Menjadi Pelayan Pangeran Bupati

Menjadi Pelayan Pangeran Bupati
Bantuan Kai Yuwen


__ADS_3

Cao Meilan kini terlihat menghentak hentakkan kakinya karena kesal, pasalnya Semua Pria mendambakan dirinya tetapi kenapa tidak dengan Pria Tampan tadi bahkan pelayannya juga tidak meliriknya sama sekali.


"Nona, Hidangannya sudah siap". Ucap Pelayan yang tadi membuat Hidangan Baru , Namun Cao Meilan larut dalam pikirannya sendiri.


"Nona, Apakah Nona ingin makan lagi?". Tanya Pelayannya Kali ini.


"Huhh, aku sudah tidak lapar". Jawab Cao Meilan.


"Tapi Nona, Hidangan itu sudah di bayar Pria tampan itu". Ucap Pelayannya lagi , mengingat makanannya di pesan oleh Pria tampan tadi Cao Mean kini kembali bersemangat dan memakan hidangannya dengan pelayannya bernama Feifei.


"Nona, kita bermalam dimana malam ini? Sepertinya haru semakin malam saja". Tanya Feifei.


"Tanyakan kepada pelayan Kedai ini, apakah ada Kamar Kosong untuk kita. Toh hanya tempat ini yang terbaik di desa".


"Baik Nona, Tunggu sebentar".


...


Di Dalam Kamar penginapan, Liena Sue segera merebahkan dirinya sedangkan Yuri kini tengah menyiapkan Air hangat yang sudah di sediakan penginapan.


"Yang Mulia, Air hangat sudah siap". Ucap Yuri


"Baik, Terimakasih Yuri".


Yuri pun membantu Liena Sue menanggalkan pakaiannya hingga menyisakan Pakaian tipis kemudian Liena Sue memasuki Bak air hangat yang sudah di berikan Tonik dan kelopak bunga mawar sehingga menambah wangi yang semerbak.


Liena Sue membenamkan dirinya ke dalam air hangat sebentar hingga benar benar rileks, Kemudian ia pun muncul lagi di permukaan dengan wajah lebih segar.


"Ah Rong, bagaimana kabarmu saat ini?". Gumam Liena Sue sambil bersandar di pinggiran Bak.


Saat sedang larut dalam Pikirannya , sebuah anak panah melesat mengenai tembok di dekat Bak mandi Liena Sue.


Di ujung tombak seperti ada sebuah kertas kecil yang di gulung dan di tali dengan rapi.


"Sepertinya sebuah Surat". Gumam Liena Sue.


Liena membuka perlahan kertas tersebut dan membacanya perlahan..


Temui aku di belakang taman penginapan..

__ADS_1


****K****..


"K? inisialnya K ya.. Siapa yang ingin bertemu denganku? Bukankah aku belum bertemu orang lain selain Nona Cao itu". Gumam Liena Sue kemudian menyimpan surat itu dan menyudahi mandinya.


Setelah berganti pakaian dan merapikan Rambut, Liena diam diam pergi melalui Jendela menuju Taman dekat Penginapan karena penasaran Siapa Si K itu.


Liena Sue terlihat celingukan mencari kesana kemari saat ia sudah berada di taman belakang Penginapan.


"Huh dimana orang itu? Jangan jangan hanya orang iseng atau orang salah kirim". Ucap Liena Sue kemudian memutuskan berbalik .


"Kau mencariku Nona?". Terdengar Suara Seorang Pria dari balik pohon cukup besar.


"Siapa kau? Kenapa kau mengajakku bertemu? Apa kita pernah bertemu sebelumnya?". Tanya Liena dengan banyak pertanyaan.


Pria itu tertawa pelan kemudian keluar dari kegelapan hingga memunculkan sosok Pria yang tak begitu Asing di mata Liena Sue.


"Kakak Senior kedua". Ucap Liena Sue.


"Panggil namaku saja, kita di luar Akademi kan".


"Kai Yuwen, Pantas saja inisialnya K.. Apa Maksudmu memanggilku kesini?". Tanya Liena Sue.


"Ini penginapanmu?".


"Benar, Keluarga Kai mempunyai banyak penginapan di dekat perbatasan ini. Bahkan beberapa di kota kota kecil dan di Ibukota".


"Lalu kenapa kau tidak muncul saat pelayanmu di tindas keluarga Cao? apa kau juga takut dengan Keluarga Cao?".


"Aku sengaja tidak keluar karena aku melihatmu dan kakakmu berada di sana, dan aku tidak takut dengan Keluarga Cao itu. Jika kau mau aku akan membantumu menyelesaikan Keluarga Cao itu".


"Kenapa kau membantuku?". Tanya Liena Sue yang masih ragu.


"karena kau seperti Li Na, kuharap kaupun Rengkarnasi dari Li Na". Batin Kai Yuwen.


"Yahh karena aku hanya ingin membantu adik dari temanku, Senior pertama". Jawab Kai Yuwen.


Liena Sue merasa ada sebuah kebohongan dan rahasia yang tidak bisa diungkap Kai Yuwen kini hanya bisa terdiam dan berpura pura percaya dengannya.


Sebenarnya setiap Liena Sue berada di Dekat Kai Yuwen ia sering merasakan Rasa Familiar , namun dia tidak tahu apa maksud perasaannya itu.

__ADS_1


Liena Sue menampik perasaan aneh setiap bertemu Kai Yuwen hingga gerak geriknya menarik perhatian Kai Yuwen.


"Kenapa kau seperti itu Nona?". Tanya Kai Yuwen.


"Ahh tidak, aku hanya teringat sesuatu saja. Kalau begitu bagaimana caranya kau membantuku?". Tanya Liena Sue .


"Pertama, tolong rahasiakan keberadaan ku. Kedua aku akan mengirimkan bukti korupsi dan kejahatan ke kakakmu secara bertahap dan pastinya tidak akan di curigai. Ketiga, orang orangku siap menyebarkan desas desus jika bukti itu sudah tiba di tangan kaisar.


Dan keempat, jika kau dan kakakmu mengalami masalah ambil token ini dan pecahkan maka bala bantuan akan tiba. Kurasa Keluarga Cao juga mempunyai Pasukan Militer tersembunyi maka dari itu Token ini pasti akan berguna". Jelas Kai Yuwen panjang lebar membuat Liena Sue terheran heran.


"Baik aku percaya padamu, Ngomong ngomong rumor kau ini sangat acuh dan dingin serta tidak banyak bicara adalah omong kosong kan?. Nyatanya sekarang kau bicara panjang lebar denganku?". Tanya Liena Sue mengintrogasi.


"Itu.... Itu karena kau mirip seseorang". Jawab Kai Yuwen akhirnya .


"Seseorang? apakah kekasihmu? atau orang terdekatmu?". Tanya Liena Sue sedikit tertarik..


"Dia seorang yang spesial , kami tumbuh bersama.. hanya saja karena peperangan itu dia rela mengorbankan dirinya demi menyelamatkanku. Hufh ... seharusnya aku tidak menceritakan omong kosong ini kepadamu nona".


"Tidak apa apa, kau bisa mencurahkan semuanya. Dan kau bisa memanggilku namaku saja tidak perlu terlalu sopan, toh kau adalah seniorku". Ucap Liena Sue sambil tersenyum.


Kai Yuwen ikut tersenyum saat melihat Liena tersenyum, kemudian tiba tiba muncul bayangan wajah Li Na di wajah Liena Sue. Sontak Kai Yuwen memeluk Liena Sue sambil meneteskan air mata.


"Li Na...". Bisik Kai Yuwen.


"Maaf Kai, aku Bukan Li Na yang kau maksudkan. Tolong lepaskan pelukanmu". Ucap Liena yang hampir kehabisan nafas .


"Maaf, aku tidak bermaksud".


"Lupakan... Karena urusan kita sudah selesai, biarkan aku kembali untuk beristirahat karena besok kami akan berangkat kembali". Sahut Liena Sue.


"Baik, kalau begitu . Selamat Malam, Untuk besok kalian bisa menggunakan kuda di depan penginapan".


"Terimakasih". Jawab Liena Sue kemudian ia pun pergi.


Sedangkan Kau Yuwen kini masih larut dalam pikirannya sendiri, ia merasakan bahwa Liena adalah Li Na yang ia cari namun ia bingung cara membuktikan perkataanya jadi ia memilih mendekatinya secara perlahan.


"Kuharap kau benar benar Li Na , Liena". Gumam Kai Yuwen sambil mengadah langit berbintang.


Karena malam semakin dingin , Kai Yuwen pun beranjak pergi dan kembali ke kamarnya. Tak sengaja ia melihat Liena Sue telah tertidur pulas dari jendela, kemudian ia pun segera berlaku menuju kamarnya yang tepat diatas kamar Liena Sue.

__ADS_1


__ADS_2