
Tabib sedikit terkejut setelah memeriksa Liena Sue, Nadi yang tak beraturan kadang melemah kadang terlalu cepat. Kemudian Ia kembali mencoba memeriksa lagi untuk memastikannya kembali.
"Yang Mulia, sepertinya Yang Mulia Putri mengalami pemaksaan ingatan yang sudah sangat lama sehingga tubuhnya tidak kuat menerima ingatan ingatan masa lalunya itu". Ucap Tabib.
"Lalu bagaimana solusinya Tabib?". Tanya Yuri dan Bian Sue hampir bersamaan.
"hanya beristirahat dan jika ada yang bisa mentransfer kekuatan internal mereka selama lima belas menit mungkin akan lebih cepat pemulihan Yang mulia". Jawab Tabib.
"Kalau begitu terimakasih tabib, untuk mentransfer kekuatan Internal biarkan aku saja yang melakukannya". Sahut Bian Sue
"Kalau begitu saya pamit dulu Yang Mulia".
Bian Sue pun mengangguk kemudian tabib itupun segera pergi meninggalkan mereka.
"Bantu aku menyangga tubuh Tuan Putri Yuri, Sam". Perintah Bian Sue.
"Baik Yang Mulia". Ucap mereka bersama.
Kemudian Sam dan Yuri membangunkan perlahan Liena Yang masih pingsan dan membuatnya terduduk dengan mereka memeganginya.
Setelah Liena Sue duduk, Bian Sue mengambil posisi untuk mentransfer kekuatan Internalnya. Namun sebelum ia mencoba mentransfer, tiba tiba Kai Yuwen yang entah darimana asalnya menghentikan mereka.
"Tunggu!! Jangan kau lakukan Yang Mulia..". Ucap Kai Yuwen.
"Kai, kenapa kau menghentikanku?". Tanya Bian Sue yang tidak mengerti maksud Kai Yuwen..
"Jika kau mentransferkan kekuatanmu selama 15 menit kau akan melemah . Dan Pihak musuh akan lebih mudah menghancurkan mu dan bawahan mu. Aku akan membantunya , aku mempunyai Pil kusus yang bisa menyegel ingatan itu sementara. Paling tidak , tidak membuatnya sakit kepala dan Pingsan". Jelas Kai Yuwen.
"Kalau begitu cepat berikan,". Ucap Bian Sue dengan dingin , seperti dia mencurigai sesuatu.
Kai Yuwen pun berjalan mendekati Liena Sue yang terbaring di ranjang kayu itu, kemudian memasukkan pil itu kemulutnya dengan sedikit dorongan kekuatan internalnya .
"Kuharap kau mengingatnya dengan benar Li Na" . Batin Kai Yuwen.
Tak lama kemudian , Pil itu mulai bekerja . Liena Sue mulai menggerakkan jari tangannya kemudian membuka mata perlahan.
__ADS_1
Biam Sue yang melihatnya kemudian segera menghampiri sang adik dan melihat keadaannya.
"Kakak, Kai.. Kenapa kau disini?". Tanya Liena Sue dengan suara yang lemah.
"Aku kebetulan lewat saja". Jawab Kai Yuwen sambil memalingkan wajahnya.
"Kebetulan lewat? Kurasa kau mengikuti kami". Sahut Bian Sue ketus.
"Maaf tapi aku hanya mengkhawatirkan kalian, karena di balik Keluarga Cao masih ada lagi yang lebih kuat yang mendukung mereka".Jawab Kai Yuwen dengan tenang.
"Apa kau bisa memberitahu kami sedikit informasi?". Tanya Bian Sue.
"Tentu, karena itu tujuanku". Jawab Kai Yuwen.
"Kalau begitu silahkan duduk terlebih dahulu". Bian Sue mempersilahkan Kai Yuwen duduk di kursi panjang dekat ranjang kemudian memulai perbincangan mereka.
Liena Sue yang masih lemah pun ikut duduk diantara mereka dengan bersandar di pundak sang kakak.
"Kenapa kau ikut disini Na'er? Kau bisa istirahat dulu". Ucap Bian Sue.
"Karena ada tujuan lain .. Aku harus mencari Ruby merah yang berada di perbatasan musuh". Batin Liena Sue.
"Hmmm baiklah, tidurlah di pangkuanku dan kau bisa mendengarkannya Adik". Ucap Bian Sue.
"Baiklah aku bisa memulainya?". Tanya Kai Yuwen.
"Tentu, Sam dan Yuri tolong jaga pintu". Jawab Bian Sue .
"Baiklah, Pertama tentang keluarga Cao. Aku yang mengirim Bukti kepadamu waktu itu. Semua pelanggaran itu bertujuan untuk membuat prajurit menjadi lemah dan kekurangan makanan. Maka jika mereka kekurangan Makanan maka mereka tidak bisa terus menjaga perbatasan. Dan harus kalian tahu, Keluarga Cao bekerja untuk Kaisar Nayuri.. Asal Cao Feng sendiri adalah dari Negara Nayuri, dia di sana menjabat sebagai panglima . Separuh pasukan mu kini di pensiunkan dini dan di ganti oleh bawahan dari Cao Feng. Setiap bulannya akan ada setidaknya minimal lima prajurit yang pensiun dini selama di pegang oleh Cao Feng". Jelas Kai Yuwen Panjang lebar.
"Ck licik sekali, sudah kuduga Kerajaan Nayuri hanya memanfaatkan kebaikan Ayahku. Tak kusangka dia diam diam menanam mata mata di sini. Sepertinya kita harus memberitahu Ayah dan bertanya apa tindakan. Selanjutnya". Ucap Bian Sue
"Tidak perlu , Aku sudah mendengar semuanya". Sahut Kaisar Sue yang tiba tiba datang memasuki Kamp Bian Sue.
"Ayah". Teriak dua bersaudara itu .
__ADS_1
"Putriku, apa kau sudah merasa baik?". Tanya Kaisar kepada Liena Sue
"Jauh lebih baik Ayah". Jawab Liena kemudian bangun dari tidurnya .
"Lebih baik kita habisi diam diam, Mereka mungkin sudah tahu kita akan melawan mereka malam ini dengan sebuah pemberontakan dari separuh prajurit. Karena sudah tahu rencana kita, kita perlu mengubahnya". Ucap Kaisar Bai.
"Aku punya ide". Sahut Liena Sue.
"Katakan? tapi jangan kau mengulangi rencanamu sebelumnya Na'er ". Ucap Bian Sue .
"Tidak, sepertinya menyerang diam diam bukanlah hal buruk. Karena Tim pegasus sudah ada di sini kenapa kita tidak memanfaatkan mereka?". sahut Liena Sue.
"Tolong jelaskan Putriku". Ucap Kaisar Sue.
"Kita bisa mengganti beberapa prajurit yang dekat dengan Cao Feng dan Jenderal Du secara diam diam. Dan kita bisa menggunakan Mayat prajurit itu untuk mengancam Kaisar Nayuri, Kaisar Nayuri sudah pasti akan curiga dengan Cao Feng dan jenderal Du. Jadi kita bisa memanfaatkan mereka Untuk saling melawan". Jelas Liena Sue .
"Boleh, Bisa di coba. Aku akan membantu kalian". Sambung Kai Yuwen.
"Bagaimana kalau kita memindahkan Kamp ketempat sedikit lebih jauh agar tidak terdeteksi dengan mereka?". Tanya Bian Sue.
"Tidak perlu, aku akan memasangkan penghalang agar tidak bisa di lihat oleh musuh Kamp ini". Sagut Kai Yuwen.
"Ide bagus, kalau begitu kita lakukan sekarang. Sementara Kau Putriku, Istirahatlah dahulu. Serahkan semuanya pada Kami".
"Baik Ayah, Kalian Harus berhati hati". Jawab Liena Sue .
Kai Yuwen pun bersiap memasang penghalang bersama Bian Sue, sedangkan Kaisar Sue sendiri tengah mengarahkan rencanannya kepada Pasukan Pegasus.
Setelah selesai memasang penghalang, Bian Sue dan Kai Yuwen memilih menyusul Kaisar dan membuat sebuah kelompok untuk memanipulasi rencana mereka.
Liena Sue kembali ke ranjangnya untuk beristirahat, namun ia takut ingatan yang memasuki mimpi mimpinya sehingga ia tidak berniat menutup matanya. Ia bersikeras dengan terus membuka matanya bahkan ia mencoba membuka mata dengan jarinya ketika mata itu mulai mengantuk.
namun , karena begitu lelah di tahan pun juga tidak bisa dan akhirnya Liena Sue pun tertidur dengan posisi menggigit jarinya.
Yuri yang melihat Tuannya sudah tertidur kini menyelimutinya kemudian ikut beristirahat di kamar belakang tempat tidur Liena Sue.
__ADS_1
Tak membutuhkan waktu lama, Liena Sue pun kembali ke mimpinya. Atau tepatnya Ingatan aneh yang selalu menghantuinya sejak ia makan malam tadi.