Mentari di balik Awan

Mentari di balik Awan
Kamu siapa?


__ADS_3

🍂🍂🍂🍂🍂🍂🍂🍂


"Pengidap amnesia ini akan mengalami hilangnya ingatan mengenai suatu peristiwa secara acak. Amnesia jenis ini tidak akan merusak ingatan di masa lalu atau yang baru saja terjadi. Amnesia jenis ini terjadi karena seseorang mengalami kerusakan pada bagian otak yang terjadi pada limbik." jelas dokter saat Awan merasa aneh dengan tingkah istrinya.


Hampir 4 minggu berlalu, Mentari kini sudah membuka kedua matanya dengan sempurna. Tapi, gadis cantik yang terlihat kurus itu hanya mengenal orangtuanya tapi tidak suaminya.


"Lalu saya harus apa, Dok?" tanya Awan semakin frustasi. Ia yang sudah sangat bahagia dengan


sadarnya sang istri harus di jatuhkan lagi saat menerima kenyataan jika ia salah satu yang di lupakan.


"Rangsang terus ingatannya dengan kenangan manis kalian"


Deg...


Kenangan manis apa yang harus di ceritakan Awan, sedangkan selama ini hanya air mata yang di berikan pria itu secara nyata dan terang-terangan.


Lagi, air mata yang sudah jarang sekali keluar itu pecah kembali di hadapan dokter yang menangani Mentari, rasa sesal semakin sempurna saat ia harus berjuang membuat wanita halalnya itu ingat padanya.


.


.


Ceklek..


Tatapan datar Mentari benar-benar menyayat hati Awan, dulu binar mata penuh cinta itu sering ia abaikan tapi kini justru sangat di rindukan.

__ADS_1


"Apa kata dokter, Nak?" tanya Bapak yang tak kalah khawatirnya melihat putrinya tersebut.


"Mentari mengalami Amnesia, tapi ia tak sepenuhnya lupa ingatan, hanya sebagian dan itupun secara acak yang artinya ada hal yang ia ingat dan ia lupa" jelas Awan lirih, matanya tak lepas dari sosok sang istri yang terlihat acuh padanya.


"Mentari ingat kami, tapi lupa justru lupa denganmu?" timpal Ibu yang menangis, entah ia harus senang atau sedih saat ini.


Awan hanya mengangguk, ia dekati Mentari yang belum banyak bicara sejak sadar dan dokter pun memang berpesan untuk tidak banyak bertanya padanya.


"Aku mencintaimu, Sayang" bisik Awan sampat air matanya jatuh tepat di pipi Mentari.


"Kamu siapa?" tanyanya lagi yang sudah berulang kali seolah tak percaya saat Awan mengenalkan dirinya sebagai suami.


"Cukup tahu aku sebagai orang yang sangat mencintaimu ya."


Tak ada jawaban dari Mentari, ia malah menoleh kearah Ibunya yang menganggukan kepala.


"Kapan aku menikah? dan kenapa aku menikah?"


"beberapa bulan lalu karna kita saling mencintai" jawab Awan dengan percaya dirinya.


Mentari mengernyit kan dahi. Ada keraguan yang jelas terlihat di kedua matanya saat mata pasangan suami istri itu saling bertemu.


Ceklek...


Suara pintu terbuka mengalihkan semua perhatian orang yang sudah ada di dalam. Reza, Melisa dan Hujan datang bersama.

__ADS_1


"Apa kabar, Sayang. Amma senang kamu sudah sadar" ucap Melisa yang menciumi wajah cucu mantunya itu.


"Amma, aku ingat Amma" jawab Mentari.


"Syukurlah, Kamu ingat dengan Appa?" tanya Melisa yang sudah tahu apa yang terjadi pada Mentari.


"Aku tak ingat"


"Lalu ini? kamu kenal pada Onty Hujan, kan?"


"Ya, aku ingat. Onty Hujan baik sekali padaku, Tapi---?"


"Tapi apa?" tanya semua orang berbarengan.


.


.


.


Kak Sam, mana..?


Mampoooooos!!! 🤣🤣🤣🤣


Tutut markentut itu emang gk bisa di lupain 😂

__ADS_1


Fix, titisan Gajah yang Sempurna..


Siap2 gelud ama si Awan 😉


__ADS_2