Mentari di balik Awan

Mentari di balik Awan
Masih cinta Lisya


__ADS_3

🍂🍂🍂🍂🍂🍂🍂


Tak ada yang berubah meski malam itu Awan dan Mentari tidur di satu ranjang dengan selimut yang sama. Awan kembali pada kesibukannya sedang Mentari hanya diam dirumah bersama keluarga Bintara. Hingga pada suatu saat ia di minta untuk datang ke kantor oleh sang suami untuk pertama kalinya.


"Ada apa?" tanya Cahaya saat menantunya itu meminta izin untuk pergi.


"Entah, tadi telepon cuma di suruh kesana" jawab Mentari yang ia juga bingung sendiri.


"Ya sudah, Hati-hati di jalan. Mimih akan minta supir untuk mengantarmu kesana. Hubungi Mimih jika Awan berbuat macam-macam" pesan sang ibu mertua yang di jawab anggukan kepala dan senyum kecil oleh Mentari.


Dengan mengendarai mobil mewah, kini Mentari sudah ada di kursi belakang sambil melempar pandangan keluar jendela. Ini adalah pertama kalinya ia mendatangi Awan di kantor, rasa gugup dan takut tentu terasa nyata di benakknya.


"Ini lobby kantor Tuan Muda, apa perlu saya antar ke dalam" tawar sang supir saat sudah sampai.


"Hem, tak perlu pak. Terimakasih banyak biar saya sendiri saja" tolak halus Mentari.


Gadis cantik itu langsung turun dari dalam kendaraan mewah menuju pintu masuk utama si gedung pencakar langit.


Ia yang nampak kebingungan langsung di hampiri salah satu petugas keamanan.


"Maaf, Nona. Cari siapa ya?" tanya pak satpam dengan pakaian safari coklat.


"Saya-- saya mau ketemu suami saya, Awan" jawab Mentari.


"Awan? Awan mana?"


"Hem, Itu--"

__ADS_1


Belum juga Mentari menjelaskan, ia sudah didatangi oleh satu perempuan dewasa dengan pakaian super ketat dan rok mini nya.


"Pak Ilham, ini istrinya pak Bos loh. Direktur kita" ucapnya pada pak satpam yang wajahnya berubah pias.


"Maaf, Nona saya tidak tahu"


"Tak apa, pak" jawab Mentari sangat maklum.


Mentari pun langsung di persilahkan menuju ruangan suaminya di lantai 22 dengan di temani si wanita tadi yang tak lain adalah ssekertaris suaminya. Pakaian yang sangat minim itu membuat Mentari mendadak uring-uringan.


"Kakak diminta suamiku untuk kebawah tadi?" tanya Mentari saat berada di dalam lift.


"Iya, Nona. Pak Awan meminta saya untuk menjemput Nona"


"Oh, kalau begitu Terima kasih banyak" ucap Mentari.


"Ini ruangan pak Awan, silahkan masuk Nona"


"Terimakasih" balas Mentari yang langsung masuk saat pintu sudah di buka kan untuknya.


"Ehem--"


Deheman kecil sontak membuat Awan menoleh, ia buka kacamata yang bertengger di barang hidungnya lalu di letakkan di meja kaca kerjanya.


"Sudah sampai?" tanya Awan sedikit basa basi, ia bangun lalu menghampiri istrinya untuk di peluk.


Mentari yang kaget tentu tak langsung membalas pelukan Awan, ia justru mendiamkannya sampai pria itu mengurai pelukannya sendiri.

__ADS_1


"Kamu yang suruh wanita seksi itu membawaku kemari?" tanya Mentari.


"Iya, dia sekertarisku. Valen namanya, kenapa?"


"Aku risih lihat pakaiannya, tapi kamu justru malah sangat menikmati lekuk tubuhnya itu?" selidik sang istri yang malah membuat Awan tertawa.


"Itu hal biasa di kantor, buat apa kamu ambil pusing. Suamimu ini bukan pria mata keranjang" bela Awan sambil menarik tangan Mentari ke sofa.


"Masa? apa buktinya?"


.


.


.


.


Nih... udah punya istri baik tapi masih cinta sama Lisya, kurang setia apa, Coba???


🍂🍂🍂🍂🍂🍂


Gak usah banyak omong Bang, takutnya tuh mulut di cabein sama emak2.. 😂😂


Ya Allah, laknatullah banget dirimu.


Kan jadi pengen ngadu ke gajah, kalau cucunya akal oey 😭😭😭

__ADS_1


__ADS_2