
🍂🍂🍂🍂🍂🍂🍂
"Kamu---?"
"Iya, By. Aku hamil," ucap Mentari yang paham dengan apa yang akan ditanyakan suaminya saat ini.
"Serius? kamu gak lagi bercanda 'kan, Sayang?"
"Enggak, ada baby dalam perutku," jelasnya lagi.
Awan yang begitu senang dengan kabar yang di bawa istrinya tentu langsung memeluk sang pujaan hati yang masih duduk di atas pangkuannya. Wajahnya ia tenggelamkan di depan dada area favoritnya selama ini. Awan sungguh tak menyangka jika ia bisa mendapatkan keturunan hanya dalam waktu beberapa bulan setelah si Jalu ngusruk.
Kabar gembira ini tentu akan ia bagikan kepada orang terdekat mereka termasuk pada karyawannya yang di beri bonus satu bulan gaji tanpa terkecuali. Ia begitu bangga karna menjadi orang pertama kali di beri tahu istrinya.
Rasa bahagianya hari ini sungguh ribuan kali lipat, mereka pun akhirnya memilih untuk pulang ke kediaman Biantara secepatnya.
"Kenapa gak ajak aku sih?" tanya Awan yang sebenarnya sedikit kecewa.
"Aku gak niat, kan aku cuma anter Mamih ke rumah sakit, tapi entah kenapa feeling ku pengen banget buat ketemu sama dokter kandungan buat periksa, inget 'kan pas bilang bulan ini aku telat?"
Awan mengangguk, ia merasa sangat bersalah karna memang terlalu sibuk sampai harus mengabaikan hal penting seperti ini. Entah hukuman apa yang akan ia dapatkan jika keluarganya tahu Mentari memeriksan kehamilannya seorang diri.
.
.
Sampai dirumah, Awan langsung mencari kedua orangtuanya. Dari pelayan yang memberi tahu, ternyata Langit dan Cahaya sedang keluar sejak siang tadi.
__ADS_1
"Mamih sama Papih dimana?" tanya Awan yang masih di ruang tamu lantai.
"Ada di kamar mereka, Tuan muda. Saya baru dari sana membawakan teh manis panas."
"Siapa yang sakit?" tanya Awan lagi sedikit panik dan khawatir, ia juga melirik nampan yang di bawa si pelayan tersebut.
"Tuan besar Adam."
Awan langsung menoleh kearah istrinya meminta penjelasan tapi sayangnya Mentari justru menggelengkan kepala tanda tak tahu.
"Tadi, pas aku pergi Papih ada kok di kandang uler," ucap Mentari yang ia pun sebenarnya bingung.
Awan langsung menarik tangan wanita halalnya itu kearah kamar Tuan besar Biantara, si mantan Mafia soleh.
Ceklek
Mata pria itu tentu langsung tertuju pada Wanita baya yang sedang duduk diatas ranjang seorang diri.
"Mamih, kenapa?" tanya Awan sambil berjalan menghampiri.
"Mamih, gak apa-apa, Nak" Diana menjawab seraya mengusap pipi cucu kesayangannya tersebut.
"Katanya Papih sakit? kok gak di bawa kerumah sakit?" tanya Awan yang semakin panik. Di banding sang Gajah, kesehatan sang Phyton memang sedikit berbeda. Ia memang terlampau sering bolak balik melakukan pemeriksaan atas penyakit yang dideritanya beberapa tahun belakangan ini.
#KebanyakanDosa.
#HahahaTawaJahat,
__ADS_1
#GajahTerbaik.
"Kemarin sampe siang tadi masih gak apa-apa, malah Mimih tinggal loh sama Mentari," jelas Diana yang juga bingung dengan sakit mendadak cinta pertamanya itu.
"Iya, istriku juga tadi cerita, Mih" Awan langsung meraih tangan Diana agar wanita itu sedikit tenang.
"Pas Mamih pulang, taunya Papihmu itu lagi---"
.
.
.
.
Oooooooeeeeekkkkkk
\*\*\*\*\*\*\*\*\*\*\*\*\*\*\*
Apakah Phyton yang akan tersiksa 😂😂😂
Gajah kesayangan kayanya bakal Jingkrak-jingkrak nih 🤭🤭
Drama ngidam apa yang akan terjadi?
jangan lupa like komennya ya, lagi bae hari ini nambah up 😉
__ADS_1