
Pangeran Silas terlihat sangat suram, ia baru merasakan kehangatan dari sosok perempuan dan kini harus menghilang karena anak panah dari orang orang berpakaian hitam itu.
" Siapa kalian!! dan apa tujuan kalian!!".
"Hahahah, kau tidak tahu siapa kami. Serahkan Serigala Hitam itu dan kami akan melepaskan kalian". Ucap salah satu Pria berbaju hitam.
"Aku bisa memberimu Serigala, tetapi apa kau bisa mengembalikan Istriku!!!". Bentak Silas yang semakin marah terhadap mereka.
"Ck, terlihat seperti cinta sejati. Dia Sudah mati, dan aku bukan dewa.".
"Kurang ajar, kalau begitu kalian harus mati di tanganku!!". Pangeran Silas pun segera menyerang dengan gesit, tak butuh waktu lama Lima pria berbaju hitam itu berhasil di tumbangkan. Dan kini hanya tersisa dua pria yang tubuhnya lebih besar dari kelima pria itu .
"Kau cukup hebat Ya!! Kalau begitu matilah di tanganku!!". Teriak Pria bertubuh kekar itu yang langsung menyerang Pangeran Silas tanpa ampun.
Pangeran Silas tidak menjawab ucapan Pria itu, dia langsung balas menyerang dengan aura membunuh yang begitu kental. Bahkan Kaisar Dan Leon di buatnya menjadi begitu sesak di dadanya.
Trang.. trang...
Adu pedang terdengar di seluruh hutan, hingga pada Akhirnya dua orang itu mati di tangan Pangeran Silas.
Satu orang yang masih hidup walaupun dia sekarat kini membuka suaranya memberitahukan sesuatu kepada Pangeran Silas.
"Bawa Istrimu ke Rumah Tuan Jun Li di Kota Suwan, tepatnya di dekat akademi Langit Suang. Dia bisa membantunya , ini pakaikan gelang Rengkarnasi ke tangannya. Jangan sampai hilang sebelum kau menemukan Pak Tua Jun Li". . Setelah mengucapkan itu akhirnya pria itu mati dengan senyuman.
"Kenapa kau memberitahuku". Gumam Pangeran Silas.
Dia pun berjalan menuju tubuh Wang Feying yang tengah memucat dan memakaikan gelang itu di tangan pucat Wang Feying. Setelah itu, ia perlahan mengambil panah dari dahi Wang Feying .
"Ayah, aku akan ke kota Suwan untuk menyelamatkan Feying". Ucap Silas
"Tapi, dia sudah mati".
"Ada orang yang bisa membantunya hidup kembali, dan aku harus membantunya ayah. Aku ingin menikahinya". Kata Silas yang tak sadar meneteskan air matanya.
"Kalau begitu pergilah, bawa Giok ini. pecahkan agar kau bisa sampai lebih cepat di kota Suwan".
"Terimakasih Ayah, dan kau harus berhati hati".
__ADS_1
"Yah kau tenang saja, sekarang pergilah sebelum terlambat".
Pangeran Silas pun pergi dengan leon sembari menggendong Wang Feying di punggungnya, ia kemudian memecahkan token yang di berikan Kaisar kepadanya tadi.
Token terpecah, dan mereka pun segera berteleportasi tepat di depan gerbang Kota Suwan yang sudah sepi karena masih malam.
Mereka berjalan perlahan menuju Pos penjagaan untuk melapor kedatangan mereka.
"Tolong bukakan gerbangnya". Ucap Leon.
"Siapa kalian dan apa tujuan kalian?". Tanya penjaga penuh dengan waspada.
"Ini adalah Pangeran kedua Negara Ba, dan yang di gendongnya adalah calon istrinya yang sakit parah, dan saya adalah bawahannya. Kami disini ingin menemui Pak Tua Jun Li, untuk menyembuhkan calon permaisuri". Jelas Leon.
Mendengar nama Pak Tua Jun Li penjaga tersebut segera membukakan gerbang dan mempersilahkan masuk.
"Silahkan Yang Mulia, kediaman Pak Tua Jun Li berada di dekat pusat kota. Berwarna Coklat dengan pagoda kecil di depannya".
"Terimakasih, ini untuk kalian". Ucap Silas sembari memberikan sekantong uang untuk mereka.
"Tidak Perlu Yang Mulia, bawalah untuk menyembuhkan calon istri anda". Tolak tegas dari Penjaga tersebut.
Pangeran Silas yang tidak sabar langsung menggunakan kekuatan Internalnya untuk cepat sampai di Kediaman Pak Tua Jun Li tersebut.
Setelah melangkah beberapa langkah, akhirnya mereka mendarat tepat di depan pintu kediaman yang langsung di sambut waspada dari penjaga pintu kediaman.
"Siapa kalian!!?". Tanya tegas Petugas itu.
"Kami disini ingin menemui Pak Tua Jun Li, Calon istri Master saya mengalami kecelakaan. Dan hanya dia yang bisa membantu kami".
"Kalau begitu ikuti kami, jangan mencoba macam macam". Ucap Penjaga kemudian mengantar mereka ke tempat Pak Tua Jun Li yang ternyata belum beranjak Tidur.
Penjaga mengetuk pintu, memberitahukan kedatangan Silas dan lainnya kepada Pak Tua Jun Li hingga mendapat jawaban dari dalam ruangan.
"Masuklah, dan bawalah kemari". Sahut Pak Tua Jun Li.
Silas dan Mark pun memasuki ruangan tersebut dengan membawa Wang Feying di gendongannya.
__ADS_1
"Letakkan di ranjang, dan ceritakan apa yang terjadi".Ucap Pak Tua Jun Li
Pangeran Silas pun menceritakan detailnya kepada Pak Tua Jun li, ia sebenarnya ragu tentang hal yang sangat tidak masuk akal. Pasalnya Wang Feting sudah meninggal tetapi Pak Tua di depannya bilang ia bisa membantunya.
"Emm begitu, dia sudah meninggal ya. Apa orang itu memberikan gelangnya?". Tanya Pak Tua itu.
"Iya dia memang sudah meninggal dan gelang orang itu sudah kupakai kan di tangannya. Apakah kau bisa membantunya Pak Tua Jun Li?".
"Bisa, tapi... itu berarti menentang Dewa Takdir". Jawab Pak Tua Jun Li.
"Tolong penjelasannya Pak Tua Jun Li".
"Dia bisa hidup kembali, jika kau menemukan seorang gadis yang berumur sama dengannya aku bisa memindahkan kesengsaraannya. Dan jika itu berhasil, dia akan hidup lagi tapi.... Jiwanya pasti sudah tercampur dengan aura jahat, Itu semua bisa membunuhmu jika dia mempunyai dendam denganmu".Jelas Pak Tua Jun Li .
"Apa tidak ada solusi lain ?". Tanya Pangeran Silas.
"Tidak ada, kau lihat gelang di tangannya yang meredup. Ini berarti kemungkinan dia hidup lagi akan sedikit, Dan Jika kau bersikeras menghidupkannya lagi. Kau pasti akan berurusan dengan Dewa Takdir". Jawab Pak Tua Jun Li sambil menghela nafas berat.
Pangeran Silas terdiam sejenak, dia tidak mau dianggap pembunuh jika dia membawanya pulang. Tetapi dia begitu takut jika Wang Feying di hidupkan kembali.
"Yang Mulia Bagaimana?". Tanya Leon.
"Sebentar, aku akan memikirkannya dulu". Jawab Pangeran Silas.
"Ada satu cara lagi, Kau harus masuk ke Akademi Langit Suang dan mengambil bola kehidupan yang berada di dalam. Tapii... kau juga harus berpikir kembali, jika kau mengambilnya berarti kehidupanmu yang akan di gantikan ".
"Pak Tua Jun Li, aku sudah memutuskan. Biarlah dia mati saja, Toh aku tidak mau membahayakan diriku".
"Baiklah, kalau begitu bagaimana dengan jasad ini?".
"Aku akan mengaturnya". Singkat Pangeran Silas dengan mata dinginnya.
"Leon, Kirim mayat ini ke kediaman Jendral Wu. Dan berikan Surat ini kepada Ibu dan yang satu untuk Kaisar. Sebarkan kematian Feying karena Bandit di jalan, Jika aku memanipulasi cerita, Ayah pasti akan turun tangan jadi katakan saja sebenarnya".
"Baik Yang Mulia
Pangeran Silas mengeluarkan dua Token berwarna hijau dan di berikan kepada Leon untuk alat berteleportasi.
__ADS_1
"Ini pecahkan token agar kau cepat sampai di Negara Gu, dan satu token lagi untuk perjalananmu kembali Ke Kota Suwan ini".
"Baik Yang Mulia, aku pamit dulu".