Menjadi Pelayan Pangeran Bupati

Menjadi Pelayan Pangeran Bupati
Diterima


__ADS_3

Mereka pun tiba di Ruangan Tetua Pertama dan Senior Tao mengantarnya masuk ke dalam.


"Salam Tetua Pertama, ini calon Murid yang tadi mengikuti Test".


"Biarkan mereka masuk , dan kau boleh kembali ". Jawab tetua pertama.


"Salam Tetua Pertama". Ucap Ketiganya.


"duduklah,".


Mereka pun duduk di kursi yang tengah di sediakan.


"Bian Sue, lama tidak bertemu. Bukankah kau memilih untuk membantu Ayahmu? Lalu kenapa kau kembali ?".


"Tetua Feng , aku di tugaskan ayah untuk mengawasi Adikku ini. Karena pernikahan mereka akan segera di langsungkan, kurang lebih satu tahun lagi".


"Yang Mana Adikmu?".


"Ini Tetua, Namanya Liena Sue. Dan Ini calon ipar namanya Rong Bai". Terang Bian Sue.


"Rong Bai, kelihatannya seperti anak dari Kaisar Bai?".


"Benar Tetua". Singkat Bian Sue.


"Emm yayayya. Kalau begitu aku tidak ingin berlama lama, Untuk Kalian berdua tidak perlu mengikuti seleksi berikutnya".


"Kenapa Tetua, mohon penjelasannya". Ucap Liena Sue dengan sopan.


"Karena bakat kalian, jadi langsung di terima di Akademi dalam. Jadi tidak perlu melakukan seleksi selanjutnya. Tiga hari lagi kalian temui Aku bersama Bian Sue, dan ini Token kalian berdua". Jelas Tetua Feng.


"Terimakasih Tetua". Jawab Liena dan Rong Baj bersamaan.


"Bangunlah, Oh ya untuk tempat tinggal....".


"Biarlah mereka tinggal denganku saja Tetua". Sahut Bian Sue.

__ADS_1


"Baiklah, kalau begitu. Kau jaga baik baik bakat langka ini Bian Sue".


"Baik Tetua".


Liena Sue mengamati token berwarna emas yang belum ada tulisan apapun di atasnya membuatnya bingung.


Tetua pertama yang paham segera mengambil posisi duduk yang nyaman ran mulai menjelaskan.


"Itu Token Akademi dalam, kau bisa meneteskan sedikit darahmu seperti mengikat kontrak dengan Binatang Roh. Nanti akan muncul namamu di atasnya". Jelas tetua Feng.


Liena Sue pun menggigit sedikit ujung jarinya hingga mengeluarkan darah, kemudian di teteskan di atas Token giok berwarna emas itu. Dan akhirnya token itu mulai muncul nama dari Liena Sue, Rong Bai yang melihatnya juga melakukan hal yang sama .


"Kalau begitu, kami pamit dulu Tetua.". Ucap Bian Sue.


"Pergilah".


Mereka bertiga segera pergi setelah memberi salam kepada Tetua Feng .


Tingkat Kultivasi Liena Sue dan Rong Bai memang dianggap cukup tinggi dengan status mereka sebagai seorang murid baru.


Seorang Kultivator Yang mempunyai Bakat Khusus biasanya merupakan Titisan ataupun bahkan Keturunan dari Dewa dan Dewi yang turun ke bumi. Tidak ada yang tahu tentang itu bahkan Para Tetua sekalipun.


Walaupun mereka adalah termasuk Kultivator kuat , tetapi juga sasaran empuk bagi Kultivator jahat. Maka dari itu setiap Kultivator yang mempunyai Bakat Khusus pasti akan langsung di terima di dalam Akademi dalam oleh Tetua Feng.


"Kakak, memang Akademi Dalam itu spesial ya?". Tanya Liena Sue dengan polosnya.


"Kuberitahu, Akademi Langit Suang terbagi menjadi dua. Yang pertama Akademi Luar, yang menerima Murid Kultivator biasa tanpa bakat Khusus seperti mereka yang melakukan seleksi. Yang kedua Akademi Dalam, adalah tempat Kultivator Khusus mengembangkan bakatnya, Lihatlah token yang kau bawa. Itu tanda bahwa hanya Murid Akademi Dalam yang bisa memasuki Ruang Khusus, Jika ada Murid Akademi Luar yang nekat masuk mereka sudah pasti akan lenyap tanpa menyisakan pakaiannya". Jelas Bian Sue panjang lebar yang diangguki oleh Liena Sue.


"Lalu, apa benar, orang yang mempunyai Bakat Kultivasi Khusus merupakan Keturunan atau titisan Dewa Dewi ?". Tanya Liena Lagi .


"Yahh,, semua sudah diuji oleh para Penatua. Jika itu titisan, kekuatan yang mereka miliki tidak terlalu berbahaya dan mereka akan berhenti di Tahap Roh Agung. Itupun tidak semua dari para titisan yang bisa mencapai Tahap itu. Lalu jika mereka merupakan keturunan dari Para Dewa Dewi, sudah di pastikan mereka bakal bisa mencapai Kultivasi di tahap tertinggi yaitu Tahap Roh Nirwana". Jelas Bian Sue kembali


"Berarti, Ayah atau ibu kita adalah Dewa. Benar begitu kak?".


"Entahlah, yah kemungkinan bisa seperti itu. Kau tahu Ayah kita hanya mencapai Tahap Roh Dewa tingkat Puncak, itupun belum lama Ayah bisa mencapainya. Dan untuk mencapainya pun harus menahan 99 serangan guntur Surgawi".

__ADS_1


"Kau benar kakak, Jadi Ayah sudah di pastikan Hanya Titisan. Lalu Ibu? Kenapa aku tidak bisa melihat tingkat Kultivasi Ibu?".


"Untuk Ibu, kau mungkin akan tahu nantinya". Jawab Bian Sue yang berhasil membuat Liena Sue bingung.


Liena Sue mengamati Sang kakak dan ia juga melihat hal yang sama seperti melihat Ibunya, Tingkat Kultivasinya tidak terlihat sama sekali.


"Apa mungkin Kakak dan Ibu mempunyai Tahap Kultivasi lebih tinggi jadi aku tidak bisa melihat Tingkattannya?". Batin Liena Sue.


"Na'er, apa kau tidak apa apa?". Tanya Rong Bai .


"Tidak , aku tidak apa apa. Kalau begitu bagaimana kalau kita jalan jalan di kota, aku ingin pergi berkeliling". Jawab Liena Sue


"Tentu, aku akan mengantar kalian berkeliling". Ucap Bian Sue.


Liena Sue pun menggandeng tangan Rong Bai tanpa melepasnya sekalipun membuat Putra Mahkota Negara Ba itu sedikit heran dengan tingkah sang adik.


Merekapun akhirnya keluar dari tempat Tetua dan kembali melewati tempat seleksi pertama. Banyak pasang mata yang memperhatikan mereka, apa lagi melihat kedekatan Liena Sue dengan Rong Bai. Ada yang antusias dan ada juga yang tidak suka, bahkan terang terangan mencibir .


Di tengah kerumunan Calon Murid ada satu masang mata yang mengawasi mereka dengan tatapan membunuh. Dia mengepalkan dengan erat tangannya saat melihat Liena Dan Rong Bai mengumbar mesra di depan publik.


"Yang Mulia, Itu....".


"Aku tahu, itu Putri Liena Dan kakakku Rong Bai. Sepertinya dia telah menyembunyikan kesembuhannya, Ck.. Licik sekali dia tidak memberitahu Ayah, atau mungkin dia akan merencanakan sesuatu". Ucap Pria itu yang ternyata Pangeran Silas.


"Lalu, apa yang harus kita lakukan Yang Mulia. Pangeran Bupati tidak menggunakan Kursi Roda saat di Akademi ini, dan jika bertemu Kaisar dia akan menggunakan Kursi Roda lagi".


"Kita tunggu Waktu Yang tepat Leon, Jika aku memberi tahu Ayah maka Posisi Putra Mahkota akan tetap jatuh di tangannya. Jadi kita susun dulu Rencanannya, kalau bisa kita bunuh dia saat di Akademi. Jadi aku bisa menjadi Putra Mahkota dengan Liena Sue sebagai Permaisuriku". Ucap Pangeran Silas dengan seringai yang menakutkan.


....


"Ah Rong, apa kau merasakan Aura membunuh yang pekat?". Tanya Liena Sue.


"Yah, aku merasakan. Sudah kita pergi saja secepatnya, agar biasa keluar dan tidak terlibat apapun". Ajak Rong Bai.


"Baik".

__ADS_1


__ADS_2