Menjadi Pelayan Pangeran Bupati

Menjadi Pelayan Pangeran Bupati
Naga Biru Canglong


__ADS_3

Liena dan Rong Bai berjalan jalan di antara padang rumput, sesekali mereka bersenda gurau bersama.


Hari yang sudah sore menambah kesan nyaman jika berada di padang rumout seperti itu, di tambah lagi pemandangan matahari terbenam yang terlihat jelas di tempat itu.


"Akankah hari hari selanjutnya akan setenang ini". Gumam Liena Sue .


"Entahlah Na'er, yang terpenting jangan pernah berniat meninggalkan aku dan aku pun tidak akan pernah berniat meninggalkanmu". Ucap Rong Bai.


"Terimakasih Ah Rong".Sahut Liena Sue kemudian memeluk erat sang Suami.


Di tengah kemesraan mereka tiba tiba sekumpulan ular mengepung mereka, namun tidak menyerang melainkan hanya mengepung dan membuat lingkaran.


"Ular, darimana datangnya ular ular ini". Ucap Liena Sue.


"Aku juga tidak tahu , tapi anehnya mereka tidak menyerang kita". Sahut Rong Bai.


Salah satu Ular itu tiba tiba mendekati Rong Bai kemudian menaiki kakinya menuju tangannya, ia memandangi Rong Bai seperti menyampaikan sesuatu .


"Sepertinya mereka ingin menyampaikan sesuatu Ah Rong".


"Kau Benar Na'er, Hai ular kecil. Aku tidak paham dengan apa yang kau lakukan, bisakah menggunakan cara lain untuk memberitahuku?" Tanya Rong Bai.


Ular itu seperti paham akan ucap yaan Rong Bai, kemudian ia turun dari Rong Bai dan berjalan menuju suatu tempat dan memimpin beberapa gerombolan ular lainnya.


"Sepertinya mereka ingin kita mengikutinya Ah Rong".


"Kalau begitu ayo kita ikuti mereka". Jawab Rong Bai .


Liena dan Rong Bai pun mengikuti para ular kecil itu, melewati padang rumput hingga sampailah di sebuah goa yang tak jauh dari padang rumput.


"Goa, ada apa di goa itu?". Tanya Liena Sue.


"Entahlah, kita ikuti saja tapi kau pegang tanganku Na'er".


"Baik".


Rong Bai mengeluarkan Mutiara cahaya untuk menerangi Goa gelap itu, Mereka masih mengikuti ular ular kecil itu hingga sampailah di ujung Goa yang ternyata begitu terang oleh puluhan Mutiara Cahaya di setiap Sudut Goa.


"Indah Sekali, Tapi apa tujuan mereka membuat kita kemari?". Tanya Liena Sue.


"Sepertinya ada sesuatu yang berada di dalam Goa ini, Lihatlah ular ular itu seperti mengelilingi Patung Naga besar berkaki di sebelah sana". Jawab Rong Bai.


"Mana Patung Naga Berkaki?".

__ADS_1


"Itu Na'er, lihatlah mereka mengelilingi patung itu seperti sedang memuja sesuatu yang Agung". Sahut Rong Bai.


"Ayo Kita ke sana Ah Rong".


Karena sangat penasaran mereka pun mendekati patung Naga itu, setelah mereka berdua mendekat ular ular itu beringsut mundur seperti memberi jalan.


Mereka menaiki Tangga menuju Patung Naga itu dengan Perlahan, Tiba tiba salah satu ular menggigit jari Rong Bai hingga mengeluarkan darah dan menetes tepat di kepala Naga itu.


"Aww.. Kenapa kau menggigitku?". Ucap Rong Bai.


"Coba kulihat Ah Rong, sepertinya dia hanya ingin kau mengeluarkan sedikit darahmu. Lihatlah tidak ada bisa sama sekali". Ucap Liena sembari memperhatikan bekas gigitan ular di jari Rong Bai.


Tak lama kemudian tiba tiba patung naga itu bergetar dengan hebat, membuat Rong Bai dan Liena Sue berlari menjauhi Patung Itu.


Patung itu tiba tiba retak dan memancarkan cahaya kebiruan sehingga membuat silau siapa saja yang melihat.


Rong Bai memeluk Liena dan menutup matanya sendiri agar tidak terlalu silau, hingga cahaya itu perlahan meredup namun tidak mati.


Mereka berdua membuka mata mereka dan menemukan Sosok Naga berkaki berwarna biru sedang memandangi mereka.


"Salam kepada Master". Ucap Naga itu dengan suara menggelegar.


"Siapa Master yang kau maksud?". Tanya Liena Sue.


Rong Bai menunjuk dirinya sendiri dengan wajah bingung, Naga Berkaki berwarna Biru itu adalah Binatang Mitologi yang sudah sangat lama mati mungkin ribuan tahun lalu.


"Ahh mungkin master merasa takut jika aku berpenampilan seperti ini, Tunggu sebentar". Ucap Naga itu.


Kemudian naga Besar itu perlahan mengecil dan berubah menjadi sosok Lelaki Tampan dengan Rambut putih dan tanduk di dahinya, menggunakan hanfu berwarna Biru laut.


"Ehh Berubah menjadi seorang Pria?". Gumam Liena Sue.


"Dia Binatang Roh Mitologi jadi dia bisa berubah menjadi Manusia".


"Kalau begitu Phoenix ku dan Rubahku bisa, tapi kenapa aku belum pernah melihat mereka berubah". Gumam Liena Sue.


"Salam Master". Ucap Naga itu dengan suara yang lebih lembut.


"Pfth.... Hahahah, kukira Kau terlihat garang ternyata suaramu...". Ejek Liena Sue ketika mendengar Suara sang naga berubah menjadi lelaki melow.


"Master, lihatlah gadis itu mengejekku". Rengek Naga itu.


"Pfth ... hahahhaha". Liena pun akhirnya tertawa lepas setelah mendengar kembali rengekan naga yang awalnya suara menggelegar sekarang berubah menjadi lemah lembut.

__ADS_1


"Siapa namamu?". Tanya Rong Bai menahan tawa.


"Bisakah Master menamai Naga Malang ini?".


"Pfth.. Baiklah, aku akan menamaimu Canglong ". Ucap Rong Bai sampai terkikik geli.


"Nama Yang Bagus, terimakasih master". Ucap Canglong .


"Ceritakan bagaimana aku bisa menjadi mastermu?". Tanya Rong Bai.


"Aku tidak tahu Master, namun setelah merasakan tetesan darahmu di kepalaku aku bisa mengenali Master dan kita pun terikat Kontrak". Jawab Canglong.


Rong Bai pun melihat jarinya yang terluka dan ia pun baru teringat jika memang ia tidak sengaja melukai tangannya.


"Ya ya aku ingat". Ucap Rong Bai.


"Master aku akan mengikuti mu dan melindungi mu di manapun kau berada, Aku akan selalu setia kepadamu Master".


"Sembunyikan tanduk mu jika ingin mengikutiku, dan Nona ini adalah Istriku jadi kau harus menghormatinya Canglong".


Canglong pun menyembunyikan Tanduk naganya sehingga hanya meninggalkan Rambut putih yang di kucir rendah.


"Tenang saja Master, asalkan Istri Master tidak membuatku jengkel". Ucap Canglong sambil melirik sinis kepada Liena begitupun sebaliknya.


"Sudahlah, mari kita kembali Ke tenda. Hari sudah malam dan waktunya makan malam, aku akan mengatur kamarmu malam ini".


"Baik Master, Tunggu Master . Ambilah semua mutiara Cahaya ini, karena aku mengikuti Master jadi aku sudah membutuhkannya". Jawab Canglong.


"Dengan Senang hati". Ucap Liena Sue.


"Ehh Bukan Kau Nona, tapi Master". Ucap Canglong sambil menghadang Liena Sue.


"Apa kau lupa, aku adalah ISTRI oke I S T R I dari Mastermu jadi itu juga menjadi Hakku ".Jawab Liena Sue sambil melenggang dan mengambil semua mutiara cahaya itu.


"Terserah saja lah". Ucap Canglong merasa kalah.


Mereka bertiga pun segera keluar dari Goa , hari sudah petang namun karena mutiara cahaya yang di bawa Liena Sue jadi mereka mudah mencari jalan kembali.


Setelah berjalan selama sepuluh menit mereka pun sampai di tenda.


"Mark, siapkan tenda kosong untuk bawahan baruku Canglong".


"Baik Yang Mulia, Mari". Ucap Mark sambil mempersilahkan Canglong.

__ADS_1


__ADS_2