng atau tepatnya mata mata dari Nyonya Cao kini tengah mengawasi pergerakan di tenda kemudian mengirimkan Surat yang di tujukan ke kediaman Cao atau lebih tepatnya ke Nyonya Cao.


"Sepertinya Nyonya harus tahu tentang gadis di dalam sana" . Gumamnya yang bertugas sebagai koki dapur Militer.

__ADS_1


__ADS_2