
🍂🍂🍂🍂🍂🍂🍂
"Kenapa liatinnya gitu?" tanya Sam saat sadar sedang sangat di perhatikan oleh Mentari.
"Gak apa-apa, baru sadar Kak Sam ganteng banget" jawab Mentari dengan polosnya.
"Wih, jelas dong! Kan tututnya Jajah" kekeh Samudera dengan bangganya.
Ia senang karna ada satu lagi fans garis keras selain Ara.
"Tapi gantengan suamiku" timpal Mentari.
"Haruslah, suami harus jadi prioritas, Ok" pesan Sam yang di balas anggukkan kepala oleh istri sepupunya itu.
Selama perjalanan ke rumah utama keduanya terus mengobrol tentang banyak hal kecuali alasan kenapa gadis itu sampai menangis di lift. Samudera tentu tak ingin bertanya jika bukan Mentari sendiri yang bercerita padanya.
Hingga sampai di bangunan megah itu, mereka turun dari mobil secara bersamaan.
Sam yang di sambut Embun tentu langsung menggendong gadis kecil itu setelah di ciumi kedua pipi gembilnya.
"Hallo onty" sapa Embun dengan ramah.
"Hallo juga cantik, Mhiu mu ada?"
"Ada, yuk Buy antar ya" ajak Sang Ratu Rahardian yang kemudian di turunkan oleh Sam dari gendongannya.
__ADS_1
Pria itu memilih masuk kedalam kamar sang Tuan besar Rahardian yang sepertinya sedang beristirahat. Tapi bukan Tutut namanya jika ia tak mengganggu yang kemudian masuk kedalam pelukan sang Gajah.
"Kok gak kantor?" tanya Reza sambil mengusap kepala cucu kesayangannya.
"Tadi abis ketemu Mentari di kantor Awan. Dede ajak sini" jawab Samudera. Ia akan sangat menggemaskan jika sudah berada dalam pelukan Appanya tak perduli kini berapa umurnya dan berapa buntutnya.
"Awan belum bisa melepas Lisya" lirih Reza setelah membuang napas pelan.
Semua tahu bagaimana hubungan sang putra mahkota Biantara itu dengan kekasihnya selama ini. Memang sulit rasanya membuat Awan untuk tak lagi memikirkan wanita itu meski kini sudah Mentari di sisiNya.
"Tapi mereka sepakat untuk berpisah, kan?" tanya Sam memastikan apa yang ia tahu.
"Iya, Lisya kini menjadi simpanan Tuan Liam. Tapi Appa rasa Awan belum tahu hal itu." jelas Reza dari yang ia tahu.
"Lisya benar-benar tak ingin bersama Awan ya Appa"
"Kasihan Mentari" lirih Sam lagi.
"Dia gadis kuat, Appa percaya jika sifat keras kepala Mentari akan membuat Awan jatuh cinta padanya. Awan hanya butuh waktu untuk menerima isterinya saja"
.
.
.
__ADS_1
Lain di kamar sang Gajah lain juga di ruang tengah yang ternyata sedang ada yang berkumpul. Ada Melisa , Biru, Hujan dan Mentari disana.
"Sesekali menginap lah disini" ucap Melisa pada cucu mantunya yang sejak tadi tak henti menebar senyum.
"Nanti biar ku bicarakan dulu pada suamiku"
"Iya, Awan jarang sekali menginap jika bukan ada acara keluarga penting"
"Mungkin dia sibuk, Mah" timpal Hujan.
"Sibuk mikirin mantannya" balas Mentari yang tanpa sadar mengucapkan hal tersebut sampai ketiga wanita di dekatnya menatap kaget Mentari.
"Anak itu!!!" cetus Melisa sambil memijit pelipisnya sendiri.
Mentari yang sadar salah bicara langsung meminta maaf karna tak bermaksud membuat Amma nya itu kesal dengan kelakuan cucu laki-laki bungsunya tersebut.
"Jangan terlalu di pikirkan, tugasmu hanya sabar" ucap Biru, ia tak berani banyak bicara soal hal ini.
.
.
.
***AKU AKAN TETAP MENCINTAI NYA
__ADS_1
sampai batas waktu yang telah di tentukan dan bila batas waktu itu telah selesai aku akan tetap pada 4 kalimat pertama tadi***.