Mentari di balik Awan

Mentari di balik Awan
Pintu Doraemon.


__ADS_3

🍂🍂🍂🍂🍂🍂🍂🍂


"Aku pergi ya, jaga diri kamu selama aku gak ada" pesan Awan saat di depan pintu mobil yang akan membawanya ke bandara.


"Kamu juga, kabari aku jika sudah sampai"


"Tentu, rindukan aku ya"


Mentari hanya mengangguk, tanpa di minta rasa itu akan terus terselip di hatinya. Jangankan jauh karna saat bersama pun ia selalu rindu akan sosok Awan karna Mentari hanya memiliki raganya bukan cinta pria tersebut.


Awan menatap sang istri dengan perasaan berat, karna ini baru pertama kalinya mereka berpisah dalam jangka waktu yang lama setelah kepergian Awan yang hanya ke luar kota dalam waktu beberapa hari saja.


"Jangan kecewakan aku, tunggu aku pulang"


Awan kembali memeluk Mentari, tubuh gadis itu seolah kini candu baginya yang tak bisa jauh kecuali saat ke kantor karna tentu itu adalah kewajiban untuknya sebagai seorang suami.


"Aku, rindu"


.


.


.

__ADS_1


17 jam berlalu, akhirnya Mentari mendapat kabar dari suaminya di jam 3 pagi keesokan harinya sesuai dugaannya.


*Hubby.


[ Sayang, maaf aku mengganggumu. Aku sudah sampai di negara J. Istirahat lah, tak perlu membalas pesanku ]


Gadis cantik ber piyama hijau muda itu langsung tersenyum lebar sambil menghapus cairan bening di ujung matanya. Awalnya Mentari tak menyangka jika Awan akan menepati janjinya untuk memberi kabar karna ia ingat betul bagaimana ia di abaikan saat kepergian sang suami ke luar kota tepat setelah di hari pernikahannya.


"Ku mohon, katakan kamu mencintaiku, By"


Mentari menggenggam erat si benda pipih di depan dadanya sebelum ia membalas pesan Awan.


[ Syukurlah, aku menunggu pesanmu.]


*Hubby


Mentari mengangguk kan kepala seraya menghapus air matanya yang sudah basah dan pipinya. Ia letakkan ponselnya di atas nakas lalu kembali menyembunyikan tubuhnya yang terasa begitu dingin di balik selimut tebal.


"Pengen peluk, tapi gak bisa" gumamnya yang sudah memejamkan mata.


Lain Mentari lain juga dengan Awan yang baru saja tiba di Bandara dan harus menempuu perjalan lagi menuju hotel tempat ia akan tinggal selama dua minggu nanti.


Awan kurang menikmati perjalanannya karna ini bukan yang pertama baginya. Ia pernah beberapa kali ke negara J bersama keluarga Biantara maupun Rahardian untuk berlibur.

__ADS_1


Ia yang sampai di kamar hotelnya sebelum tengah malam langsung membersihkan diri dan meminum susu hangat yang sudah lebih dulu di pesan. Sambil menunggu rasa kantuk, Awan kembali mengecek ponselnya yang ternyata tak ada lagi pesan dari istrinya.


"Kenapa merindukanmu semenyiksa ini sih!" gumam Awan sambil tertawa kecil.


Mentari tak pernah tahu jika Awan diam-diam sering memotretnya jika sedang berdua karna bagi pria itu semua tingkah sang istri sangat sangat menggemaskan dan wajib di abadikan.


Dan benar saja, saat seperti ini semua foto Mentari sungguh sangat di butuh kan.


Awan yang sudah menguap berkali-kali akhirnya memilih untuk beristirahat di ranjang besar hotel yang menggoda tubuhnya yang teramat lelah. Pagi nanti pekerjaan sudah menunggunya di salah satu perusahaan ternama di negara tersebut.


"Huft..." hembusan napas kasar di buang begitu saja oleh Awan yang matanya menatap langit langit kamar.


.


.


.


***Berasa banget kangennya. Pipih bisa beliin gue pintu Doraemon gak ya? buat kalo malem nyamperin Mentari...


🍁🍁🍁🍁🍁🍁


Hampura ah..

__ADS_1


Upnya sekarang kemaleman terus 🙏😌***


__ADS_2