
Liena Sue melihat tempat itu sudah meledak, ia pun segera melesat dengan kecepatan tinggi menuju lobang hasil ledakan itu tanpa menghiraukan yang lain.
Sedangkan Kaisar, Bian sue dan juga Kai Yuwen mereka pun segera menyuarakan peperangan sehingga para prajurit dengan semangat maju dengan bermacam macam serangan menyerang Kubu Cao Feng dan Kaisar Nayuri.
"Sial, kita di jebak!!". Teriak Cao Feng dan Kaisar Nayuri hampir bersamaan.
Namun setelah pasukan Kaisar Sue sampai , mereka menghentikan penyerangan karena hanya tersisa setidaknya dua puluh prajurit dari masing masing kubu.
Kaisar Nayuri dan Cao Feng terperanjag kaget saat menemukan Kaisar Sue sendiri yang tengah memimpin pasukan.
Rasa takut, gugup bercampur jadi satu namun mereka tetap pada keegoisan mereka , jadi mencoba membuat diri setenang mungkin.
"Apa Kabar Kaisar Nayuri, Sepertinya Kau merindukan Peperangan seperti ini?". Ucap Kaisar Sue.
"Ternyata semua ini adalah perbuatanmu Kaisar, ". Sahut Kaisar Nayuri tanpa memberikan Rasa Hormat.
"Kau salah, semua ini adalah ide putra putriku . Jika bukan karena mereka , aku tidak akan mengetahui niat pemberontakan kalian berdua". Ucap Kaisar Sue .
"Ck, ternyata begitu. Dan yang membuat kita berdua salah paham adalah rencanamu kan Kaisar Sue?".
"Kau benar Kaisar Nayuri, sepertinya Nayuri sekarang sudah pandai menentang".
Tak lama kemudian saat mereka tengah beradu argumen , dari dalam lobang besar itu terdengar suara ledakan hingga akhirnya muncullah Liena Sue dengan Sosok yang berbeda.
Sosok Liena yang awalnya menggunakan baju Zirah kini berubah menjadi mengenakan Gaun merah dan Hitam dengan aksen Phoenix di Jubahnya. Serta jepit Phoenix di kepalanya, yang kini di kelilingi oleh tiga binatang Roh legendaris diantaranya Rubah berekor sembilan, Kuou kupu surgawi dan Phoenix merah menyala di belakangnya.
Cahaya merah bercampur emas itu mencuat hingga menembus langit yang semakin gelap, sehingga membuat Dunia Lain juga menyaksikan Cahaya yang menyilaukan itu.
"Itu,, Itu Dewi Phoenix merah... ". Teriak salah satu dewa di Dunia Dewa Membuat semua orang yang melihatnya berlarian untuk ikut melihat cahaya Merah bercampur emas itu .
"Benarkah? Bukannya Dewi Phoenix sangatlah legendaris?".
"Apa kau lupa jika hanya Manusia setengah Dewa yang bisa menjadi Dewi Phoenix merah, Tapi siapa yang menjadi Manusia setengah Dewa itu? Bukankah Hanya Putri Dewi Agung yang berhubungan dengan manusia" .
"Entahlah, Kita bisa bertanya kepada Yang Mulia".
Para Dewa Dewi itu saling bersahutan pendapat tentang cahaya merah bercampur emas itu, Tak hanya mereka Dewa tertinggi pun datang untuk melihatnya juga.
__ADS_1
"Yang Mulia Dewa tertinggi telah tiba". Ucap Kasim di dekatnya.
Para Dewa Dewi menunduk hormat kepada Dewa Tertinggi, Sang Dewa kini telah berdiri tepat di samping cahaya itu ia mengamati dengan seksama sambil bergumam .
"Apakah kau sudah menemukannya Kai Yuwen?". Gumam Dewa Tertinggi .
"Yang Mulia..". Panggil salah satu Dewa kepada Dewa tertinggi.
"Kau siapkan kendaraan untuk menjemput Dewa Kai, katakan padanya untuk pulang sebentar ada hal penting yang ingin ku bicarakan padanya".
"Baik Yang Mulia".
Dewa tertinggi kembali mengamati Cahaya itu hingga benar benar meredup, Setelah meredup mereka semua segera bubar dan kembali ke pekerjaan masing masing.
Sedangkan di Dunia bawah perang masih berkecamuk, Hadirnya Liena dengan tampilan berbeda tidak mengendurkan pihak musuh.
Walaupun pasukan Cao Feng dan Kaisar Nayuri telah habis , Tapi mereka masih bersikeras melawan.
Liena Sue melayang ke udara di bantu Baihu , Ia pun mengeluarkan busur emas dengan aksen burung Phoenix Yang indah kemudian dengan anak panah transparan dan tak terbatas ia mengarahkannya ke arah Cao Feng dan Kaisar Nayuri.
Anak panah itu tidak mengenai Para prajurit yang tidak bersalah, Melainkan hanya orang orang yang berdosa dan bersalah hingga mengakibatkan Cao Feng dan Kaisar Nayuri mati di tempat terkena anak panah dari Busur emas itu.
Setelah semua selesai, Baihu kembali ke Dunia giok Surgawi bersama yang lainnya. Sedangkan Liena Sue kini perlahan berjalan mendekati Saudaranya yang tengah terengah engah setelah peperangan kecil itu.
"Ternyata kau memang pilihan Sang Phoenix Li Na". Teriak Kai Yuwen.
"Ngomong ngomong kau tadi pergi ke bekas ledakan itu untuk apa Adik?". Tanya Bian Sue.
"Aku hanya mengambil Rubi Merah Kak". Jawab Liena Sue.
"Ruby merah? Bukankah itu Bati Spiritual dengan kekuatan Internal yang melimpah? Tapi bukankah hanya yang memiliki tanda saja yang bisa bersentuhan bahkan menyerap kekuatan Batu itu?". Tanya Bian Sue kembali.
"Kau benar, dan aku pun juga mempunyai tanda Yang Kau maksud kak". Jawab Liena Sue sambil menunjukan tanda di dahinya yang berubah menjadi merah dengan garis pinggir berwarna emas.
"Tak Kusangka kau adalah Orang terpilih itu adik.. Ayah akan bangga padamu nantinya". Ucap Bian Sue sambil merangkul Liena Sue sambil berjalan meninggalkan medan perang.
"Hhe, tolong rahasiakan dulu kak. Sepertinya ada Misteri tersembunyi dari tanda ini. Aku ingin menyelidikinya dulu"
__ADS_1
"Baiklah kalau itu mau mu". Sahut Bian Sue.
"Kalian pergilah dulu, sepertinya ada yang mencari ku. Aku harus pergi dengan mereka, Kuharap kau melindungi Adik kita Bian Sue". Ucap Kai Yuwen kemudian berbalik arah menuju rombongan orang orang berbaju cerah dengan cahaya menyilaukan.
"Siapa Mereka?". Tanya Liena Sue.
"Mungkin keluarga Dewa dari Kai Yuwen, bukankah kau bilang jika Kai adalah Seorang Pangeran dari Dunia Dewa". Jawab Bian Sue.
"Masuk akal, Kalau begitu lebih baik kita jangan mengganggunya. Aku lelah dan tujuanku sudah tercapai". Ucap Liena Sue sambil merenggangkan badannya.
"Ngomong ngomong, darimana kalau kau tahu batu ruby merah itu ada di sana?". Tanya Bian Sue yang masih penasaran.
" Kau tahu burung hitam kecil yang sering bertengger di dekatku kak?".
"Ya tahu, lalu?".
"Dia yang memberitahuku. Dia adalah Phoenix merah itu Penunggu Giok Surgawi". Ucap Liena Sue.
"Burung hitam jelek itu ternyata Phoenix? Sungguh tidak terduga". Sahut Bian Sue sembari menggaruk dagunya yang tidak gatal.
Liena Sue terkikik geli saat melihat ekspresi kakaknya itu, hingga tanpa mereka sadari mereka tengah sampai di hutan tempat para kuda berada.
"Ayahanda!!". Teriak Liena Sue saat menemukan Ayahnya yang sudah sampai duluan di tempat itu.
"Kemarilah Putriku, Apa kau baik baik saja?".
"Tentu saja aku baik, Lihatlah bukankah aku tambah cantik ayah?". Ucap Liena Sue dengan manja sambil bergelayut di tangan kekar sang ayah.
"Heheh, kau memang selalu cantik bak seorang Dewi". Ucap Kaisar Sue.
Setelah menyelesaikan peperangan dan masalah perbatasan, Akhirnya Kaisar menyerahkan kepemimpinan atau Jenderal tertinggi kepada Sang adik Alix Sue sehingga Kaisar akan lebih percaya daripada orang lain.
Seluruh keluarga Cao di hukum mati saat itu juga, para Budak dan pelayan di bebaskan.
Sedangkan Negara Nayuri , Kaisar Sue sendiri yang memilih Kaisar Baru namun para Rakyat tidak setuju . Mereka hanya ingin bergabung menjadi satu dengan Kerajaan Ba , Karena ternyata Kaisar Nayuri sebelumnya telah sewenang wenang dengan mereka sehingga membuat Rakyat trauma.
Karena tidak menginginkan Kaisar Baru, Maka Kaisar menunjuk Walikota sebagai Walikota Nayuri untuk memimpin Nayuri sebagai salah satu Kota Baru di Negara Ba. Kaisar menunjuk Salah satu Bangsawan Nayuri yang bijaksana baik dan jujur menurut pemilihan para Rakyat, Sehingga membuat mereka tidak was was .
__ADS_1