
🍂🍂🍂🍂🍂🍂
"Tariiiii.... Onty datang," teriak Hujan tiba-tiba bersama pasukannya, dan..
Cek lek
"Ups, Omegot!" Ara yang membuka pintu langsung menutup mulutnya tapi tidak dengan matanya.
Asmara kasih, tentu tak mau melewatkan apa yang kini ada di depannya. Mentari yang duduk dengan hanya memakai selimut sedangkan Awan ternyata tersungkur di lantai akibat dorongan hebat dari istrinya.
"Kalian lagi ngapalin?" tanya Ara saat jiwa penasarannya meronta.
"Ish, pake di tanya. Ayo keluar," ajak Hujan.
Tapi, biang rusuh lainnya justru datang, siapa lagi jika bukan Cahaya dan Ameera yang ikut terkejut melihat Awan dan Mentari saling berebut selimut untuk menutupi tubuh polos mereka di hadapan para @PawangRahardian.
"Kalian--?" tunjuk Cahaya.
Hujan yang masih sedikit waras langsung menarik adik ipar dan Onty pirang nya keluar tapi tidak dengan Ara yang masih cekikikan bahkan heboh sendiri dalam kamar sepupu suaminya tersebut.
.
.
.
Cek lek..
"Terdakwa datang," kekeh Biru saat masuk kedalam kamar Nyonya besar Biantara.
"Kami ganggu ya, maaf." Hujan langsung mengawali basa basi agar Mentari nyaman.
__ADS_1
"Enggak, kok. Aku--"
"Belum mulai kan?" timpal Ara yang tak pernah bisa mengerem ucapannya.
"Araaaaa...!" Khayangan hanya bisa menggeleng kan kepalanya melihat tingkah sang menantu yang tak berubah.
"Hadir, Ummi. Ummi diem aja ya. Nih tasbih nya awas jatuh," jawab Ara sambil cekikikan.
Khayangan tak bisa marah padanya karna rasa sayangnya tak hanya sebatas menantu tapi juga sebagai putri bungsu.
Mentari yang bingung di peluk dari samping oleh Biru, wanita itu memang penyayang pada siapapun termasuk pada istri-istri sepupu suaminya.
"Ada apa?" Mentari yang bingung mengedarkan pandangan pada semua orang yang ada di dalam kamar ibu mertuanya.
"Kamu sudah ingat tentang Awan?" tanya Cahaya.
"Belum, Mih. Tapi---"
"Entah, hanya bayangan saja. Aku tak boleh memaksa untuk ingat semua kejadian tentang kami. Jadi kubiarkan saja," jawab Mentari.
Cahaya bangun dari duduknya di sofa dekat dengan Hujan, sang kakak ipar. Ia lalu berjalan menghampiri Mentari yang ada di tengah Ranjang bersama Biru dan Ola.
"Apa gak apa-apa, kamu menyerahkan semuanya di saat ingatan kamu belum pulih?" tanya Cahaya. Ia tentu khawatir jika Mentari akan menyesal karna ia tahu bagaimana rumah tangga putranya tersebut.
"Tak apa, Mih. tak ada alasan untukku menolaknya," jawab Mentari yakin.
"Lagian juga enak ya?" kekeh Biru yang baru buka suara.
"Ajarin, Bi. Kalo kurang gaya nih mumpung ada suhunya," timpal Hujan pada Biru menantunya yang kemudian melirik kearah Ameera.
"Duh, saking banyaknya gaya Grand mommy juga sampe lupa!" Kata Ameera yang membuat semuanya tertawa lalu saling melemparkan candaan juga ledekan.
__ADS_1
Mentari yang menjadi sasaran empuk sampai tak kuasa menahan rasa malunya saat Ara dan Biru begitu antusias bertukar cerita.
Sedangkan Hujan langsung memeluk Khayangan saat mendengar gelak tawa para menantu mereka.
"Si Jalu nya serem, kalo ibarat kendaraan udah kaya gak ada remnya, bablas terus gak pake liat kanan kiri," ucap Mentari yang membuat Cahaya menepuk keningnya sendiri.
"Ya ampun! cuma Abang yang lembut kayanya," ujar Cahaya.
Cieeeeeeeeeee....
Ledek semuanya pada si bungsu Rahardian tersebut, tak perlu Cahaya cerita pun semua orang tahu bagaimana Langit memperlakukan Cahaya sejak bayi. Jadi, tak mungkin rasanya pria itu bersikap kasar termasuk dalam urusan ranjang.
"Serem tapi sedep ya?" goda Ara yang lagi dan lagi mengundang gelak tawa.
"Hem, iya sih. Tapi ada keselnya juga," ujar Mentari yang membuat telinga semua wanita di dekatnya itu terbuka lebar.
"Kenapa?" tanya semua berbarengan.
.
.
.
Lagi enak tidur, taunya dia udah ada di atas!!!
\*\*\*\*\*\*\*\*\*\*\*\*\*\*
Obrolan unfaedah, mohon jangan di tiru 🤣🤣
Hanya bisa di lakukan oleh lidah lidah profesional 🤭
__ADS_1