Mentari di balik Awan

Mentari di balik Awan
Hingga Akhir..


__ADS_3

🍂🍂🍂🍂🍂🍂


" Aku maafkan selagi aku punya batas rasa sabar, karena akan lain lagi ceritanya jika suatu hari nanti aku akan menjadi sosok rindu yang paling menyakitkan sepanjang hidupmu, sekalipun aku tepat di depan matamu, aku tak akan mau kembali jadi milikmu untuk yang kedua kalinya." tegas Mentari yang membalas pelukan suaminya.


Se menyakitkan apapun yang terlontar dari mulut Awan, Mentari akan selalu memberi senyum terbaik nya. Ia ingin terus bersinar untuk pria yang hatinya belum sepenuhnya bisa ia miliki.


"Jangan bicara seperti itu, apapun salahku jangan pernah pergi"


"Kamu melarangku pergi dari sisimu, tapi kamu juga tak pernah izinkan aku masuk kedalam hatimu, kenapa?" tanya Mentari yang mengurai pelukan namun mengalungkan tangannya di leher pria tersebut.


"Masuklah, dan diam disana tanpa batas akhir" ucap Awan pelan namun serius, dan setelahnya ia mencium kening Mentari dengan lembut.


"Jangan permainan hatiku, aku terlalu mencintaimu" balas Mentari yang nampak ragu dengan penawaran yang di berikan suaminya tersebut.


"Dasar gadis bucin, peluk aku. Aku masih kangen" Awan kembali menarik tubuh mungil Mentari agar masuk kedalam pelukannya lagi.


Entah apa yang di rasakan Mentari, rasa sakitnya selalu kalah dengan cinta yang ia miliki. Jika orang lain berkata cinta itu buta mungkin ia sedang merasakannya saat ini.

__ADS_1


.


.


.


Sore hari mereka terbangun dari tidur siang yang terasa begitu panjang. Pertengkaran selalu berakhir dengan maaf dan senyum tanpa perjanjian jika semua itu tak akan terulang lagi.


"Sudah bangun?" tanya Awan saat ia membuka mata. Tak pernah terbersit dalam hidupnya jika hal paling manis itu justru terjadi bukan bersama cinta pertamanya.


"Hem, sejak tadi. Aku ingin puas melihatmu selagi bisa, By" ujarnya tanpa senyum malah seolah datar tanpa ekspresi.


Ya, se menjengkelkan apapun pria itu, Awan memang selalu pulang tanpa menemui wanita lain di luaran sana. Fokusnya hanya pada pekerjaan dan pasangan yang belum sepenuhnya ia Ratu kan.


Dan Mentari tahu hal itu, jadi jangan salahkan ia jika selama ini masih bertahan di rumah suaminya selagi tak melihat dengan mata kepala sendiri pria yang di cintainya itu bersentuhan dengan wanita lain. Ia kuat, hatinya teguh pada satu keyakinan jika ia akan bahagia meski harus melewati banyak luka dalam menerima uluran tangan suaminya kelak.


"Kok ngelamun, aku ganteng ya bangun tidur" kekeh Awan.

__ADS_1


"Hem, ganteng ganteng Srigala" jawab Mentari tak kalah tertawa.


Keduanya kembali saling memeluk padahal perut mereka sudah meronta ingin di isi. 14 hari bukan waktu yang mudah untuk mereka lewati saat terbentang jarak yang cukup jauh, pertemuan yang dikiranya akan menjadi hal paling menyenangkan pun ternyata di bumbui pertengkaran lebih dulu.


Tak ada yang sempurna dalam hidup, Awan yang tampan, kaya, sukses nyatanya memiliki kesetiaan pada wanita yang ditakdirkan bukan untuknya.


Sedang Mentari yang baik, sabar, ceria memiliki rasa setia juga pada pria yang begitu sulit ia jangkau meski sudah sepuluh tahun berlalu.


Keduanya belum berjodoh dalam hal kesetiaan, itulah yang sedang di masalah kan oleh mak othor 🤣 sampai bisa mendapat satu ciuman dari sang Gajah.


"Boleh aku tahu, cintamu seperti apa untukku?" tanya Awan pada Mentari yang nampak semakin nyaman.


.


.


.

__ADS_1


Entah, aku pun tak tahu cinta macam apa yang aku berikan untukmu. Karna yang aku tahu, aku mencintaimu secara berlebihan. Dan aku juga tahu, jika yang berlebihan itu memang tak baik. Tapi aku mencintaimu dengan tulus dan penuh, memang bodoh kedengarannya.


Tapi aku percaya, apapun yang aku lakukan semua akan kembali lagi padaku. Tak perduli kamu akan membalasnya atau tidak, tapi aku akan tetap mencintaimu secara utuh hingga akhir.


__ADS_2