Menjadi Pelayan Pangeran Bupati

Menjadi Pelayan Pangeran Bupati
Su Ying dan Ling Beicang


__ADS_3

Di perjalanan pulang Liena Sue yang berada di depan Rong Bai kini perlahan tertidur karena terlalu lelah menunggu Rong Bai yang pingsan sebelumnya.


Rong Bai menyandarkan Liena Sue di dadanya , Sedangkan Bian Sue yang berada di paling depan kini terfokuskan untuk memimpin jalan pulang. Kali ini mereka menggunakan Kuda pemberian dari Tetua Bao, Hanya tiga kuda saja sehingga Rong Bai dan Liena Sue menunggangi kuda yang sama.


Melewati jalan pintas yang di beritahukan Tetua Bao sehingga hanya membutuhkan waktu tiga hari saja mereka bisa sampai di Ibukota Negara Ba.


Mungkin terlihat tidak masuk akal , tapi memang jalan yang mereka tempuh sudah di manipulasi oleh Tetua Bao.


....


"Kenapa kau selalu melindungi mereka Tetua?". Tanya seorang Wanita dari balik pintu.


"Karena aku sudah berjanji dengan teman lama untuk membantunya naik kembali".


"Maksudmu Dewa misterius itu Tetua?".


"Benar, dia bukan Dewa Misterius tetapi Dewa Takdir . Kau tahu butuh ratusan tahun untuk bisa mengumpulkan Jiwa gadis dan pemuda itu, Itu semua karena Dewa Takdir ingin mengubah takdir mereka".


"Dewa Takdir, Apa dia ada hubungannya dengan mereka?".


"Bukan mereka , tetapi Gadis yang bersama mereka. Ibunya adalah Adik dari Dewa Yuwen atau kakak dari Ibu gadis itu di kehidupan yang lalu, Dia ingin seluruh keluarganya menjadi utuh kembali. Jadi aku harus membantu teman lama yang sudah membantuku menjadi Dewa di dunia Fana ini". Jelas Tetua Bao.


"Baik aku mengerti Tetua, Lalu apa tugasku selanjutnya? ". Tanya Gadis itu.


"Su Ying, kau susul gadis itu dan lindungi dia secara diam diam. Ku dengar Dewa Xiang dan seluruh yang mendukungnya sudah mendengar Rengkarnasinya , Sudah di pastikan mereka akan mengincar dia". Jawab Tetua Bao.


"Baik Tetua, Apakah tidak apa apa aku meninggalkanmu sendiri?". Tanya Su Ying.


"Jangan Fikirkan aku, Aku tahu apa yang harus kulakukan. Mungkin setelah kau pergi aku akan kembali ke tempat Dewa Takdir Luo Yuwen". Jawab Tetua.


"Kalau begitu, Murid pamit terlebih dahulu Tetua".


"Tunggu, pakai Kalung ini . Ini akan membantumu menyembunyikan wujud aslimu Su Ying".


"Terimakasih Tetua". Ucap Su Ying sembari menerima kalung dari Tetua Bao.

__ADS_1


Su Ying pun segera keluar dari kediaman Tetua Bao kemudian segera menghilang dengan kekuatan Teleportasinya.


Tak membutuhkan waktu lama, Su Ying kini berhasil sampai di Ibukota Negara Ba. Dia menyamar menjadi seorang Gelandangan untuk mencari Sosok gadis yang di sebutkan Tetua Bao.


Karena pakaian yang compang camping Su Ying mendapat perlakuan buruk dari orang orang berlalu lalang, Ada yang mencaci makinya ada pula yang menggunakan tangan dan kaki untuk membulinya.


Karena tujuannya untuk menemukan Liena Sue dia rela menahan cemoohan orang orang, Hingga seorang Putri Bangsawan datang dan ikut membulinya.


"Gadis kotor, Kenapa kau mengotori Negara Ba kami. Lihatlah pakaian yang kumuh ini.. Menjijikkan". Ucap pelayan Putri bangsawan itu.


Su Ying hanya terdiam sehingga membuatnya semakin geram.


"Hei gadis B*doh!!! Apa kau tidak punya telinga dan mata hah?!! Lihatlah Nona Cantikku ini, dia adalah Putri dari Keluarga Ling yang terpandang seharusnya kau tidak mengotori pandangan Nona kami". Ucap Pelayan itu sambil menunjukkan betapa Bangganya Nonannya.


"Hanya seorang anak bangsawan pun, Ck... Sombong". Gumam Su Ying yang masih bisa di dengar oleh mereka.


"Yaoyao, beri pelajaran". Ucap Putri bangsawan itu dengan geram.


Yaoyao pelayan setianya kini mendekati Su Ying kemudian segera menjambak rambut Su Ying dengan keras.


"Cuihh... Meminta maaf dengan orang Sombong itu bukan keahlian ku" . Ucap Su ying sambil meludahi wajah Yaoyao .


"Kau.....!!!".Teriak Yaoyao kemudian ia ingin menampar Su Ying namun sebuah batu kecil mengenai tepat di dahinya sehingga ia terhuyung mundur.


"Siapa kau, beraninya menindas orang lemah". Terdengar Suara Perempuan dari balik kerumunan, dengan otomatis mereka memberi jalan.


"Nona, apa kau tahu siapa dia?". Tanya Yaoyao sambil berbisik.


"Tidak, mungkin dia hanya gadis lewat yang sok menjadi pahlawan.".


"Kau benar Nona, Kalau begitu kita lawan saja". Bisik Yaoyao kepada Putri Bangsawan itu.


"Terserah kami!! Dia sudah mengotori pandangan jadi biarkan kami membersihkannya". Ucap YaoYao dengan sombongnya.


"Benarkah? Siapa kalian? Berani beraninnya kalian membuat Kekacauan?". Tanya Gadis itu .

__ADS_1


"Apa kau tidak tahu , Nona kami adalah Nona ketiga Keluarga Ling, Ling Beicang". Jawab Yaoyao.


"Apa Nonamu tidak punya mulut sehingga butuh dirimu untuk membantu berbicara". Ejek gadis itu.


"Lancang!! ". Teriak Ling Beicang.


"Ck, Lancang katamu? Kau hanya Anak seorang Selir pantas saja tidak tahu siapa aku, Kau tanyakan kepada Kakakmu Ling


Kaili.. Agar kau tahu siapa yang lancang !!". Ucap Gadis itu.


"Cih, memang Kau siapa? Seorang Putri?? Hahahah Lucu sekali, Lihatlah pakaian sederhananya yang jauh dari kata seorang Putri. Bahkan untuk menjadi Anak dari keluarga bangsawan pun tidak pantas!!".


 "Benarkah, Aku memberimu kesempatan sekali lagi untuk menarik kata katamu".


"Bukankah benar yang ku katakan? Kau hanya gadis desa dengan pakaian sederhana. Walaupun aku anak seorang Selir, Tapi aku lebih tinggi derajatnya dari pada Kau". Ucap Ling Beicang dengan Sombongnya.


Tak Lama kemudian muncullah Pelayan dengan pakaian Pelayan Istana yang datang memecah kerumunan.


"Yang Mulia, astaga aku sudah mencarimu kemana mana". Ucap Pelayan seperti pelayan Istana menghampiri Gadis yang membela Su Ying.


"Yuri, Maaf Aku tidak memberitahumu jika keluar sebentar". Jawab gadis itu yang ternyata Liena Sue .


"Sandiwara yang bagus, Pelayan dan Nonanya yang bersandiwara ingin menggertak ku dan ingin membuatku takut. Bukankah begitu Yaoyao". Ucap Ling Beicang.


"Kau!!! Lancang sekali dengan Tuan Putri Kita!!". Teriak Yuri yang di tahan Liena Sue agar tidak gegabah .


"Tuan Putri? Hahahah jangan membual, Bukankah Tuan Putri kita akan segera menikah. Dia tidak mungkin berkeliaran di luar seperti orang Bodoh seperti ini. Yah memang aku belum tahu wajah Tuan Putri Sue seperti apa, Tapi itu pastinya Bukan J*L*ng itu!!". Sahut Ling Beicang.


Bisik bisik orang orang yang hanya ikut berkumpul dan melihat itu membuat Liena Sue seperti di pojokan, Pasalnya Liena Sue jarang menampakkan diri di Masyarakat karena ia selalu di perbatasan bersama Alix Sue. Baru satu setengah tahun dia tinggal di Istana dan dia jarang keluar ke kerumunan, Jikapun keluar ia pasti akan menggunakan cadar jadi banyak yang tidak tahu wajah Liena Sue.


"Kau!!!". Teriak Yuri.


"Apa!! Bukankah benar kalian ini penipu ulung, Hahahah... Lihatlah wajah ketakutan kalian karena ketahuan menipu". Sahut Yaoyao.


"Ada apa ini!!". Teriak seorang perempuan lain dari balik kerumunan.

__ADS_1


"Kakak Kaili, Lihatlah. Gadis itu dan pelayannya merundung kami". Ucap Ling Beicang berpura pura ketakutan.


__ADS_2