Menjadi Pelayan Pangeran Bupati

Menjadi Pelayan Pangeran Bupati
Liburan Musim dingin


__ADS_3

Liburan musim dingin telah tiba, Akademi Langit Suang memberikan liburan selama tiga minggu lamanya. Semua Murid akademi baik dari Akademi dalam maupun akademi luar pun memilih pulang ke kota ataupun negara masing masing.


Begitupun Liena Sue dan Rong Bai yang harus berpisah di liburan kali ini, Liena Sue merasa kecewa ketika mengingat Rong Bai yang akan kembali ke Negara Gu bahkan tidak akan kembali Ke Akademi lagi karena urusan negara.


Setelah memasuki Kereta Kuda, Liena Sue hanya terdiam tanpa mengatakan sepatah katapun. Bahkan tidak Mengucapkan selamat tinggal dengan Rong Bai.


"Kenapa kau diam saja seperti itu adik? Bukankah Rong Bai hanya kembali ke negaranya , bukan berperang?". Tanya Bian Sue.


"Yah kau benar Kak, tapi perebutan tahta itu ... sepertinya akan ada Peperangan". Jawab Liena Sue .


"Kau tenang saja, setelah selesai urusanku aku akan mengantarkan mu ke Negara Gu". Ucap Bian Sue .


"Terimakasih Kak".


Kereta kuda Liena Sue pun segera berangkat begitupun Rong Bai dan rombongannya yang berada di belakang Kereta Liena Sue .


Sebenarnya Rong Bai ingin sekali mengucapkan selamat tinggal sebelum mereka berpisah, namun Liena Sue terlanjur kecewa dan tidak mau berbicara dengannya. Jadi dia hanya bisa melihat dari belakang tanpa melihat wajah cantiknya sebelum kembali ke Negara Gu.


Setelah keluar dari Kota Suwan mereka pun berpisah ke arah masing masing, Sedangkan Silas yang berada di Rombongan Rong Bai kini menyelinap pergi mengikuti Kereta Kuda Liena Sue.


Setelah sampai di dekat Kereta Liena Sue, Silas pun segera mengetuk tepi jendela Kereta agar Liena Membuka tirai kereta .


Tok.. Tokk.


Liena Sue pun membuka Tirai karena merasa ada yang mengetuk keretanya .


"Pangeran Silas, untuk apa kau mengikuti kami?". Tanya Liena Sue membuat Bian Sue ikut menengok keluar Jendela.


"Tolong hentikan Keretanya, ada yang harus ku beritahukan kepada kalian berdua". Jawab Sas dengan seriur.


"Tuan, Hentikan Kereta sebentar". Perintah Bian Sue.


"Naiklah, kita bicarakan di dalam". Sahut Liena Sue.


Silas pun menaiki gerbong kemudian duduk dan bersiap memberitahu sesuatu kepada kakak beradik itu.


"Katakan Ada apa?". Tanya Bian Sue yang sudah tak sabar.

__ADS_1


"Mengenai Rong Bai, Ibuku akan mengadakan pemberontakan dengan Kultivator Jahat setelah kami tiba di Negara Gu. Dan....".Ucap Silas kemudian menceritakan apa yang ia dapat dari rencana Sang ibu, pemberontakan dan tentang Rong Bai.


Liena Sue pun tergerak setelah mendengar Silas menceritakan semua itu, tetapi ada sedikit keraguan pasalnya Silas dulu ingin sekali menjadi Putra Mahkota tapi sekarang dia tiba tiba berpihak dengan Rong Bai.


"Apa Tujuanmu memberitahu kami?". Tanya Bian Sue yang sama ragunya.


"Kalian tenang dulu, Aku memang bersalah di Masa lali jadi aku ingin menebus kesalahanku dengan berpihak dengan kalian. Jika Rong Bai Mati, maka akan ada peperangan terus menerus karena ambisi ibuku dan Kultivator jahat itu adalah menguasai Benua Tianzy ini. Kumohon kalian percayalah, aku benar benar ingin memperbaiki kesalahanku". Ucap Silas dengan Tulus.


"Baiklah kami percaya padamu, tapi jika kau berbohong maka jangan salahkan aku yang akan membunuhmu". Ucap Bian Sue .


"Baik, aku berjanji tidak berbohong. Jadi bagaimana keputusan Kalian?".


"Kakak, aku akan pergi bersama mereka , kau pulanglah dulu bilang pada Ayahanda setelah itu baru menyusul ku ke Negara Gu". Ucap Liena Sue kepada Bian Sue.


"Apa Kau yakin Na'er?". Tanya Bian Sue memastikan.


"Aku yakin Kak, Kalau begitu aku pergi dulu. Oh Ya ambil Giok ini, ini bisa membawamu ke tempatku dengan cepat bahkan bisa merasakan bahaya di tempat yang jauh". Ucap Liena Sue sembari memberikan giok hijau kepada sang kakak.


"Hati hati".


"Baik Kakak,".


"Baik Kakak Ipar". Ucap Silas kemudian ikut berpamitan .


"Na'er tunggu, Bawa Kuda dari salah satu pengawal. Dan ingat, hati hati". Ucap Bian Sue.


Liena Pun menaiki kuda begitupun Silas, setelah itu mereka memacu dengan cepat . Sebelum sampai di Rombongan Rong Bai , Liena Sue berhenti terlebih dahulu untuk berganti pakaian menjadi salah satu Kasim yang menjemput Rong Bai yang pakaiannya sudah di siapkan oleh Pangeran Silas.


Setelah berganti pakaian , Liena Sue pun bergabung dengan Rombongan begitupun dengan Pangeran Silas.


Perjalanan dari Kota Suwan ke Negara Gu membutuhkan waktu dua minggu, kini mereka telah sampai di Negara Gu tepat sore hari. Mereka memasuki Gerbang Negara Gu dengan mudah karena tidak banyak yang akan memasuki Negara Gu.


Rombongan Rong Bai dan Silas mendapat sambutan yang cukup meriah dari para rakyat, pasalnya sudah hampir enam bulan mereka tidak pulang Ke Negara Gu.


Tanpa di ketahui Rong Bai jika kepulangannya juga adalah awal dari sebuah peperangan. Selama Ini hanya Liena Dan pangeran Silas yang mengetahui semuanya.


Rombongan Rong Bai dan Silas pun segera memasuki istana, kini Silas terlihat penuh waspada begitupun Liena Sue. Karena menurut Informasi ada beberapa jebakan saat memasuki Istana.

__ADS_1


"Disana". Gumam Liena Sue saat mendapati sepasang panah di luncurkan menuju Gerbong kereta Rong Bai. Dengan gesit Liena Sue mengambil pedang dari prajurit lain kemudian menangkis Sepasang Panah tersebut , Sehingga membuat prajurit dan Rong Bai terkejut.


"Lindungi Yang Mulia". Teriak Jenderal yang memimpin Rombongan.


Liena Sue memasuki gerbong berniat untuk memberitahu Rong Bai, sedangkan Silas menyelinap pergi terlebih dahulu.


"Ada apa di luar sana?". Tanya Rong Bai kepada Liena Sue yang ternyata dia belum menyadari bahwa di depannya adalah Liena.


"Sstt ini aku". Bisik Liena Sue


"Na'er, kenapa kau mengikuti ku?". Tanya Rong Bai.


"Mendekatlah, aku beritahu Kau".


Rong Bai pun mendekat kemudian Liena menceritakan semuanya dengan Rong Bai , Saat ini Liena Sue tidak bisa mengekspos dirinya demi kelancaran Rencana Mereka.


"Jadi kenapa kau berpakaian Kasim?". Tanya Rong Bai.


"Karena Silas membawakan ku pakaian ini, Mungkin aku akan menyamar menjadi Pelayanmu saja jika kita sudah berada di dalam sana". Jawab Liena Sue.


"Silas?Jadi dia yang memberitahumu?". Tanya Rong Bai.


.Ya, Dia yang memberitahuku. Dan dia yang menyusun beberapa rencanannya". Jawab Liena Sue.


"Kalau begitu mari kita turun dan Lihat ada kejutan apa lagi di depan sana".


"Baik , tapi kau tetap harus berhati hati Ah Rong".


"Tentu".


Mereka berdua keluar dari Gerbong kemudian berjalan meninggalkan kereta menuju Tempat Kaisar, akan tetapi sebelum mereka tiba di tempat Kaisar kini muncullah ribuan Duri beracun dari dalam tanah. Untung saja Liena menyadari tepat waktu sehingga tidak ada yang terluka.


"Kalian berhati hatilah, mungkin kedatangan kita bukanlah disambut melainkan untuk di singkirkan". Perintah Rong Bai.


"Baik Yang Mulia". Jawab mereka bersama.


Sedangkan Kaisar yang mendengat jika Sang Anak mendapat serangan di Istana sendiri pun bergegas keluar dari tempatnya untuk menjemput Kedua Anaknya.

__ADS_1


Kaisar membawa beberapa pengawal dan memanggil para pangeran dan Putri untuk menyambut dan menangani kedatangan Rong Bai serta serangkaian Serangan tersembunyi itu.


Tak lama Kemudian, Silas kini kembali memasuki Rombongan kembali dan berbisik kepada Rong Bai dan pastinya di dengar oleh Liena Sue.


__ADS_2