
" Mah Naura berangkat dulu ya." Ucap Naura pamit sambil mencium punggung tangan Mamah nya.
" Hati - hati sayang." Ucap Ibu Yuli.
" Iya Mah, Naura berangkat dulu ya."
" Dah... sayang."
" Dah... "
Naura menggeret koper nya dan menaiki taksi, hingga taksi berjalan satu kilometer, Naura berhenti tepat setelah lampu merah.
" Rifki sudah berdiri di samping mobilnya dan membantu membawa koper sedang milik Naura dan di taruh di bagasi.
" Kak kita mau kemana sih? " Tanya Naura.
" Ada deh." Jawab Rifki.
Mobil pun melaju dengan kecepatan sedang, dan tangan kiri Rifki memegang jemari Naura sesekali mencium punggung tangan Naura.
" Yank, kalau kita menikah bagaimana? " Tanya Rifki.
" Jangan ngaco lah Kak, restu saja belum dapat." Jawab Naura.
" Katanya kamu ingin kita kawin lari."
" Kakak seriusan mau ajak Naura kawin lari? "
" Hanya bilang saja." Ucap Rifki sambil tersenyum.
Mobil pun berhenti di salah satu rumah, dimana rumah tersebut berada di dekat pantai.
" Kak kita kesini, dekat banget sih." Ucap Naura.
" Memang nya kita mau pergi kemana? " Tanya Rifki.
" Ini masih satu kabupaten lagi, jarak dari kantor Naura saja 30 menit." Ucap Naura sambil cemberut.
" Nggak suka? "
" Suka sih dekat sama Pantai." Ucap Naura.
" Yank ini rumah kita." Ucap Rifki sambil memeluk tubuh Naura dari belakang.
" Jangan bercanda ah." Ucap Naura.
" Serius, Kakak beli rumah ini dua bulan yang lalu. Kakak ingin bila kita sudah nikah nanti tinggal disini."
Naura membalikkan tubuh nya dengan Mata berkaca - kaca sambil mengalungkan kedua tangan nya.
" Kakak serius akan nikahi Saya? "
" Rumah sudah ada buat apa bohong."
" Tapi restu kedua orang tua kita Kak."
" Kita akan hadapi bersama - sama sayang."
__ADS_1
*****
Naura dan Rifki melihat seisi rumah nya mulai dari kamar, ruang keluarga dan dapur. Bahkan di belakang terdapat halaman luas dengan kolam renang kecil.
" Sayang, rumah ini sudah atas nama kamu."
' Kak."
" Iya kakak sudah balik nama kan rumah ini atas nama kamu. "
" Makasih kak."
" Sama - sama sayang."
Rifki mencium bibir Naura dengan saling ******* dan saling memainkan lidah.
Rifki menggendong tubuh Naura membawa nya ke dalam kamar, dimana Naura di baringkan di atas tempat tidur. Rifki pun menindih tubuh Naura dengan posisi yang masih saling berciuman tangan Naura tak lepas dari Rambut cepak Rifki dengan meremasnya saat lidah Rifki menyapu leher Naura.
Ting tong
Naura mendorong tubuh Rifki, dan Rifki pun langsung bangun dari atas tubuh Naura.
" Kak tamu siapa? " Tanya Naura sambil membereskan pakaian nya.
" Arya datang." Jawab Rifki.
" Arya? " Ucap Naura.
" Teman kakak di kodim."
" Kenapa? Hem.. nggak bisa kayak tadi ya nantinya." Ledek Rifki
" Augh. " Ucap Naura langsung masuk ke kamar mandi yang ada di dalam kamar.
Rifki membuka pintu rumah nya, dan melihat kedua teman nya datang.
" Masuk." Ucap Rifki.
" Semua nya sudah beres." Ucap Arya.
" Terima kasih, mungkin ini salah tapi ini hanya jalan satu - satu nya." Ucap Rifki pada teman ya.
" Tak ada satu pun keluarga Abang yang tahu? " Tanya Lukman yang berdiri di belakang Arya.
" Tidak ada , Saya minta Pak RT dan tetangga rumah untuk menyaksikan pernikahan kami nanti malam." Jawab Rifki.
" Serta Kakak Naura yang jadi Tentara dia datang." Ucap Rifki.
" Dia punya Kakak? " Tanya Arya sambil berjalan ke arah sofa.
" Iya sudah menikah, mereka yang mendukung hubungan kami. Dia Kakak satu Ayah namun beda Ibu. Dia ikut sama Ibu nya, sejak kedua orang tua nya cerai." Jawab Rifki.
Flashback On
" Bang, Saya kemari ingin meminta ijin menikahi Naura." Ucap Rifki.
" Kenapa minta ijin sama Abang? Seharusnya minta ijin lah sama Mamah Yuli. Karena Naura sejak kecil bersama Mamah Yuli sedangkan Abang tinggal sama Mamah Abang disini dan tidak berhak mengambil keputusan." Ucap Dani Kakak Naura yang satu Ayah namun beda Ibu.
__ADS_1
" Tante Yuli tidak merestui hubungan kami bahkan kedua orang tua Saya pun tak merestui nya."
" Lantas kalian bagaimana akan menikah? Restu saja tidak dapat. Dan Abang tidak berani ambil keputusan karena Mamah Yuli saja tidak dekat sama Abang." Ucap Dani berkata sebenarnya.
" Saya ingin menikahi nya secara agama dulu, perlahan akan kami katakan pada mereka dan nanti kami akan daftar kan pernikahan kami. Maaf kalau kami lakukan ini karena kami berdua di jodohkan." Ucap Rifki.
" Mamah Yuli masih tetap saja seperti dulu, sama juga dengan kedua orang tua kamu." Ucap Dani.
" Abang tahu? "
" Mamah Saya itu masih teman nya Ibu kamu Rifki." Ucap Dani.
" Pasti Mamah Abang nggak suka sama Tante Yuli."
" Mamah nggak seperti Tante Astri dan Tante Luna, mamah lebih baik diam saat Mamah Yuli merebut Papah. Dan lebih memilih mengalah, tapi Saya tidak membenci Naura, karena walau dia lahir dari rahim seorang pelakor Saya tetap sayang sama Naura."
" Jadi Abang mau hadir? "
" Abang akan datang."
" Terima kasih Bang."
Flashback Off.
" Alhamdulilah kalau Kakak Naura datang." Ucap Arya.
" Maaf ya nggak ada minum atau kue, tadi lewat pintu samping tetangga ada yang warungan jadi sekalian beli air mineral saja." Ucap Naura yang memberikan tiga botol air mineral.
" Terima kasih." Ucap Arya sambil tersenyum.
" Terima kasih Mba Naura." Ucap Lukman.
" Kok teman Kakak bisa tahu rumah ini? Apa beli nya juga tahu? " Tanya Naura penasaran.
" Mereka pernah sekali kemari bantu Kakak membersihkan rumah ini."Jawab Rifki.
Lantas terlihat sebuah Mobil berhenti tepat di depan rumah Naura dan Rifki. Mobil yang tak asing bagi Naura ternyata Kakak nya datang bersama istri dan anak nya.
" Bang Dani!! " Ucap Naura langsung berdiri.
" Assalamualaikum." Sapa Dani.
" Walaikumsalam." Balas Rifki, Arya Lukman dan Naura.
" Bang Dani, Mba Rena." Naura mencium punggung tangan kedua nya.
Rena pun mencium kedua pipi Naura dan saling berpelukan kedua nya.
" Tunggu dulu, ini ada apa ya, kok Bang Dani sama Mba Rena bisa kesini? " Tanya Naura.
" Rifki belum cerita sama kamu? " Tanya Dani.
" Memang nya ada apa sih, benar - benar tidak tahu" Jawab Naura.
" Rifki kamu jelaskan sama Adik Abang." Ucap Dani.
" Kak, ada apa sih sebenarnya ini? " Tanya Naura yang masih bingung dan penasaran atas kedatangan Kakak nya.
__ADS_1