
🍂🍂🍂🍂🍂🍂🍂🍂
Dia masa lalumu
Aku masa depanmu
Dia hancurkan kamu
Kususun kembali hatimu
Tapi mengapa kamu
Masih terpenjara bayangnya
Aku sungguh cinta
Tapi mungkin kamu yang bodoh
Sepenggal bait lagu itu seolah menghantam hati Mentari saat perjalanan menuju kantor suaminya. Ia yang duduk di bangku samping tak berani menoleh kearah Awan yang masih fokus menyetir.
"Sayang, kenapa? kok mendadak diem" tanya pria tampan tersebut.
"Gak apa-apa, ini lagu kenapa aku banget ya?" ujar Mentari yang memang selalu jujur dengan perasaannya.
Awan mengernyitkan dahi, ia dengarkan lirik lagu yang di maksud istrinya itu dengan seksama sampai paham dengan artinya.
"Bearti aku gak bodoh sendirian dong" sambungnya lagi sambil tertawa.
"Emang yang bilang kamu bodoh siapa? mau cari mati bilang istriku ini kaya gitu?" oceh Awan yang kembali fokus pada jalan di depannya.
__ADS_1
"Bertahan sama kamu itu katanya bodoh, By. Karna sakit hati aku tuh udah gak ke itung jari loh."
"Kamu itu lagi berjuang buat dapetin cinta seutuhnya dari jodoh kamu, Sayang" balas Awan yang menoleh sekilas kearah Mentari yang pagi ini memaksa ingin ikut ke kantor.
"Kapan dapetnya? bosen ih, selalu dapat kata-kata
" Maaf, anda kurang beruntung. Coba lagi" Besok-besok aku gosok hati kamu pake silet deh" kekeh Mentari yang selalu menyelipkan candaan di sela keluh kesahnya agar ia maupun Awan selalu merasa nyaman saat mengungkapkan perasaan.
"Makin terluka dong hati suami gantengmu ini" goda Awan dengan mengerlingkan satu matanya.
"Ganteng doang buat apa?" sindir Mentari sambil melayangkan pukulan di lengan suaminya.
.
.
"By, kamu yakin 'kan gak ada meeting di luar?" tanya Mentari lagi memastikan.
"Hem, iya" sahut Awan hanya berdeham kecil karna mata dan jarinya sudah fokus pada layar laptop yang sudah ia nyalakan.
"Aku keliling boleh?"
Awan tak langsung menjawab, ia justru menoleh dan menatap tajam kearah wanita halalnya tersebut.
"Mau pamer kecantikan sama karyawan aku? Mau seisi gedung ini tahu kalau istri Direkturnya itu luar biasa menggoda? Hem!"
Mentari yang paham maunya di tolak keras langsung bangun dari duduknya lalu menghampiri Awan di kursi kebesarannya..
"Nah kan!" keluh Awan saat gadis kecil itu duduk di atas pangkuannya.
__ADS_1
"Aku cantik aja atau cantik banget?" tanya Mentari, ia senang jika sudah memancing hati suaminya tersebut.
"Banget, Sayang" jawab Awan yang masih berusaha mengontrol dirinya sendiri karna bagaimana pun ia lelaki normal sama seperti para suami pada umumnya.
"Takut ya aku di liat atau di goda sama lelaki lain?"
"Hem, kalau tau jawabannya ngapain nanya sih" Des ahan kecil mulai keluar dari mulut Awan.
"Aku enggak. Pergi sana yang jauh. Keliling dunia juga gak apa-apa. Cari yang kaya aku pasti kamu gak akan dapet" ucapnya sambil terkekeh.
"Iyalah, kamu cuma satu-satunya" jawab Awan.
"Dimana?" tanya Mentari lagi.
Kedua mata itu saling menatap, Ada sosoknya yang jelas di lihat Mentari di kedua netra teduh sang suami.
.
.
.
" Katakan, By. Katakan kalau kamu mencintaku "
Berani, Bang 🤣🤣🤣🤣🤣
Di tantang noh.. padahal ya, para suhu lo itu kalo udah ngomong cinta lancar banget. Lebih2 kaya minum obat sehari 3x 😅 pan lo mah susah bener 😭😭 kalau sama bocil jaman now 😜.
__ADS_1