
Setelah selesai mandi Sepasang Pengantin baru itu segera bergegas Sarapan yang sudah di siapkan pelayan dengan berbagai macam hidangan.
Liena kini tengah senyam senyum sendiri berbeda dengan Rong Bai yang terlihat cemberut dan lesu.
"Huhh kau curang Na'er". Ucap Rong Bai menggerutu.
"Hahhah, curang bagaimana? Kau saja yang Lemah". Ejek Liena Sue.
"Itukan karena semalam kita sudah banyak melakukannya Sayang".
"Nah itu berarti kau memang lemah Suamiku, Lihatlah aku yang baik baik saja". Ejek Liena lagi hingga membuat Rong Bai cemberut lagi dan memajukan bibir merah mudanya.
"Sudahlah Ah Rong cepat makanlah , Nanti kalau tenagamu sudah terisi nanti kita uji coba lagi apakah kau masih lemah atau tidak". Sindir Liena Sue sambil tertawa geli.
"Awas saja, aku akan balas dendam denganmu Istriku". Ucap Rong Bai, Liena pun terkikik geli melihat Sangsuami yang biasanya acuh dan dingin kini terlihat merajuk.
Mereka berdua pun segera sarapan dengan candaan di sela sela makan mereka. Setelah Selesai Rong Bai pun segera mengajak Liena Sue menemui Gong Fai teman lama mereka, Karena waktu pesta pernikahan hanya Liena Saja yang tidak tahu kalau Gong Fai si Raja Siluman datang bertamu.
"Kita mau kemana Ah Rong?". Tanya Liena Sue
"Menemui teman lama, Apa kau lupa Istriku?".
"Tidak, Maksudku siapa teman lama yang kau maksud?".
"Nanti kau juga tahu Istriku, dia pernah menjadi pengantin lelaki waktu itu".
Liena tampak mengingat ingat siapa yang di maksud sang suami, Setelah mengingatnya ia pun mencubit pinggang Rong Bai dengan sangat kencang.
"Awww sakit Na'er". Ucap Rong Bai sambil mengusap usap pinggangnya yang sakit.
"Salah sendiri , Teman lama yang kau maksud itu Kaisar Siluman Gong Fai? ".
"Benar, Bukankah ia pernah akan menikahimu".
Liena Sue mendengarnya mencubitnya sekali lagi.
"Awwww". Teriak Rong Bai.
"Bukan dia tapi Siluman Rubah hitam yang menyamar seperti dia tauuu". Ucap Liena Sue sambil memanyunkan bibirnya.
Rong Bai hanya tersenyum melihat tingkah Liena Sue, Mereka saling mengejek selama di perjalanan menuju tempat pertemuan dengan Kaisar Siluman Gong Fai.
"Kalian sudah datang". Sapa Gong Fai.
"Lama tidak bertemu Kaisar". Sahut Liena Sue.
"Duduklah, Ada yang ingin ku bicarakan dengan kalian berdua". Ucap Kaisar Gong Fai.
__ADS_1
"Tentang apa?". Tanya Rong Bai.
"Aku tahu Kalian adalah Rengkarnasi dari Dewa jadi mungkin tepat memberitahu kalian. Kalian tahu Dewa Xiang? Dewa itu tengah menyiapkan pasukan besar dan bekerjasama dengan pasukan iblis untuk menyerang Dunia Dewa dan enam dunia lainnya". Jelas Gong Fai.
"Dewa Xiang? Apa kau tahu keberadaanya?". tanya Liena Sue yang sangat mengingat siapa sosok Dewa Xiang itu .
"Dia berada di Gunung perbatasan antara Dunia iblis dan Dunia Manusia, Kami Bangsa Siluman akan siap membantu kalian jika memang perang besar akan terjadi. Tapi sebelum menyerang Manusia mereka akan menaklukan Dunia Dewa terlebih dahulu". Ucap Gong Fai.
"Apa kita harus memberitahu Kai Yuwen?". Tanya Rong Bai kepada Liena.
"Sepertinya begitu Ah Rong, Sebentar aku akan memanggilnya". Ucap Liena Sue sambil mengambil Giok bertuliskan Kai yang pernah di berikan kakak Keponakannya itu.
...
Di Dunia Dewa...
Kai Yuwen tengah berbincang dengan beberapa Jenderal Perang terpilih, Ia menceritakan bahwa Rengkarnasi Dewa Perang Bai dan Dewi Li Na kepada mereka.
Tiba tiba Giok di sakunya bersinar sehingga ia menyudahi perbincangannya dengan para Dewa Perang.
"Kalau begitu semoga Dewa Kai bisa membawa mereka ke Dunia kita".
"Kalian tenang saja, Aku akan membawa mereka kembali". Jawab Kai Yuwen.
Kai Yuwen kemudian menggenggam Gioknya dan menghilang saat itu juga, tak lama kemudian ia pun sampai di mana Liena dan lainnya tengah berbincang.
"Ada apa kau memanggilku adik?". Tanya Kai Yuwen.
"Salam Dewa Kai". Salam dari Gong Fai.
"Tidak perlu seperti itu, kau adalah teman keponakanku jadi panggil saja namaku. Lalu apa yang ingin kalian bicarakan?". Ucap Kai Yuwen yang kemudian duduk di samping kanan Liena Sue ..
Gong Fai pun menceritakan apa yang ia ketahui kepada Kai Yuwen, begitupun Rong Bai dan Liena Sue secara bergantian.
"Jadi dia sudah menyiapkan pasukan". Ucap Kai Yuwen.
"Sudah Dewa Kai, kuharap Informasiku ini berguna ". Sahut Gong Fai.
"Terimakasih atas informasinya, dan untuk Bangsa Siluman kalian akan mendapat beberapa Hadiah karena kesetiaan kalian".
"Tidak perlu seperti itu, dari Nenek moyang kami memang di larang untuk memberontak apa lagi menyerang Dunia Dewa". Sahut Gong Fai.
"Tidak apa apa, Anggap saja sebagai ucapan terimakasih karena kau sudah memberikan Informasi. Kalau begitu kapan rencanannya akan menyerang ?". Tanya Kai Yuwen.
"Lusa Dewa Kai". Jawab Gong Fai.
"Terlalu cepat, Kalau begitu aku akan segera kembali dan membicarakan semua. Kalian lanjutkan mengobrolnya". Ucap Kai Yuwen kemudian tiba tiba menghilang dati hadapan mereka.
__ADS_1
"Astaga dia datang dan pergi secepat itu". Gumam Liena Sue.
"Dia kan Dewa, Kalau Kau sudah mencapai tingkat yang tinggi kau juga bisa seperti itu". Sahut Rong Bai.
"Benarkah?". Tanya Liena Sue.
Rong Bai pun mengangguk , Di sela sela mereka mengobrol datanglah seorang Pelayan menghampiri mereka.
"Maaf Yang Mulia mengganggu, Ada yang ingin bertemu dengan Yang Mulia. Mereka bilang mereka dari Akademi Langit Suang". Ucap Pelayan itu.
"Biarkan mereka, Antar mereka kemari". Ucap Rong Bai.
"Baik Yang Mulia, Mohon permisi".
Pelayan itu pun segera pergi untuk menjemput para Tamu itu.
"Apakah Tetua pertama?". Tanya Liena Sue.
"Entahlah, Sepertinya begitu. Tapi kenapa mereka mencari kita".
"Entahlah Ah Rong". Jawab Liena Sue.
"Tetua Pertama Akademi Langit Suang?". Tanya Gong Fai.
"Iya, Apa kau kenal?". Tanya Liena Sue.
"Kenal, Dia teman dekat ayahku . Dan ketika kejadian di Dewa Siluman aku meminta bawahanku menemuinya". Jawab Gong Fai.
Tak lama kemudian yang di maksud pun datang, Disana terlihat sosok Tetua Pertama dan Tetua Bao tengah berjalan ke arah mereka.
"Salam Tetua Pertama, Salam Tetua Bao". Ucap Rong Bai dan Liena Sue bersamaan.
"Salam Paman". Ucap Gong Fai.
"Bangunlah, Jangan seperti itu". Ucap Tetua Pertama.
"Mari silahkan duduk Tetua". Ucap Rong Bai mempersilahkan duduk.
"Terimakasih".
"Ada apa Tetua datang secara pribadi ke sini?". Tanya Rong Bai.
"Kalian pasti sudah tahu siapa diri kalian, Kami pun tidak akan bertele tele. Kami ingin meminta sedikit Giok darah untuk membangkitkan Jiwa Dewi Yuna Yuwen". Ucap Tetua Pertama.
"Dewi Yuna Yuwen, Maksud Tetua ibuku?". Tanya Liena Sue.
"Benar, Aku telah merawatnya selama ini. Namun hanya kurang Giok Darah agar bisa membangkitkan Jiwanya yang mulai meredup". Sahut Tetua Pertama.
__ADS_1
"Apakah kami boleh menemuinya Tetua, Kami akan membantu anda. Ambillah Giok darah ini jika tidak cukup kami akan meminta bagian dari Shilin dan Yu Yin". Ucap Liena Sue.
"Ini sudah lebih dari cukup, jika kalian bersikeras kalian bisa mengikuti kami". Sahut Tetua Pertama sembari menerima Giok darah dari tangan Liena.Guru Dao