Menjadi Pelayan Pangeran Bupati

Menjadi Pelayan Pangeran Bupati
Pemberontakan Part 2


__ADS_3

Kaisar dan lainnya kini telah sampai di tempat Liena Sue yang sedang bersemedi, Yuri yang melihat kedatangan mereka segera memberitahu apa Yang terjadi karena Liena Sue masih berada di Mode Kultivasi .


"Arai yang begitu Kuat, dengan adanya ini kita bisa mempersiapkan penyerangan dengan matang dan menunda pergerakan musuh dari Luar". Ucap Walikota Yu.


"Kau benar , kita harus menunggu Putri Liena Sue selesai dulu". Jawab Kaisar Bai.


Kaisar Bai dan Walikota Yu kini berdiri di atas benteng dekat Liena Sue, mereka menunggu Liena Sue selesai Kultivasi dan sesekali mereka mengawasi pergerakan musuh di luar Kekaisaran Gu yang mencoba merusak Arai pelindung yang di buat Liena Sue.


Tak butuh waktu lama, Liena Sue pun akhirnya selesai dari Mode Kultivasi , Liena Sue membuka matanya dan menemukan Kaisar Bai yang sudah berada di sampingnya bersama seorang pria paruh baya dengan armor lengkap dengan pedang di punggungnya.


"Salam Yang Mulia". Ucap Liena Sue kepada Kaisar Bai.


"Bangunlah, Karena kau sudah selesai. Bisa kau jelaskan tentang musuh kita?". Tanya Kaisar Bai.


"Baik Yang Mulia, Musuh kita adalah Kultivator jahat. Jika kita terus menyerang takutnya Para prajurit akan banyak yang tumbang karena mereka semakin kuat dengan menyerap kekuatan internal lawan hingga kering dan mati. Jadi kita harus mencari cara untuk membuat Formasi serangan dari dalam". Jelas Liena Sue.


"Jadi seperti itu, Perintahkan pada semua Jenderal untuk berkumpul di tempat ini!". Perintah Kaisar Bai.


Setelah para Jenderal berkumpul Kaisar segera berdiskusi bersama Liena Sue serta Rong Bai yang telah tiba dan bergabung dengan mereka.


Sedangkan di bawah sana para Kultivator jahat dan Siluman hitam masih saja menghantam arai pelindung yang di buat Liena Sue dengan kekuatan mereka masing masing tetapi masih saja tidak ada hasilnya.


Shili Pemimpin Kultivator jahat kini tengah mengamati benteng istana dan sekitarnya di atas kuda Hitam di tengah pasukan, ia dengan Armor Hitam dan jubah Hitam kebesarannya tengah menunggu kesempatan menterang Kekaisaran Gu.


Namun Arai pelindung yang di buat Liena Cukup kuat untuk menahan Para Kultivator jahat dan siluman hitam sebanyak itu.


"Sepertinya mereka mempunyai Kultivator sihir berbakat,". Gumam Shili .


Shili mengeluarkan Sihir hitamnya kemudian memasukkan de burung hitam dan di arahkan ke arah Benteng . Namun masih saja kekuatan Hitam tidak bisa memasuki Arai itu.


Shili terlihat sedikit jengkel pasalnya semua serangan terlihat sia sia, Ia memerintahkan pasukannya untuk mundur sementara .


Melihat pasukan lawan mundur Kaisar Bai pun segera mengambil siasat setelah mencapai kesepakatan bersama.

__ADS_1


Kaisar Bai memerintahkan beberapa Kultivator sihir untuk merapalkan mantra pemanggil hujan yang dipimpin dengan Liena Sue, sedanhkan Rong Bai kini memimpin pasukan Kultivator lain untuk menggali tanah.


Mereka telah mendapatkan kelemahan Lawan karena Rong Bai , Tak ada yang mencurigai Rong Bai darimana ia tahu kelemahan lawan .


Puluhan Kultivator Sihir kini berkumpul di atap Istana tertinggi, mereka membuat Formasi untuk memulai merapal mantra hujan.


Sedangkan Silas dan Yu Yin yang baru saja bergabung, mereka di tugaskan di dekat Benteng Utama untuk mengawasi pergerakan lawan.


Setelah semuanya siap, mereka kembali berkumpul di atas benteng.


"Liena ". Panggil Yu Yin.


Karena Liena Sue belum tahu bahwa Yu Yin juga berada di sini ia sedikit terkejut melihatnya .


"Yinyin!!". Sahut Liena Sue .


Mereka saling berpelukan melepas rindu, Walaupun mereka teman terbilang baru, tapi sudah seperti sahabat lama tak bertemu .


"Kenapa kau bisa disini?". Tanya Liena Sue


"Baiklah, Kita akan berbagi cerita nantinya". Ucap Liena Sue.


Kaisar Bai dan yang lainnya kini turun ke medan Peperangan, dibantu oleh Liena Sue dan Rong Bai di belakang Kaisar. Sedangkan Silas dan Yu Yin bertugas mempertahankan Benteng bersama anggota kerajaan lainnya.


Waktu dari arai pelindung akan segera habis, mereka di bawah sana sudah bersiap kembali dengan penuh semangat walaupun peluh membasahi mereka .


Dari Kubu lawan pun kini juga tengah bersiap dengan senjata masing masing. Tepat setelah Arai pelindung yang di buat Liena Sue menghilang kini kedua kubu telah berlari kearah berlawanan untuk memulai perang kembali.


Kali ini Pihak Kaisar Bai terlihat lebih bersemangat dari sebelumnya, pasalnya sebelum mereka melawan kembali mereka mendapatkan sebuah pil penyembuhan terbaik. Sehingga setiap mereka terluka maka luka itu akan membaik dengan cepat.


Peperangan telah berlangsung, Pihak musuh banyak yang tumbang setelah Rong Bai dan Liena ikut andil. Mereka pandai menggunakan Sihir untuk menghancurkan sepuluh hingga seratus musuh sekaligus sehingga membuat Musuh banyak berkurang.


Shili yang melihat tidak tinggal diam, dia menargetkan Liena untuk melawannya jadi dengan kecepatan penuh ia berhasil muncul di depan Liena Sue.

__ADS_1


Liena Sue terkejut ketika pedang Shili tiba tiba menyerangnya sehingga melukai lengannya.


"Kau cukup cepat gadis". Ucap Shili.


"Ck , apa maumu?".


"Tentu saja membunuhmu dan mengambil darahmu untuk persembahan".Jawab Shili.


"Benarkah? Tunjukkan kemampuanmu?". Ucap Liena Sue sambil menyeringai dan terus menangkis serangan Shili.


Pertarungan keduanya cukup sengit , tak hanya Liena Sue yang terluka tapi Shili kini juga mendapatkan luka di dada kirinya. Walau tidak terllalu dalam tetapi cukup untuk melambatkan gerakan menyerangnya.


"Menyerahlah gadis, maka aku akan memperlakukanmu dengan baik. Toh kekasihmu itu sudah menjanjikan mu padaku, jika kau matipun tidak akan mempengaruhi dirinya". Ucap Shili memprovokasi Liena Sue.


Liena Sue hanya menoleh sebentar ke arah Rong Bai yang tengah bertarung, Jika Rong Bai tidak menceritakan semuanya dari awal mungkin saat ini ia akan percaya terhadap ucapan Shili.


Namun, untuk menutupi rencanannya ia harus berpura pura terprovokasi ucapan Shili.


"Kau jangan bicara Omong Kosong!!". Ucap Liena dengan nada marah.


"Omong kosong? nanti kau akan tahu sendiri Nona.. ".


Jlebbb.... pedang Shili berhasil menusuk perut Liena Sue. Liena Sue pun terduduk sambil memegangi perutnya yang tertusuk pedang.


"Hahah, lihatlah Rong Bai mu itu tidak peduli padamu yang sudah sekarat Nona. Jadi menyerahlah aku akan membiarkanmu hidup". Ucap Shili.


"Hehe, kau lucu sekali Shili!!". Jawab Liena Sue dengan dinginnya.


"Lucu?.. lihatlah kekasihmu dan lainnya tidak pernah peduli padamu, dan kau akan mati sebentar lagi. Jadi jangan membuang waktumu dengan sia sia".


"Benarkah, kalau begitu aku akan mempercepat kematian ku di depanmu". Ucap Liena Sue kemudian menarik pedang di perutnya.


Shili terlihat terkejut setelah melihat Liena Sue menarik pedang dari perutnya, Ceroboh.. ya itu yang ia fikirkan.

__ADS_1


Namun tanpa sepengetahuan Shili, Liena sudah meminum pil penyembuh yang sama dengan para prajurit sehingga ketika pedang keluar lukanya membaik dengan cepat bahkan tidak mengeluarkan darah sedikitpun .


__ADS_2