Mentari di balik Awan

Mentari di balik Awan
Jangan, By...


__ADS_3

πŸ‚πŸ‚πŸ‚πŸ‚πŸ‚πŸ‚πŸ‚πŸ‚πŸ‚


"Kok aku sih, Ra?" protes Reza saat pasukan @Pawang Rahardian sudah keluar dari kamar si bungsu lalu ikut berkumpul dengan para suami di ruang tengah lantai dua.


"Kan Chaca mintanya ke kamu, Mas!" sahut Melisa yang tetap membela anak perempuan satu-satunya itu.


"Adek minta sama Abang lah," balas Reza sambil melirik kearah Langit.


"Adek maunya gesek kartu Papa, bukan dari Abang," kekeh Tuan Biantara tersebut yang langsung mendapat ciuman dari istrinya.


"Pulang yuk, Ra"


"Gak! aku mau ajak Mentari jalan-jalan loh, Mas"


"Heh, pelit banget sih jadi laki!" cetus Ricko sambil mencibir kearah kakak iparnya yang merangkap musuh bebuyutannya juga.


"Diem ya, Duda!" jawab Reza, otaknya selalu saja panas dengan hati yang mendidih jika sudah bertemu pria berwajah glowing tersebut.


"Eh, udah gak Duda loh. Kan udah aku kawin," protes Ameera tak Terima.


"Nikah woy," teriak Air, si satu-satunya keponakan yang sejak lahir tak pernah akur dengan onty nya tersebut.


Melisa yang masih menadagkan tangan mau tak mau membuat suaminya itu merogoh dompet di saku celananya. Satu kartu pun kini sudah berpindah pada istri tercintanya.


Reza tersenyum, ia begitu senang karna momen ini jarang sekali terjadi dimana Khumairahnya itu merengek ingin pergi berbelanja sebab biasanya justru ia yang memaksa agar wanita halalnya itu menikmati uangnya.


"Jangan beli panci ya, Sayang."


" Gak beli panci, terus aku beli apa?" tanya Melisa bingung, hanya itulah barang satu-satunya yang selalu membuat jiwa shopingnya meronta.


"Bajo bobo, boleh" goda Reza sembari tertawa yang di susul oleh semua keturunannya juga

__ADS_1


#GesPareotMereunBang🀧


***************


Usai makan malam, Mentari baru pulang dengan banyaknya paperbag di tangan hasil belanjaan. Tak ada notifikasi uang keluar dari rekeningnya berarti semua itu memang benar-benar dari Sang Tuan Besar Rahardian.


"Beli pesenan aku gak?" tanya Awan dengan senyum menggoda.


"Aku malu ih ambilnya," sahut Mentari saat membongkar barang yang di belinya.


"Ngapain malu, aku yakin justru pada rebutan, iya kan?"


Mentari mengangguk, benar yang suaminya katakan itu jika para @PawangRahardian memang langsung menuju salah satu toko khusus perlengkapan wanita termasuk da laman.


Disana, Biru dan Ara yang paling heboh memilih berbagai model dan warna. Mentari yang belum terbiasa hanya mengiyakan saat dua wanita kesayangan Tutut Jajah dan baby koala memilihkan banyak lingerie untuknya.


"Mandi, dan langsung pake ya," titah Awan pada istrinya.


"Aku mau liatlah, istriku yang seksi ini kekurangan bahan baju," kekeh Awan yang mulai membiarkan Si Jalu membesaaaaaaaaal.


#Eh.


"Dasar Mesum!"


Mentari melempar paperbag kosong kearah suaminya yang sudah memasang wajah penuh hasrat, entah apa yang di pikirkan Awan sampai tatapannya begitu berbeda kali ini.


Si cantik yang sudah selesai bersih bersih, masih menatap dirinya sendiri didepan cermin besar di ruang ganti kamarnya.


Malu rasanya jika sengaja keluar dengan hanya memakai Lingerie berwarna merah menyala yang kontras dengan kulit tubuhnya yang putih mulus tanpa cacat.


"Baju begini, mana mahal banget masa iya di sobek?" tanya Mentari pada dirinya sendiri yang ingat dengan ucapan Biru jika kain tipis itu hanya sekali pakai baginya.

__ADS_1


Dan..


Mentari langsung tersentak kaget saat ia melihat Awan datang lewat pantulan cermin di depannya. Pria tampan putra mahkota itu sepertinya sudah bersiap untuk berperang karna hanya memakai ***** di tubuh tinggi putihnya.


"By---" des ah Mentari saat tangan sang suami sudah nakal menjelajahi dua daging kenyal yang menantang indah.


"Hem, kamu cantik" bisik Awan.


Mentari terus menikamati sentuhan bibir dan tangan Awan yang begitu lembut namun bisa membuat dirina terasa panas.


Tak mau menunda lagi dan membuang waktu, Awan langsung mengangkat tubuh istri tercintanya itu kearah ranjang di dalam kamar mereka.


Mentari yang pasrah tentu tak banyak protes, ia mengalungkan kedua tengannya di leher Awan sampai pria itu menghentikan langkahnya tepat di sisi tempat tidur.


"Jangan dibanting, By" pinta Mentari.


"Kenapa?"


.


.


.


Aku bukan LESTY...


🍁🍁🍁🍁🍁🍁🍁🍁🍁


Apa sih ???? 🀣🀣🀣


Abis itu padahal enak di bolak balik sakumaha nga goreng tempe 🀭🀭

__ADS_1


__ADS_2