
Setelah melewati masa kritis Liena Akhirnya membuka matanya perlahan, Dilihatnya Rong Bai, kakaknya dan guru Ji tengah duduk mengitarinya.
"Kau sudah Bangun Na'er?". Tanya Bian Sue.
Liena mengangguk dan mencoba bangun dari tidurnya dibantu oleh Rong Bai .
"Kalian tetap disini , aku akan menyelesaikannya". Ucap Liena Sue.
"Tidak tidak, kau masih belum sepenuhnya pulih". Cegah Rong Bai dan Bian Sue bersamaan.
"Tapi hanya aku yang bisa memecah formasi Mayat itu, kumohon hanya sebentar saja".
"Tapi, kau baru saja bangun Na'er". ucap Bian Sue khawatir dan diangguki oleh Rong Bai
"Aku tahu, tapi hanya aku yang bisa ".
"Kenapa hanya kau saja Na'er, biarlah aku saja. Mungkin aku juga bisa". Ucap Rong Bai.
"Tidak, kau tidak mempunyai Darah Dewa Murni dan aku punya". Liena Sue pun langsung bangkit dan mengambil pedangnya untuk mengakhiri semua ini.
"Tapi...".
"Kalian tunggu di sini, aku bilang hanya sebentar ".
"Baik". Ucap mereka akhirnya.
Liena Sue kini ia berjalan dengan mantap dengan membawa pedang mata dua nya, dengan penuh percaya diri dia keluar dari formasi penghalang. Setelah itu ia mendongak ke langit ke arah para kultivator yang tengah mengawasi jalannya pertempuran, Liena melesat dengan cepat hingga tidak ada yang bisa mengukur kecepatannya. Dengan kedua pedangnya ia menebas dengan cepat dan tepat Kultivator Jahat yang tersisa itu sehingga hanya membutuhkan sedikit waktu untuk membunuhnya.
Setelah selesai, ia bergegas kembali menuju ketua kultivator jahat yang sedang mempertahankan Formasi mayat. Dengan cepat ia berada di depan orang itu, Liena menggigit jarinya hingga mengeluarkan darah kemudian mengoleskannya ke pedang dua matanya.
Pedang yang tadinya hanya seperti pedang biasa Tiba tiba menjadi bercahaya, Liena dengan mantap mengayunkan pedangnya kemudian ia arahkan ke arah Formasi Mayat tersebut.
Di bawah para bangsawan yang membantu dan para guru serta tetua yang tengah berperang kini pandangan mereka teralihkan dengan Liena Sue yang membawa pedang dengan cahaya yang menyilaukan.
__ADS_1
Setelah sampai di dekat formasi, Kultivator itu membelalak kaget pasalnya semua orang tidak akan bisa terbang setinggi ini jika ia menggunakan Formasi mayat tetapi tidak dengan gadis di depannya.
Karena Konsentrasinya terkecoh, mayat hidup yang berada di bawah kini kehilangan separuh kekuatannya sehingga banyak yang tiba tiba tumbang .
Liena Sue tidak mau berlama lama, ia langsung menghunuskan pedangnya di tengah tengah Formasi..
Krakkk krakk...
Suara Formasi yang retak membuat Kultivator Jahat yang tersisa begitu panik, ia mengayunkan pedangnya ke arah Liena Sue. Akan tetapi sebelum ia sampai Formasi kembali retak kali ini semakin banyak dan akhirnya pecah berkeping keping bersama Kultivator Jahat yang tersisa itu.
Para Mayat Hidup yang tadinya masih bertarung kini hancur lebur seiring dengan pecahnya formasi.
Sedangkan Liena Sue kini kembali merasakan pusing yang teramat sangat, karena mengeluarkan banyak kekuatan internal ia akhirnya pingsan Di udara .
Rong Bai langsung menangkap tubuh Liena yang pingsan dan terjatuh dari ketinggian.
Senua orang di bawah bersorak gembira saat melihat semuanya sudah selesai, ada yang saling berpelukan ada yang menangis haru. Begitupun Bian Sue dan Ji Hua yang tanpa sadar mereka berpelukan karena saking senangnya.
"Akhirnya semua selesai Ji Hua". Ucap Bian Sue.
Setelah cukup lama mereka menyadari jika mereka berpelukan kemudian melepaskan dengan canggung , jantung mereka berdegup dengan kencang dengan wajah yang juga merona merah .
Ji Hua memalingkan wajah malu malunya, ia tersenyum sendiri tanpa memperhatikan Bian Sue yang pergi menghampiri Rong Bai yang menggendong Liena Sue yang pingsan.
Tetua Pertama dan beberapa orang lainnya juga ikut menghampiri Rong Bai, Begitu Juga Qiu Bin.
"Tuan Muda, lebih baik kau bawa Nona Liena ke tempatku saja. Ayahku Walikota Suwan, dan kita semua bisa menjelaskan kepadanya". Ucap Qiu Bin
"Aku setuju dengan Tuan Muda Qiu, Kau bawa kesana dan kami akan bersamamu". tambah Tetua Pertama.
"Baiklah, bagaimana denganmu kakak ipar?". Tanya Rong Bai.
"Kita ikuti saja Rong Bai". Jawab Bian Sue.
__ADS_1
Mereka pun akhirnya pergi ke kediaman Walikota , Rong Bai membawa Liena ke dalam Kereta kuda Qiu Bin sedangkan Bian Sue memanggil Ji Hua untuk mengikutinya.
Ji Hua tersentak kaget saat Bian Sue menepuk pundaknya, pasalnya tadi dia masih mengalihkan wajahnya yang malu malu dan tidak memperhatikan sekitarnya.
"Kita mau kemana?". Tanya Ji Hua.
"Ikuti mereka". Jawab Bian Sue sambil menarik tangan Ji Hua.
Ji Hua hanya diam tanpa bertanya lagi, tetapi hatinya merasa senang jika berdekatan dengan Bian Sue. Dia tersenyum saat melihat wajah tampan Bian Sue dari samping, begitupun Bian Sue yang menyembunyikan senyumannya dengan pandangan lurus ke depan.
Setelah melakukan perjalanan kurang lebih sepuluh menit mereka akhirnya sampai di rumah besar Walikota Suwan, Qiu Bin membawa mereka ke ruang tamu sedangkan mengantar Liena untuk beristirahat di kamar tamu yang tak jauh dari ruang tamu.
Para tetua dari Akademi Langit Suwan segera duduk di kursi yang telah di sediakan begitu juga para bangsawan kota Suwan yang duduk di seberang para Tetua.
Bian Sue dan Ji Hua duduk diantara tetua akademi , sedangkan Rong Bai memilih menunggu Liena Sue yang belum sadarkan diri.
"Jadi bisakah ada yang menjelaskan apa yang terjadi?". Tanya Walikota
Bian Sue pun berdiri dan menjelaskan awal mula apa yang terjadi, setelah selesai menjelaskan salah satu warga sebagai saksi mata juga menjelaskan apa yang terjadi.
"Jadi semua ini hanya peringatan, Pak Tua Jun Li bagaimana menurutmu?". Tanya Walikota .
"Sepertinya memang seperti itu, dari dulu mereka masih mengincar pusat Hati Kota Suwan. Semenjak aku memilih mengabdikan diri di kota ini, para Kultivator jahat itu tidak ada yang berani kemari. Tapi kali ini mereka lebih kuat dari sebelumnya, dan pastinya itu hanya sebagian kecil . Dan kalian tentunya sudah menyaksikan bahwa Nona Liena Sue dari Negara Ba adalah pewaris Darah Dewa yang Murni, itu juga akan memicu banyak Kultivator jahat". Jelas Pak Tua Jun Li.
"Anda benar Pak Tua Jun Li, kita harus menjaga ketat Nona Liena karena Kota Suwan akan aman jika dia masih hidup". Sambung Tetua Pertama.
Mereka berdiskusi satu sama lain tentang koltivator jahat dan jalan keluarnya, pasalnya Banyak Kultivator jahat ingin menaklukkan kota Suwan karena kota yang berdiri sendiri ini memiliki energi Qi yang melimpah di bandingkan negara negara besar lainnya ditambah orang orang di dalamnya adalah para Kultivator hebat sekalipun itu para petani.
Walikota memutuskan untuk menjaga Liena Sue dua puluh empat jam di manapun dia berada untuk mengantisipasi terjadinya penyerangan dari Kultivator jahat yang pastinya menargetkannya.
Setelah selesai Bian Sue dan Ji Hua menuju Kamar tamu untuk melihat Liena Sue , sedangkan para Tetua dan bangsawan segera berpamitan kembali.
Saat berada dalam perjalanan Ji Hua memberanikan diri bertanya kepada Bian Sue.
__ADS_1
"Bian, apakah kau juga mempunyai darah Dewa Murni?".
"Entahlah, setahuku hanya ada satu yang mempunyainya. walaupun kami mempunyai ayah dan ibu yang sama, tapi sepertinya tidak mungkin aku juga mempunyai darah Dewa Yang Murni itu".