
🍂🍂🍂🍂🍂🍂🍂🍂
"By!" pekik Mentari saat ia merasakan sensasi berbeda di tubuhnya.
"Kok bangun?"
"Kamu mau apa?" Mentari balik bertanya, ia kaget saat sadar suaminya kini tepat berasa diatasnya dengan wajah saling berhadapan.
"Hem, mau apa ya?" Awan tersenyum kecil dengan rona merah di wajahnya.
Ia pun langsung turun dan duduk disamping Mentari yang akhirnya melakukan hal yang sama juga. Awan meraih tangan gadis itu lalu di usapnya dengan lembut penuh kasih sayang.
"Entah ini sudah yang keberapa aku mengatakan aku mencintamu, ini yang dulu ingin kamu dengar sebelum kecelakaan itu terjadi. Tapi, tak sekalipun kamu balas mengatakannya. Apa cintamu juga hilang?" tanya Awan.
Mentari diam tak langsung menjawab, ia mendekat dan menghambur dalam pelukan pria yang memang selalu menghujani nya dengan kata cinta tersebut.
"Haruskah bertanya?"
"Tentu, aku rindu kata cintamu, Sayang," sahut Awan yang mengeratkan pelukannya.
"Aku punya rasa itu, tapi saat aku ingin mengatakannya justru seperti tertahan," jelas Mentari yang nampak jelas kebingungannya.
Awan tak bisa memaksa, apalagi saat dokter mengatakan jika ingatan Mentari akan pulih sendiri dengan seiringnya waktu jika ia mau.
.
__ADS_1
.
Lusa yang ditunggu tiba, kini saatnya pasangan suami istri pergi ke luar kota untuk berlibur satu minggu, banyak yang sudah di persiapkan termasuk perasaan.
"Apa kita pernah kesana?" tanya Mentari yang mulai penasaran.
"Belum, Sayang"
"Apa kamu terlalu sibuk selama ini? sampai aku tak ingat apapun, By?"
Awan tersenyum getir, rasa bersalahnya kembali muncul mendapat pertanyaan seperti tadi. Karna selama ini bukan ia terlalu sibuk dengan masa lalu hingga lupa membahagiakan masa depannya.
"Maaf, aku yang terlalu bodoh sering mengabaikan
mu. Tapi aku janji, mulai saat ini akan memberikan mu banyak waktu dan cinta," ungkap Awan, ia tentu tak ingin melakukan kesalahan yang sama lagi.
"Kamu menyesal?" pertanyaan Mentari pun langsung di jawab anggukan kepala oleh Awan
"Biarkan aku berjuang mendapatkan hatimu lagi ya, Sayang"
Meski tak paham dengan apa yang di katakan suaminya, Mentari hanya tersenyum. Bohong rasanya jika ia tak penasaran tentang pernikahannya. Luka apa yang di torehkan Awan padahal jelas pria itu sangat baik dan meRatu kan nya selama ini. Tak ada yang bisa menjawab pasti misteri rumah tangganya yang lalu karna semua terlihat baik-baik saja.
Entahl lah, jika sudah begini salahkah Mentari yang selalu menyimpan lukanya sendiri?
Salahkah Mentari yang dulu sabar menjadi bayang-bayang sang Mantan?
__ADS_1
Dan salahkah Mentari yang tetap tersenyum padahal hatinya hancur saat nama wanita lain terus di sebut?
#SalahkeunAuthorNa!
Perjalanan yang cukup memakan waktu itu pun kini sampai di tujuan, keduanya turun dan langsung masuk kedalam bangunan yang terbuat dari kayu.
"By, ini bagus banget"
"Iya, ini Villanya Appa dan Amma jamannya Mimih, Pipih sama uncle remaja. Katanya dulu mereka kalau liburan sekolah sering kesini," jelas Awan sambil menggandeng tangan istrinya.
"Ada danau buatannya juga loh," sambung Awan yang langsung membuat Mentari tertawa kecil.
"Kenapa?" Awan yang bingung bertanya sambil mengernyitkan dahi.
.
.
.
Hem, kok aku mendadak pengen ceburin kamu ya, By??
*********
Dendam kesumat mah gak ilang ya 🤣🤣
__ADS_1
Ada yang inget tempat ini?
Kayanya yang dulu bikin kakak Ay ilang buat cari Bumi deh 😌😌