
Para Mentri tampak kecewa dengan keputusan Putra Mahkota mereka hingga salah satu dari mereka memberanikan diri untuk memprotes.
"Tapi Yang Mulia , Anda adalah Calon Kaisar masa depan. Untuk membangun kekuatan sudah semestinya mengambil selir, Apakah Putri Mahkota yang melarang anda mengambil selir, jika begitu alangkah baiknya anda memintanya mengijinkan untuk mengambil selir".
"Benar Yang Mulia,Kami tahu Putri Mahkota adalah Putri Negara Ba. Tapi apa kata Negara lain jika anda tidak mengambil beberapa selir?".
"Lancang!! Semua sudah ku putuskan, Jika Kalian tidak setuju kalian bisa membiarkan pangeran lain yang menikahi putri kalian . Tetapi tidak denganku, Ingat Aku tidak akan mengambil selir apapun yang terjadi!". Ucap Rong Bai.
"Yang Mulia...".
"Cukup!! Putra Mahkota sudah memutuskan dan aku menyetujuinya, Kekuatan Negara Ba lebih besar dari pada Negara Gu bahkan pasukan militer yang di pimpin menantu itu Tiga kali lipat pasukan militer yang kita punya jadi aku tidak meragukan keputusan anakku". Ucap Kaisar.
"Maaf sebelumnya Kaisar, Memangnya Putri Mahkota mempunyai Pasukan Militer?". Tanya Salah satu menteri yang tidak Percaya.
"Istriku adalah Putri Negara Ba yang di beri Jabatan sebagai Jenderal Putri yang terkenal di seluruh Benua Tianzi ini, Apakah masih ada yang meragukannya ?". Kali ini Rong Bai yang Menjawab.
Para menteri terkejut dengan Kenyataan Bahwa Putra Mahkota mereka menikahi seorang Jenderal Putri Yang banyak di kagumi di dalam Ketentaraan bahkan kaum wanita di seluruh Negara.
"Kami Tidak berani Yang Mulia". ucap Para Mentri bersamaan sambil membungkuk.
"Maaf Sebelumnya Yang Mulia, Jika Pangeran Putra Mahkota tidak mengambil selir bisakah Pangeran Shilin mengambil selir?". Tanya Para Menteri dengan hati hati.
"Aku pun sama dengan Kakakku, Hanya menikahi satu Istri saja". Jawab Shilin.
"Tapi Yang Mulia, Bukankah Nona Yin hanyalah anak seorang walikota?".
"Memang benar, aku tidak ingin mencari Selir Karena kalian tahu tidak. Pertama aku tidak ingin memperebutkan kekuasaan, Kedua Ayah Nona Yin memang hanya Seorang walikota. Tapi apakah kalian tahu, Walikota Yu adalah Walikota di Kota Shang, Kota Perbatasan dengan pasukan militer terbanyak dan semua itu sudah cukup untukku". Jelas Shilin membuat Para Menteri terbungkam.
Tidak ada yang berani menjawab kedua Pangeran dengan setatus tertinggi di depan mereka, Begitupun Kaisar yang hanya terdiam dan menerima keputusan kedua Putranya.
setelah membahas Selir, Kaisar segera membahas masalah Politik Negara satu persatu. Mulai dari wabah penyakit dan bencana alam di bahas satu persatu.
Para Menteri satu persatu menyampaikan pendapatnya secara bergantian hingga sampai keputusan Akhir dari Kaisar. Yang terpenting saat ini merayakan Pernikahan Putra Putri Mahkota yang akan diadakan kurang lebih Lima hari dari sekarang.
Setelah Selesai , Rong Bai dan Shilin kembali ke Istana Masing Masing. Rong Bai berjalan lebih cepat karena ini sudah sangat larut dan sudah di pastikan Sang Istri Sudah menunggu lama kedatangan dirinya.
Rong Bai membuka pintu kamar Liena, di sana terlihat Liena Sue tengah tertidur di meja makan dengan hidangan penuh di atas meja.
__ADS_1
Rong Bai menghampiri Liena Sue berniat ingin memindahkan tubuhnya ke Ranjang, Namun Liena Sue terlanjur terbangun dari tidurnya.
" Kau sudah pulang". Ucap Liena dengan Suara serak sembari mengerjap ngerjapkan Matanya.
"Maaf Aku terlalu larut kembalinya, Pasti kau sudah lama menunggu kan. Makanannya sampai dingin". Ucap Rong Bai.
"Benar, ehh udah dingin ya. Aku akan menghangatkannya lagi". Ucap Liena Sue sambil bergegas membawa hidangan ,namun di hentikan oleh Rong Bai.
"Tidak perlu, Masih sedikit hangat ini. Apakah kau sudah makan sayang?".
Liena Sue menggeleng manja sehingga membuat Rong Bai gemas di buatnya.
"Kalau begitu kita makan bersama, setelah itu baru beristirahat". Sambung Rong Bai.
"Baiklah". Ucap Liena bersemangat.
Merekapun makan malam berdua, Sesekali Rong Bai menggoda Liena begitupun sebaliknya.
Setelah selesai makan malam Mereka memilih segera beristirahat karena sudah sangat lelah.
"Selamat malam Suamiku". Ucap Liena sambil memandangi wajah tampan suaminya itu.
.....
Di tempat Yang berbeda, Mungkin di Dunia yang berbeda.....
Tempat yang amat Indah , Dengan bangunan yang sangat berbeda dan Mewah di bandingkan di Dunia Fana. Tempat tempat itu di kelilingi oleh awan warna warni seperti berada di Surga.
Terlihat Sosok Paruh Baya sedang minum teh dan memandangi Langit malam yang temaran. Ia berdiam diri sendiri tanpa ada yang menemani, seperti sedang memikirkan sesuatu.
"Yang Mulia, Maaf Mengganggu. Tapi Dewa Kai telah kembali Yang Mulia". Ucap Bawahan Kepada Dewa Yuwen atau Kaisar Langit Yuwen.
Mendengar nama Kai , Kaisar Yuwen segera tersadar dari lamunannya.
"Biarkan dia masuk". Perintah Kaisar Yuwen.
"Baik Yang Mulia".
__ADS_1
Tak lama kemudian Kai Yuwen pun memasuki tempat di mana Ayahnya sedang menikmati Teh itu, Ia pun ikut duduk di seberang meja dan menuangkan Teh ke cangkirnya sendiri.
"Ayah, Aku sudah menemukan Mereka". Ucap Kai Yuwen.
"Maksudmu? Keponakan dan Dewa Perang?".
"Benar, aku menemukan Rengkarnasi mereka. Dan kini aku sudah membantu mereka mengingat kehidupan di masa lalu .Entah Langit atau Sang Maha Kuasa menakdirkannya atau tidak, Mereka sekarang menjadi sepasang Suami Istri di Dunia Fana". Ucap Kai Yuwen.
"Benarkah, Bagaimana dengan Bibimu?".
"Aku belum menemukannya Ayah,". Jawab Kai Yuwen Lesu.
"Tidak apa apa, Kau sudah berusaha". Ucap Kaisar Yuwen sambil menepuk pelan pundak Sang Anak..
"Maaf Mengganggu Yang Mulia, Tapi Dewa Takdir ingin bertemu anda". Ucap Bawahan pembawa pesan yang tiba tiba muncul .
"Biarkan dia kemari". Sahut Kaisar Yuwen.
Tak lama kemudian Dewa yang di maksud pun segera datang menemui Kaisar Langit.
"Salam Yang Mulia Kaisar, Salam Dewa Kai". Ucap Dewa Takdir.
"Bangunlah, ada apa kau mencariku?". Tanya Kaisar Yuwen.
"Ada yang ingin saya bicarakan dengan Yang Mulia".
"Baiklah katakan saja, Sebelum itu duduklah bersama kami".
"Terimakasih Yang Mulia". Ucap Dewa Takdir yang kemudian duduk bersama Kaisar dan Kai Yuwen.
"Kau bisa memulainya".
"Ini tentang Dewa Perang Bai dan Nona Li Na Yang Mulia".
"Apa kau menemukan Sesuatu? Ceritakan semua yang kau ketahui". Sahut Kaisar Yuwen antusias.
"Sebelumnya saya ingin meminta maaf kepada Yang Mulia, Sebenarnya Dewi Agung sudah mengetahui jika kejadian di masa lalu itu akan terjadi . Jadi Sang Dewi meminta saya sebagai Dewa Takdir untuk membantu mereka berengkarnasi, Dan Untuk Dewi Agung sendiri aku tahu di mana jiwanya sekarang Yang Mulia".
__ADS_1
"Jadi semua ini adikku sudah mengetahuinya, Terimakasih karena kau sudah membantu Keponakan dan Dewa Perang untuk berengkarnasi. Dan bisakah kau memberitahuku di mana Jiwa adikku berada?".
"Tentu Yang Mulia, namun tidak sekarang. Karena Dewa Xiang dan bawahannya kini mulai bergerak". Ucap Dewa Takdir.1