Menjadi Pelayan Pangeran Bupati

Menjadi Pelayan Pangeran Bupati
Peperangan 2


__ADS_3

Dewa Xiang pun semakin lama semakin khawatir, Pasukannya banyak yang tumbang walaupun di belakang sana masih ada cukup banyak pasukan ia tak tahu apa rencana dari Kaisar Yuwen.


Raja Iblis tahu tentang keresahan Dewa Xiang, Ia pun segera menenangkannya dan merapal mantera untuk memanggil sesuatu yang besar.


Langit pun mulai gelap membuat Medan pertempuran terlihat mencekam, Para Pasukan Musuh jadi lebih bersemangat menyerang Pasukan Para Dewa tetapi berbanding terbalik dengan Pasukan Para Dewa yang tiba tiba melemah sehingga keadaan pun berbalik.


Suara Auman Binatang Iblis menambah semangat para Pasukan Iblis untuk menyerang, Dengan cepat pasukan dari pihak Dewa yang berada di luar Formasi semua terkalahkan kecuali Deww Perang yang terluka Parah.


"Tarik kembali pasukan". Teriak Kaisar Yuwen agar pasukan di bawah sana berhenti menyerang.


Pasukan Lawan melihat Para Pasukan Dewa Yang Mundur pun ikut mengejarnya , Namun setelah melewati penghalang Formasi mereka tidak bisa melakukan apa apa.


"Yang Mulia kami menemukan Pengkhianat, Namun kami sudah membunuh mereka salah satunya menyamar sebagai Dewa Dewi untuk mengelabuhi kita". Ucap Bawahan Kaisar Yuwen.


"Bagus, Buang Mayatnya di depan mereka. Kurasa mereka akan mengeluarkan Naga Hitam jadi kita punya harus mengeluarkan Senjata Tempur kita yang lebih besar". Ucap Kaisar Yuwen.


"Baik Yang Mulia, Kami akan memperbaiki Formasi terlebih dahulu. Karena Mata mata musuh membuat lubang tikus untuk pasukan iblis".


"Baik Pergilah".


"Ayah, Kau tahu semuanya akan terjadi?". Tanya Kai Yuwen


"Benar".


"Darimana?".


"Apa Kau lupa, Kakak Ibumu Adalah Dewa Takdir tertinggi. Dia Bisa dengan jelas mengetahui semuanya sekalipun mereka berada di bawah tanah sekalipun". Jawab Kaisar Yuwen dengan tenang.


Kai Yuwen tampak berfikir sejenak hingga ia pun mengangguk anggukkan kepalanya tanda mengerti.


Burung elang putih yang membawa mayat mata mata musuh kini telah tiba di pasukan musuh, Ia kemudian menjatuhkan puluhan mata mata yang kini hanya tinggal jasadnya saja .

__ADS_1


Dewa Xiang dan Raja Iblis merasa geram setelah melihat semua orang dalam mereka terbunuh semua dan mayatnya di buang di depan mereka.


Raja Iblis pun menyuarakan untuk menyerang Formasi dari para Dewa itu, Mereka berlarian menuju Formasi untuk menyerang. Formasi yang berlapis lapis itu kini bergetar hebat karena serangan terus menerus dari pihak musuh, membuat Kaisar Yuwen terlihat Khawatir dengan apa Yang terjadi.


"Kalian bantu pembuat Formasi untuk mempertahankan Formasi". Seru Kaisar Yuwen.


Orang Orang dan Para Dewa yang merasa di tunjuk pun segera paham dan kini membagi beberapa kelompok untuk membuat Formasi.


Serangan yang semakin membabi buta membuat Penghalang paling luar menjadi Retak seperti akan hancur dan Hilang. Para Prajurit yang di bawah pun diperintahkan untuk mundur dan mempertahankan Benteng Barak mereka.


Dua penghalang pun telah hilang tersisa tiga penghalang yang cukup tebal, Sedangkan Para Dewa yang bertugas membuat Penghalang terlihat Kuwalahan bahkan ada yang sampai memuntahkan darah karena kehabisan energi Internal.


Kaisar Yuwen dan Kai Yuwen yang berada di atas benteng pun semakin khawatir, Pasalnya Pihak musuh sangat membabi buta bersikeras untuk memasuki Wilayahnya.


Lagi lagi satu penghalang berhasil di hancurkan kembali sehingga mengakibatkan ledakan cukup keras di bagian luar penghalang. Pihak musuh terlihat terpental cukup jauh karena terkena ledakan yang cukup keras.


Namun musuh musuh itu kembali lagi dan lagi untuk menghancurkan penghalang yang Tinggal dua lapis itu, Lagi lagi Duarrrr... Satu penghalang berhasil di hancurkan sehingga terdengar sorak sorai dari pihak musuh walaupun harus terpental lagi dan lagi.


Dewa Xiang dan Raja Iblis pun terlihat menyeringai melihat keberhasilan kali ini, mereka berdua terus tersenyum miring sambil menatap Kaisar Yuwen yang berada Diatas Benteng.


"Tidak, Kau tidak bisa melawan mereka Kai".


"Tapi Ayah lihatlah, Pasukan kita ketakutan dan kini melemah".


"Tapi Kai, Ayah Tidak ingin kehilangan dirimu".


"Ayah tenang saja, Aku tidak akan mati dengan mudah". Jawab Kai Yuwen dengan yakin.


"Baiklah kau berhati hatilah". Ucap Kaisar Yuwen mau tidak mau harus melepaskan Sang Anak.


Tepat Kai Yuwen tuba di antara Pasukan, Pelindung terakir berhasil di hancurkan. Para Pasukan Musuh segera menyerang dengan membabi buta . Begitupun Kai Yuwen seorang Dewa Perang Tingkat Satu yang juga dengan gesitnya membantai semua musuh yang menyerangnya.

__ADS_1


Satu Kai Yuwen ibarat seratus Prajurit dari Kubu Dewa, Raja Iblis yang tahu bahwa Kai Yuwen Sendiri yang turun tangan pun segera mendekati dan melawannya secara pribadi, jika tidak maka Pasukannya akan cepat berkurang.


"Lawanmu itu adalah aku Dewa Muda". Ucap Raja Iblis.


"Kalau begitu majulah". Jawab Kai Yuwen dengan tenang.


Pertarungan mereka berdua pun di mulai, Pedang panjang Kai Yuwen yang di adu dengan trisula hitam dari Raja Iblis membuat suara Kebisingan yang memekakan telinga.


Namun sedari tadi tidak ada satupun yang berhasil mengenai atau melukai lawan.


"Ternyata Kau hebat Juga Dewa Muda, Ck.. Tapi jangan harap nanti kau masih bisa seperti ini". Ucap Raja Iblis kemudian terbang meninggalkan Kai Yuwen.


"Mau kemana Kau Iblis Si*l*n!!!". Teriak Kai Yuwen.


Raja Iblis tiba tiba mengeluarkan Sebuah Jurus sehingga memunculkan ribuan Serangga beracun , Sehingga Membuat Kai Yuwen terkejut kemudian Segera membuat arai pelindung untuk dirinya sendiri.


"Hati2 ada serangga beracun". Teriak Kai Yuwen, Namun Naas para Prajurit dan beberapa Dewa pun terkena Serangga itu.


Untung saja Pihak pembuat Arai pelindung berhasil membuat arai tepat Waktu sehingga di barak kini terlihat aman untuk sementara waktu.


Kai Yuwen yang akan pergi menuju sang ayah kini di hadang oleh Raja Iblis.


"Mau kemana kau? Menyelamatkan Ayahmu? Hahahahah Urusanmu masih denganku Dewa Muda". Ucap Raja Iblis sambil menodongkan Trisula kepada Kai Yuwen yang masih di selimuti Arai pelindung yang ia buat sendiri.


"Kurang ajar!! Kau menggunakan Cara Curang Iblis Si*l*n!!".


"Curang? Di dalam peperangan tidak ada kata curang, Selama itu bisa menang apa boleh buat".Jawab Raja Iblis sambil tertawa .


Kai Yuwen tampak mengepalkan tangan karena marah, Namun pikirannya terpecah ketika Di bawah sana tiba tiba berubah menjadi suara jeritan yang memilukan.


Para Prajurit yang terkena Serangga beracun tiba tiba berubah menjadi tak karuan bentuknya hingga akhirnya meletus seperti sebuah balon.

__ADS_1


Penampakan yang menakutkan itu membuat Kai Yuwen merasa ingin muntah pasalnya Darah bercampur nanah membanjiri depan gerbang Alam Dewa. Tak hanya itu, Serangga yang tadinya kecil kini berubah menjadi sebesar manusia Dewasa sehingga membuat Para Dewa tersisa berlari tunggang langgang.


Karena Arai Kali ini cukup Kuat, Bahkan Para Dewa perang Dibawah sana tidak bisa memasuki Barak karena mereka sudah terkontaminasi Energi jahat dari Bangsa Iblis.l, Jadi mereka hanya bisa membuat Arai pelindung sendiri sebisa mungkin.


__ADS_2