
🍂🍂🍂🍂🍂🍂🍂🍂
Reza memilih keluar duluan dari ruang kerjanya, ia biarkan semua keturunannya itu melempar candaan satu sama lain, terutama pada Langit yang putranya baru saja mereguk indahnya malam pertama setelah berbulan bulan menunda hanya demi mengutuhkan hati.
"Hayo, abis pada ngapain?" tanya Melisa yang ternyata sudah berdiri di depan pintu depan tangan melipat di dada.
"Ish, bikin dadet aja," jawab Reza sambil menirukan gaya bahasa si Tutut Markentut.
Pria yang masih terlihat tampan itu pun langsung merengkuh bahu Khumairahnya. Berjalan berdua menuju kamar mereka.
"Mau ngapain?" tanya Nyonya besar Rahardian tersebut.
"Ngapaiiiiiiiiiiiiiin aja!" sahut Reza sambil terkekeh
S
K
I
p
#JanganNgintipSuhu.
#AkiAkiCelamitan
__ADS_1
#BelalaiGajahOn
*******
Puas di goda sampai rasanya ingin pindah ke planet lain, Awan pun pamit untuk pulang. Rindunya pada Mentari tak lagi bisa ia bendung apalagi wanita yang telah ia reguk manis cintanya itu sudah meminta agar ia cepat pulang.
Selama perjalanan ke kediaman Biantara, senyum tak lepas di wajah Awan. Bayangan Mentari saat di ujung puncak kenikmatan terus saja berputar di otaknya. Ia lebih cantik dan tentunya seksi dengan kedua dada yang sedikit membusung serta tangan yang mencengkram kuat pundak atau tangannya.
Jangan tanyakan luka yang berbekas, karna Awan pun kaget saat rasa perih ia rasakan ketika mandi.
Sampai di rumah, Awan langsung menuju kamarnya di lantai dua setelah menyapa Mimih dan Maminya yang ada di ruang makan sedang menyiapkan makanan dan cemilan yang entah akan kedatangan siapa.
"Sayang----" panggil Awan saat ia sudah membuka pintu.
Di rasa tak ada jawaban, membuat Awan akhirnya mencari ke kamar mandi serta ruang ganti dan hasilnya, sosok wanita halalnya itu tetap tak ada. Tapi, baru saja ia ingin menelepon sang istri untuk menanyakan keberadaannya tiba-tiba terdengar suara pintu terbuka.
"Aku habis dari kamar Senja, maaf"
Awan mengulurkan tangannya tanpa senyum dan itu membuat Mentari ragu untuk meraihnya. Ekspresi jengkel jelas terlihat di wajah sang suami.
"Ayo!"
Melihat Mentari menggelengkan kepalanya, Awan langsung menghampiri kemudian menggendong istrinya itu dengan posisi seperti memanggul sekarung beras.
"By, turunin gak?!" teriak Mentari.
__ADS_1
"Gak!"
"Turunin, gak?"
"Gak! kamu tanya, ya aku jawab GAK!" sahut Awan yang malah berputar di dalam kamar luasnya tak perduli punggungnya menjadi sasaran pukulan dan cubitan dari Mentari.
Bugh...
Wanita cantik yang sudah pusing kepalanya itu di jatuhkan di tengah ranjang, lalu bagaimana dengan Awan? tentu ia sudah ada diatas tubuh Mentari yang pasrah dan terserah mau di perlakuan apapun, terlebih bibirnya sudah di ***** habis oleh Awan penuh napsu. Tangan nakalnya pun sudah menjelajah kemana saja sesuka hatinya.
"Buka ya?" izin Awan sambil menarik kaos atasan sang istri yang debaran jantungnya berkali-kali lipat.
"Hem..
Bagian atas sudah polos, kini saatnya Awan menambahkan jejak merah di kedua dada yang padat menantang. Puas diatas kini saatnya turun ke bawah. Si Jalu yang meronta sejak tadi kini saatnya di tenggelamkan ke lembah kenikmatan yang sudah basah karna terus di rangsang.
"Aku masukin ya, Sayang"
.
.
.
Tariiiii.... onty datang!!!!
__ADS_1
🍁🍁🍁🍁🍄🍄🍄
Si biang rusuh datang 🤧