Menjadi Pelayan Pangeran Bupati

Menjadi Pelayan Pangeran Bupati
Jebakan


__ADS_3

Semakin banyak Anggur yang terjatuh sehingga membuat penari kehilangan fokusnya , kemudian Penari Utama yang tidak melihat anggur anggur itupun akhirnya tersandung rok penari lain dan terjembab kedepan dengan wajah yang mengenai beberapa butir anggur .


Tawa pun pecah , begitu pula Liena Dan Bian Sue yang sudah menahan tawa sedari tadi kini pecah bahkan tidak peduli dengan orang di sekitarnya.


Penari itu pun berlutut di depan Kaisar Sue untuk meminta maaf akan kecerobohannya, walaupun Gadis itu tahu jika semua karena Liena yang melempar anggur dengan sengaja.


"Sudahlah, penampilan kalian tadi cukup menghibur. sekarang pergilah untuk membersihkan diri". Ucap Kaisar Sue yang terkenal karena kebaikan hatinya.


"Terimakasih Yang Mulia".


Gadis itu mengepalkan tangannya saat melihat Liena malah mengejeknya dan tertawa saat melihat dirinya sial, mau tidak mau dia harus membalasnya jika ada kesempatan nantinya.


Gadis itu pergi ke kamar tamu yang telah di sediakan untuknya dan berganti pakaian.


Di dalam kamar, gadis itu terlihat marah dan kesal sehingga melempar barang barang di dalamnya.


"Nona, kumohon tenanglah. Jika kau bersikeras memecahkan barang di istana, maka kita akan berada dalam masalah".


"Semua gara gara Putri sialan itu!! Aku harus melakukan sesuatu untuk membalas perlakuannya padaku tadi". Ucap gadis itu.


"Aku akan membantumu membalaskannya, asal kau membatuku mendapatkannya Nona Feying". terdengar seorang pria di balik kamarnya yang ternyata Pangeran Silas.


"Salam Yang Mulia".


"berdirilah".


"Anda tahu siapa aku?".


"Siapa yang tidak tahu dengan Putri tertua Jendral Wang, tentu saja aku tahu ". Jawab Pangeran Silas.


"Lalu, apa yang hisa ku bantu Pangeran?".


"Kau hanya perlu memancing Putri Liena keluar dari perjamuan, berikan ini di kamar tamu paling ujung. Setelah itu kemarilah ku beritahu kau". Pangeran Silas pun membisikkan rencana selanjutnya dan diangguki oleh Wang Feying.


Sekarang Wang Feying pun segera memerintahkan pelayan untuk rencana membuat Liena Sue keluar dari perjamuan.


Di dalam aula acara...


Liena tengah menikmati camilan yang tengah di sediakan dan menikmati hiburan yang tengah berlangsung.


Dengan tergesa Yuri segera menghampiri Liena Sue dan memberitahukan sesuatu dengan berbisik padanya.

__ADS_1


"Ck, ternyata dia ingin memulai permainan terlebih dahulu. Baiklah, Yuri berikan kertas ini kepada Pangeran Bupati dan Ayah bagaimanapun caranya". Bisik Liena.


"Baik Yang Mulia Putri". Yuri pun segera bergegas menuju Kaisar dan Rong Bai.


Kedua belah pihak telah menerima Surat dari Liena dan perlahan membacanya.


Kaisar terlihat mengernyitkan dahinya kemudian menyuruh bawahannya untuk mengawasi Liena Sue agar tidak terjebak dalam permainan itu.


Sedangkan Rong Bai kini tengah memandangi Liena untuk mencari jawaban, dan Liena Pun merespon Rong Bai dengan Isyarat tangan serta senyum penuh artinya.


Tak lama kemudian Seorang pelayan yang tengah menyajikan sup entah dengan sengaja atau tidak sengaja dia menumpahkan Sup itu ke pakaian Liena.


"Astaga Yang Mulia maafkan pelayan ini yang sangat ceroboh". Ucap Pelayan itu sambil tertunduk dengan seringai yang ia tutupi.


"Sudahlah tidak apa apa, kau berdirilah antarkan aku berganti pakaian. Tidak mungkin untukku kembali ke sitanaku, jadi antarkan ke ruang ganti".


"Baik Putri, mari ". Pelayan Tersebut segera mengantarkan Liena Sue ke tempat ganti atau tepatnya di kamar tamu .


Rong Bai yang melihat Liena Sue sudah beranjak pergi iapun segera mengkode Kaisar Sue dan ikut pergi dari perjamuan.


"Mark, kita ikuti mereka".


"Baik Yang Mulia". Ucap Mark.


"Yang Mulia Putri, baju ganti berada di sebelah kiri. Apakah anda membutuhkan bantuan?". Tanya pelayan itu.


"Tidak perlu , pergilah". Liena Sue pun segera memasuki bilik di sebelah kiri, kemudian Pelayan tersebut segera bergegas keluar .


Di balik pilar besar dekat kamar tamu terlihat Wang Feying yang tengah mengawasi , setelah pelayan keluar dia segera menghentikan pelayan tersebut untuk sekedar bertanya.


"Bagaimana?". Tanya Wang Feying.


"Sudah di dalam Nona". Jawab Pelayan Itu.


"Ini bayaranmu, dan jangan lupa untuk tugasmu selanjutnya. Aku akan mengecek apakah Putri itu sudah pingsan atau belum".


"Baik Nona".


Tanpa mereka sadari, dari dalam Bilik terlihat Liena yang tengah mengamati Wang Feying dan pelayan tersebut. Dia menyeringai kemudian segera keluar melalui jendela .


Di Luar Jendela sudah ada sosok Mark dan Rong Bai yang telah menunggunya.

__ADS_1


"Bagaimana?". Tanya Rong Bai.


"ssttt pelankan suaramu, di dalam ada pakaian ganti yang sudah di beri bubuk afrodisiak. Untung saja di dalam cincin spesial ku masih banyak stok pakaian". Jelas Liena.


"Mark, aku butuh bantuanmu". Sambung Liena.


"Apa itu putri?".


"Bius gadis itu, dan bawa ke atas ranjang. setelah itu biar aku yang menyelesaikannya".


"Baik Nona".


Mark segera menjalankan tugas , mengendap endap memasuki kamar itu sembari membawa kain yang sudah di berikan obat bius.


Tak lama kemudian Wang Feying pun memasuki kamar untuk mencari sosok Liena, dia berjalan menuju bilik sebelah kiri kemudian tanpa ia sadari Mark sudah membiusnya dari belakang.


Brugg..


Tubuhnya terkulai lemas, kemudian di bawanya ke atas ranjang kamar tersebut.


Liena Sue yang sudah mendapat kode pun segera memasuki kembali untuk mengganti pakaian Wang Feying dengan pakaian yang disiapkan untuknya tadi.


Liena Sue pun bergegas kembali ke bilik untuk bersembunyi, karena ia mendengar suara langkah kaki dari luar kamar.


"Putrii... ohh akhirnya kau akan menjadi milikku". Ucap Pangeran Silas saat mekasuki kamar .


"Dia mabuk, bagus. jadi dia tidak akan menyadari siapa gadis itu". Batin Liena.


Pangeran Silas dengan liarnya langsung menerkam gadis di atas ranjang itu dengan ganasnya. Karena terpengaruh oleh alkohol dan Afrodisiak yang berada di baju si gadis , Pangeran Silas kini begitu bergairah begitupun dengan Wang Feying yang sudah terbakar gairah dan tidak menyadari.


Mereka meracau tak karuan membuat Liena Sue menjadi memerah wajahnya, pasalnya ia teringat kejadian dimana ia terkena Afrodisiak dan melakukan hubungan dengan Rong Bai tanpa sadar.


Liena Sue memilih untuk menutup telinganya, menunggu orang orang itu datang ke dalam kamar .


"Ck, lama sekali. Apakah ayah lupa". Gumam Liena Sue.


Setelah mendengar derap kaki cukup banyak, Liena Sue pun pura pura pingsan di dalam Bilik untuk membantu menyempurnakan sandiwara Pangeran Silas.


Sedangkan dua Insan tersebut tidak menyadari dan terus melakukan hubungan dengan suara ******* yang lumayan keras di dengar.


Rong Bai kini tengah bergabung dalam Rombongan yang akan memergoki Pangeran Silas, ia beriringan dengan Sang Ayah Kaisar Bai .

__ADS_1


Kaisar Sue tampak tenang setelah mendengar dari seorang pelayan bahwa ada seorang Gadis tengah melakukan hubungan terlarang dengan Pangeran Negara Gu. Tetapi tidak dengan Kaisar Bai, yang wajahnya sangat murung bahkan sesekali mendesah berat .


__ADS_2