
🍂🍂🍂🍂🍂🍂🍂
Mentari yang sebenarnya kurang enak badan karna sedang mendapat tamu bulanan mau tak mau bangun dan membersihkan diri, sebab Awan sudah mengatakan jika ia akan sampai di kediaman Biantara jam 9 pagi ini.
Tak banyak yang di siapkan oleh Mentari, karna untuk mood saja ia masih berjuang untuk menstabilkan nya. Berpisah selama 14 hari memang sedikit membawa dampak buruk bagi keduanya, bukan hanya rindu yang menyiksa tapi tidur yang tak nyenyak seperti biasanya saat bersama.
"Sakit banget sih" keluh Mentari sambil memegang pinggang baguany belakangnya yang terasa sakit dan panas.
Berkali-kali ia menarik napas lalu membuangnya perlahan berharap rasa sakit itu sedikit berkurang tapi hasilnya tetap saja sama.
"Kuat Tari, masa gini aja ngeluh sih. Suami kamu nyebut nama mantan sehari tiga kali kaya minum obat aja santai loh" ucapnya pada diri sendiri sambil menahan air matanya yang jika jujur rasa sakitnya justru ribuan kali lipat.
.
.
Mentari keluar dari kamar, dan ia tak menemukan siapapun di ruang makan karna ini memang sudah lewat dari waktunya sarapan. Cahaya yang tahu jika menantunya itu sedang kurang sehat membiarkan Mentari untuk lebih banyak istirahat.
"Sudah bangun?" suara pelan Nyonya Besar Biantarapun sontak membuat Mentari menoleh.
"Mamih, kagetin aku aja" ucap Mentari sambil memegangi dadanya sendiri.
Diana tertawa kecil, meski jauh dari kata muda tapi wanita itu masih terlihat sangat cantik karna terbukti Adam yang begitu sangat mencintainya.
"Ada kabar dari suamimu?"
"Belum, dia cuma bilang akan sampai jam 9 nanti." jawab Mentari yang masih mengaduk-aduk minuman jahe hangatnya.
Diana lekas menoleh kearah dinding yang terdapat jam yang menggantung disana. Dan kurang dari dua puluh lima menit lagi seharusnya cucunya datang.
"Kamu masih kurang sehat? pergilah ke dokter bersama Awan untuk periksakan dirimu itu" titah Diana, suaranya yang lembut membuat siapapun akan hanyut dalam kedamaian.
__ADS_1
"Tak perlu, Mih. Aku cuma datang bulan seperti biasa. Nanti juga sembuh"
"Jangan di biarkan, semua harus di periksa"
"Hem, baiklah" jawab Mentari sambil mengangguk pasrah.
Diana yang beranjak pergi kini hanya menyisakan Mentari seorang diri, ia yang bosan tanpa teman bicara lagi membuat ia memilih pergi ke halaman belakang, tapi...
Cup.
Betapa terkejutnya gadis cantik itu saat pipinya di kecup lembut oleh seseorang yang bau harumnya sudah bisa di tebak oleh Mentari.
"By... kamu??"
"Aku pulang, Sayang" ucap Awan yang langsung memeluk wanita halalnya.
"Aku merindukanmu, sangat!" bisiknya lagi yang juga semakin mengeratkan pelukan.
"Kamunya ngelamun, mikirin apa sih? jangan buatku cemburu"
Mentari terkekeh kecil apalagi saat wajah pria itu semakin dalam masuk ke ceruk lehernya membuat sensasi geli luar biasa.
"Belum jam 9, ini masih kurang 5 menit loh"
"Aku tak sabar ingin cepat bertemu denganmu, Sayang" jawab Awan yang mengurai pelukan lalu menangkup wajah Mentari dengan dua tangannya.
"Benarkah, mana oleh oleh untukku?" todong Mentari.
Awan yang tersenyum lebar langsung memberikan beberapa Paper bag yang memang sudah ia bawa.
"Ini untukmu, tapi aku tak tahu kamu suka atau tidak apalagi itu--" ucap Awan menggantung perkataannya.
__ADS_1
"Itu apa?" tanya Mentari penasaran.
"Itu Lisya yang milih buat kamu"
Deg..
Istri manapun akan terluka jika tahu hal itu, begitu pun dengan Mentari yang masih berdiri di posisinya.
"Dasar suami GAMON !" teriak gadis itu sambil memukuli Awan dengan paper bag yang di bawa Awan hingga isinya berjatuhan dan berserak di lantai.
"Ampun, Sayang" jerit Awan saat sang istri seolah hilang kesadaran menganiayanya.
"Gak pake ampun! makan tuh mantan!"
"Gak gitu, Yang. Aku jelasin tapi udah dulu mukul nya" mohon Awan karna tangan dan lehernya mulai terasa perih terkena kuku Mentari.
"Mau udahan? Ok, aku pergi!" cetus Mentari.
"Eh, mau kemana? aku baru dateng kenapa kamu pergi?" tanya Awan panik.
.
.
.
Aku mau kerumah sakit.
Aku mau jual hatiku yang harganya mahal ini.
Aku udah baik banget loh kasih gratisan buat kamu, tapi kenapa di sakitin mulu sih?
__ADS_1
Kalau terus terusan begini, kan bisa anjlok harganya!