Mentari di balik Awan

Mentari di balik Awan
Hello....?


__ADS_3

🍂🍂🍂🍂🍂🍂🍂


"Siapa Lesty?" tanya Awan bingung.


"Ish, ituloh yang dibanting, dicekik sampe dilempar suaminya," jelas Mentari dengan antusias.


"Masa? aku gak gitu loh, Sayang. Paling dibuka dijilat terus dicelupin," kekeh Awan yang justru menggoda.


Mentari yang masih ada dalam gendongan suaminya malah kesal karna cerita yang ia sampaikan justru di alihkan ke hal yang berbau mesum.


Wanita cantik putri tunggal dari seorang mantan gubernur itupun dibaringkan dengan perlahan oleh Awan karna tak ingin diprotes hingga berujung gagalnya si Jalu ngusruk ke dalam lembah kenikmatan.


Mereka yang baru merasakan nikmatnya penyatuan tubuh tentu tak pernah mau melewatkan kesempatan yang ada, jika bisa dan ada waktu tentu keduanya akan melakukan hal menyenangkan tersebut hingga mendapat kepuasan di ujung pelepasan.


Meski tak sampai sobek, tapi tetap saja baju tipis itu di buka dengan sekali tarikan. Ada sensasi berbeda yang di rasakan saat sudah dipenuhi napsu birahi yang bergejolak.


Kali ini Awan hanya sebentar menjelajahi dua gunung milik istrinya, ia yang tak lagi kuat menahan hasrat langsung menyerang dengan permainan inti. Dihentakkannya si Jalu sedalam dalamnya sampai wanita yang terlihat pasrah itu mendesis dan mende sah.


Jangan tanyakan bagaimana perasaan pria yang kini masih sibuk menggali kenikmatan tersebut, karna untuk lebih menggairahkan ia harus melakukan banyak hal termasuk membuat beberapa mahakarya di bagian dada pujaan hatinya.


"Enak, kan?" bisik Awan.


Mentari yang tak diberi ampun hanya mengangguk dengan mata terpejam, ia biarkan bibir suaminya itu menyentuh tubuhnya dengan sesuka hati.

__ADS_1


.


.


.


Meski kadang masih terasa nyeri di area inti, Mentari harus tetap bangun dan membersihkan diri. Berbeda dengan suaminya yang langsung terbuai mimpi setelah sedikit bercumbu kembali.


Di usapnya wajah tampan Awan yang mendengkur halus pertanda jika pria gagah itu benar-benar sudah terlelap.


"Ada beberapa momen yang mulai sedikit aku ingat, tapi aku justru akan memilih untuk melupakannya. Aku bahagia sekarang, karna sudah merasa menjadi satu-satunya dalam hati dan hidupmu. Jangan lagi mencoba menggenggam dua wanita dalam tanganmu ya, By" Mentari berucap pelan dan berharap Awan tak mendengarnya.


Hingga hari terus berganti, hanya kebahagiaan yang mereka rasakan. Suka, duka, tawa hingga air mata keduanya lalui bersama tanpa berniat untuk melepaskan genggaman satu sama lain. Semua keluarga pun di buat senang dengan pasangan tersebut, terutama Bintara dan Rahardian yang tahu betul bagaimana awal pernikahan Awan dan Mentari yang di bayangi sosok masa lalu.


#Kampret!!


Dan, di siang hari ini, Mentari yang sudah sangat cantik dengan dress berwarna Coksu menyempatkan diri mampir sebentar ke kantor suaminya. Tak ada satu pesan yang di kirim wanita itu yang artinya ia akan memberi kejutan pada Awan.


Mulai dari Lobby, lift hingga lantai ruangan suaminya, Mentari tak henti mengulas senyum karna yang ia tahu sandaran hatinya itu akan senang jika ia datang apalagi ini dengan inisiatifnya sendiri.


Ceklek


Awan yang fokus pada layar laptopnya langsung menoleh kearah pintu yang terbuka, ia yang berniat marah langsung tertawa kecil karna justru istrinya lah yang datang.

__ADS_1


"Sayang---"


Mentari berlari kecil kearah sang suami dan langsung duduk di atas pangkuannya juga.


"Gak bilang mau kesini? ada apa?" tanya Awan setelah keduanya berciuman sekilas.


"Gak ada apa-apa, cuma mau kasih sesuatu buat kamu, By"


Awan yang bingung dan penasaran langsung membuka sebuah kotak berwarna putih yang di sodorkan istrinya. Dengan perasaan yang sulit ia gambarkan Awan membaca kalimat tersebut dengan mata yang mulai berkaca-kaca.


.


.


.


Hello, Daddy...



Gak pake drama gubrak ya, Bang. Kaya di sebelah 🤣🤣🤣


Si Jalu sama Pistol Aer akhirnya membuahkan hasil.. tinggal gue yang lier cari nama lagi 😭😭..

__ADS_1


Gajaaaaaah Totong


__ADS_2